Javascript must be enabled to continue!
Representasi Perempuan Dalam Sansana Bandar [Representation of Women in Urban Sansana]
View through CrossRef
Representasi perempuan dalam Sansana Bandar, dengan fokus pada manuskrip cerita Sansana Bandar “Bandar Huntip Batu Api” menggunakan metode etnografi dan paradigma naratif, analisis mencakup elemen-elemen cerita yang memperlihatkan peran kompleks perempuan. Meskipun tradisi kesetaraan Gender tetap terakar dalam masyarakat Dayak, cerita ini kadang tidak selaras dengan norma lokal, menciptakan ketegangan antara budaya dan naratif. Hasilnya memperlihatkan kompleksitas budaya dan pandangan terhadap Gender di Kalimantan Tengah, menyuguhkan pemahaman mendalam terhadap cerita sebagai refleksi budaya. Dianalisis menggunakan pendekatan etnografi sebagai metodologi penelitian. Data penelitian diambil melalui wawancara, dan observasi langsung dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, memberikan pemahaman yang lebih kontekstual terhadap Representasi perempuan dalam konteks budaya lokal. Konteks budaya, terutama norma-norma Gender, turut membentuk Representasi perempuan dalam cerita, dan Teori Paradigma Naratif memberikan perspektif terkait peran Gender dalam konteks sejarah dan kultural.
Representation of women in Sansana Bandar, with a focus on the manuscript of the Sansana Bandar story 'Bandar Huntip Batu Api,' utilizes ethnographic methods and narrative paradigm. The analysis encompasses elements of the story that reveal the complex roles of women. Despite the tradition of gender equality being deeply rooted in Dayak society, this story sometimes deviates from local norms, creating tension between culture and narrative. The results showcase the cultural complexity and perspectives on gender in Central Kalimantan, offering a profound understanding of the story as a cultural reflection. It is analyzed using an ethnographic approach as a research methodology. Research data is obtained through interviews and direct observations within the Dayak community in Central Kalimantan, providing a more contextual understanding of the representation of women in the local cultural context. The cultural context, especially gender norms, contributes to shaping the representation of women in the story, and the Narrative Paradigm Theory provides a perspective on the gender roles in the historical and cultural context.
Title: Representasi Perempuan Dalam Sansana Bandar [Representation of Women in Urban Sansana]
Description:
Representasi perempuan dalam Sansana Bandar, dengan fokus pada manuskrip cerita Sansana Bandar “Bandar Huntip Batu Api” menggunakan metode etnografi dan paradigma naratif, analisis mencakup elemen-elemen cerita yang memperlihatkan peran kompleks perempuan.
Meskipun tradisi kesetaraan Gender tetap terakar dalam masyarakat Dayak, cerita ini kadang tidak selaras dengan norma lokal, menciptakan ketegangan antara budaya dan naratif.
Hasilnya memperlihatkan kompleksitas budaya dan pandangan terhadap Gender di Kalimantan Tengah, menyuguhkan pemahaman mendalam terhadap cerita sebagai refleksi budaya.
Dianalisis menggunakan pendekatan etnografi sebagai metodologi penelitian.
Data penelitian diambil melalui wawancara, dan observasi langsung dalam masyarakat Dayak Kalimantan Tengah, memberikan pemahaman yang lebih kontekstual terhadap Representasi perempuan dalam konteks budaya lokal.
Konteks budaya, terutama norma-norma Gender, turut membentuk Representasi perempuan dalam cerita, dan Teori Paradigma Naratif memberikan perspektif terkait peran Gender dalam konteks sejarah dan kultural.
Representation of women in Sansana Bandar, with a focus on the manuscript of the Sansana Bandar story 'Bandar Huntip Batu Api,' utilizes ethnographic methods and narrative paradigm.
The analysis encompasses elements of the story that reveal the complex roles of women.
Despite the tradition of gender equality being deeply rooted in Dayak society, this story sometimes deviates from local norms, creating tension between culture and narrative.
The results showcase the cultural complexity and perspectives on gender in Central Kalimantan, offering a profound understanding of the story as a cultural reflection.
It is analyzed using an ethnographic approach as a research methodology.
Research data is obtained through interviews and direct observations within the Dayak community in Central Kalimantan, providing a more contextual understanding of the representation of women in the local cultural context.
The cultural context, especially gender norms, contributes to shaping the representation of women in the story, and the Narrative Paradigm Theory provides a perspective on the gender roles in the historical and cultural context.
.
Related Results
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM PRAKTIK PERDAGANGAN PEREMPUAN PADA NOVEL MIMI LAN MINTUNA [Representation of Gender Injustice in Women's Trafficking Practices in the Mimi lan Mintuna Novel]
REPRESENTASI KETIDAKADILAN GENDER DALAM PRAKTIK PERDAGANGAN PEREMPUAN PADA NOVEL MIMI LAN MINTUNA [Representation of Gender Injustice in Women's Trafficking Practices in the Mimi lan Mintuna Novel]
The practice of trafficking in women is still a phenomenon in various countries, including Indonesia. In fact, this problem has been raised into the literary work, Remi Silado's Mi...
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
MITOS TOKOH PEREMPUAN LAKON ABDULMULUK JAUHARI TEATER DULMULUK TUNAS HARAPAN
<p>Penelitian berjudul “Mitos Tokoh Perempuan Lakon Abdulmuluk Jauhari Teater Dulmuluk Tunas Harapan” ini menganalisis tentang tokoh perempuan yang dimainkan oleh aktor laki-...
CITRA TOKOH PEREMPUAN LAKON “SINTA BOYONG” SEBAGAI REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA MASA KINI (WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA)
CITRA TOKOH PEREMPUAN LAKON “SINTA BOYONG” SEBAGAI REPRESENTASI PEREMPUAN JAWA MASA KINI (WAYANG ORANG SRIWEDARI SURAKARTA)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengungkapan citra tokoh perempuan pewayangan karakter Dewi Sinta dan representasi karakter Dewi Sinta dengen perempuan Jawa mas...
Pregnant Prisoners in Shackles
Pregnant Prisoners in Shackles
Photo by niu niu on Unsplash
ABSTRACT
Shackling prisoners has been implemented as standard procedure when transporting prisoners in labor and during childbirth. This procedure ensu...
Representasi Perempuan pada Novel Bulan Patah Karya Maria Matildis Banda
Representasi Perempuan pada Novel Bulan Patah Karya Maria Matildis Banda
Penelitian ini mengkaji representasi tokoh-tokoh perempuan dalam Novel Bulan Patah karya Maria Matildis Banda yang bertujuan untuk mendeskripsikan karakter tokoh perempuan. Represe...
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
PERAN PEREMPUAN DALAM KELUARGA PADA NOVEL HOME SWEET LOAN KARYA ALMIRA BASTARI
ABSTRAK: Penelitian ini membahas tentang peran perempuan dalam keluarga. Perempuan memiliki peran dan kontribusi yang sangat penting dalam kehidupan, baik secara individual, keluar...
The Women Who Don’t Get Counted
The Women Who Don’t Get Counted
Photo by Hédi Benyounes on Unsplash
ABSTRACT
The current incarceration facilities for the growing number of women are depriving expecting mothers of adequate care cruci...
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH. DINI DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH. DINI DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN)
Problematika mengenai stereotip perempuan tidak sedikit dimanfaatkan oleh pengarang dalam membangun struktur cerita. Citra perempuan dalam kajian sastra bandingan dalam novel La Ba...

