Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Manca Sebagai Seni Bela Diri Masyarakat Buton Sebuah Pergeseran Fungsi

View through CrossRef
Manca merupakan salah satu seni bela diri tradisional yang memiliki nilai-nilai budaya dan sejarah yang kaya. Di Masyarakat Buton, manca telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai alat bela diri, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun karakter dan meningkatkan nilai-nilai kepribadian. Akan tetapi, dalam perkembangannya, fungsi manca pada masyarakat Buton telah mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeeseran fungsi manca pada masyarakat Buton dan faktor-faktor penyebab terjadinya pergeseran fungsi manca dan implikasinya terhadap kehidupan sosial dan budaya Masyarakat Buton. Selain itu, juga dipaparkan tentang historis/geneologi atau asal-usul manca, perbedaan gerakan manca sebagai seni bela diri, seni pertujukan, dan sebagai promosi wisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik rekam, catat, pengamatan langsung. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pergeseran fungsi manca disebabkan tiga faktor yakni faktor agama, faktor ekonomi dan kekuasaan, dan faktor perkembangan zaman atau globalisasi. Pergeseran fungsi manca telah mempengaruhi cara masyarakat Buton memandang dan mempraktikan seni bela diri.
Title: Manca Sebagai Seni Bela Diri Masyarakat Buton Sebuah Pergeseran Fungsi
Description:
Manca merupakan salah satu seni bela diri tradisional yang memiliki nilai-nilai budaya dan sejarah yang kaya.
Di Masyarakat Buton, manca telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya sebagai alat bela diri, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun karakter dan meningkatkan nilai-nilai kepribadian.
Akan tetapi, dalam perkembangannya, fungsi manca pada masyarakat Buton telah mengalami pergeseran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeeseran fungsi manca pada masyarakat Buton dan faktor-faktor penyebab terjadinya pergeseran fungsi manca dan implikasinya terhadap kehidupan sosial dan budaya Masyarakat Buton.
Selain itu, juga dipaparkan tentang historis/geneologi atau asal-usul manca, perbedaan gerakan manca sebagai seni bela diri, seni pertujukan, dan sebagai promosi wisata.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik rekam, catat, pengamatan langsung.
Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pergeseran fungsi manca disebabkan tiga faktor yakni faktor agama, faktor ekonomi dan kekuasaan, dan faktor perkembangan zaman atau globalisasi.
Pergeseran fungsi manca telah mempengaruhi cara masyarakat Buton memandang dan mempraktikan seni bela diri.

Related Results

PENGARUH SOSIALISASI BELA NEGARA TERHADAP SIKAP BELA NEGARA GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA
PENGARUH SOSIALISASI BELA NEGARA TERHADAP SIKAP BELA NEGARA GURU SEKOLAH DASAR DI JAKARTA
<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan sosialisasi bela negara yang diselenggarakan Direktorat Bela Negara Kementerian Pertahanan Republik In...
Seni cetak masa kini di Malaysia: tinjauan umum menerusi pameran-pameran berkumpulan
Seni cetak masa kini di Malaysia: tinjauan umum menerusi pameran-pameran berkumpulan
Seni cetak adalah salah satu disiplin dalam seni halus yang mempunyai nilai estetikanya yang tersendiri sama seperti seni visual yang lain. Namun begitu, ia kurang diberi perhatian...
PERGESERAN MAKNA DALAM KESENIAN NDOLALAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DI PURWOREJO
PERGESERAN MAKNA DALAM KESENIAN NDOLALAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT DI PURWOREJO
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh asumsi adanya pergeseran makna dalam seni tari <em>ndolalak.</em> Awalnya ketika seni tari tersebut dikreasi mengandung p...
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam kehidupan sehari-hari melalui drama koe koi, dan mendeskripsikan da...
Mencintai Produk Dalam Negeri Sebagai Manifestasi Bela Negara Di Era Global
Mencintai Produk Dalam Negeri Sebagai Manifestasi Bela Negara Di Era Global
<p><strong>Abstrak – </strong>Latar belakang dari penulisan ini adalah adanya fakta perubahan sosial, ekonomi, dan<strong> </strong>politik masyarakat...
PENGENALAN BUDAYA JEPANG BELA DIRI AIKIDO DI SDN 11 DAUH PURI DENPASAR-BALI
PENGENALAN BUDAYA JEPANG BELA DIRI AIKIDO DI SDN 11 DAUH PURI DENPASAR-BALI
Kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 11 Dauh Puri Denpasar selain menitikberatkan pada kegiatan akademis, juga melaksanakan kegiatan non akademis seperti seni dan olah raga. Pela...
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Pengelolaan Hutan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Buton Selatan
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi praktik pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang telah dikembangkan dan diterapkan oleh masyarakat Buton Selatan. Fokus penelitian ini...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...

Back to Top