Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM

View through CrossRef
Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community. Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a development resource, especially in rural areas. In this community service activity, the focus is on local wisdom in Wonosalam, Jombang. The government of Jombang Regency also encourages the development of rural tourism in which Wonosalam is the pre-eminent area. The sustainability of tourist villages is always being developed so that it is necessary to add value/character (value co-creation) to tourist villages in the Wonosalam area. Batik which is the heritage of the Indonesian nation and the heritage of Humanity for Oral and Intangible Culture (Masterpice of the Oral and Intangible Herritage of Umanity) has value and has been recognized internationally. Based on direct observations of the movement of tourists in Wonosalam, an important conclusion can be drawn, namely the need to collaborate on the development of typical Jombang batik as local wisdom that is able to provide value to support the competitiveness of tourist villages in Wonosalam. The process of hand-drawn batik as a service as a possible creative part will continue to grow. To achieve this, we first examine the batik in Jombang. Then analyze the Jombang batik motif, where the arimbi batik motif is the superior motif. Our service approach is adopted from Participatory Action Research with the perspective of preserving culture and local wisdom. Tourist village visitors can enjoy the batik process, especially the Jombang batik motif/arimbi motif as a value co-creationKeywords: Batik, Local_Wisdom, EmpowermentAbstrak: Kearifan lokal membantu kita mengatasi berbagai masalah yang sebenarnya ada di masyarakat kita. Kearifan lokal sebagai bagian dari warisan budaya dapat dugunakan sebagai salah satu sumber pembangunan terutama di daerah pedesaan. Pada program pengabdian ini berfokus pada kearifan lokal Wonosaram. Pemerintah Kabupaten Jombang juga sedang menggalakkan pengembangan desa wisata, dimana Wonosalam merupakan salah satu daerah unggulannya. Keberlanjutan desa wisata terus dikembangkan, dan perlu adanya nilai tambah desa wisata yang ada di wilayah Wonosalam. Batik, warisan nasional Indonesia dan warisan budaya takbenda lisan umat manusia (masterpiece of oral intangible heritage of human), bernilai dan diakui secara internasional. Pengamatan terhadap pergerakan wisatawan di Wonosaram dapat menghasilkan kesimpulan penting, kita perlu bekerjasama dalam pengembangan batik khas Jombang sebagai kearifan lokal yang dapat memberikan nilai tambah untuk menjadikan desa wisata Wonosalam lebih berdaya saing. Proses batik tulis tangan sebagai layanan bagian kreatif dapat dikembangkan. Untuk mencapainya pertama-tama kami mengkaji batik yang ada di Jombang. Kemudian menganalisis motif batik Jombang, dimana batik motif arimbi sebagai motif unggulan.. Pendekatan layanan kami didasarkan pada penelitian tindakan partisipatif dalam hal melestarikan budaya dan kearifan masyarakat. Pengunjung desa wisata dapat menikmati proses layanan membatik, khususnya motif batik Jombang/motif Arimbi sebagai value co-creation.Kata kunci: Batik,Kearifan_Lokal,Pemberdayaan
Title: PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
Description:
Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community.
Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a development resource, especially in rural areas.
In this community service activity, the focus is on local wisdom in Wonosalam, Jombang.
The government of Jombang Regency also encourages the development of rural tourism in which Wonosalam is the pre-eminent area.
The sustainability of tourist villages is always being developed so that it is necessary to add value/character (value co-creation) to tourist villages in the Wonosalam area.
Batik which is the heritage of the Indonesian nation and the heritage of Humanity for Oral and Intangible Culture (Masterpice of the Oral and Intangible Herritage of Umanity) has value and has been recognized internationally.
Based on direct observations of the movement of tourists in Wonosalam, an important conclusion can be drawn, namely the need to collaborate on the development of typical Jombang batik as local wisdom that is able to provide value to support the competitiveness of tourist villages in Wonosalam.
The process of hand-drawn batik as a service as a possible creative part will continue to grow.
To achieve this, we first examine the batik in Jombang.
Then analyze the Jombang batik motif, where the arimbi batik motif is the superior motif.
Our service approach is adopted from Participatory Action Research with the perspective of preserving culture and local wisdom.
Tourist village visitors can enjoy the batik process, especially the Jombang batik motif/arimbi motif as a value co-creationKeywords: Batik, Local_Wisdom, EmpowermentAbstrak: Kearifan lokal membantu kita mengatasi berbagai masalah yang sebenarnya ada di masyarakat kita.
Kearifan lokal sebagai bagian dari warisan budaya dapat dugunakan sebagai salah satu sumber pembangunan terutama di daerah pedesaan.
Pada program pengabdian ini berfokus pada kearifan lokal Wonosaram.
Pemerintah Kabupaten Jombang juga sedang menggalakkan pengembangan desa wisata, dimana Wonosalam merupakan salah satu daerah unggulannya.
Keberlanjutan desa wisata terus dikembangkan, dan perlu adanya nilai tambah desa wisata yang ada di wilayah Wonosalam.
Batik, warisan nasional Indonesia dan warisan budaya takbenda lisan umat manusia (masterpiece of oral intangible heritage of human), bernilai dan diakui secara internasional.
Pengamatan terhadap pergerakan wisatawan di Wonosaram dapat menghasilkan kesimpulan penting, kita perlu bekerjasama dalam pengembangan batik khas Jombang sebagai kearifan lokal yang dapat memberikan nilai tambah untuk menjadikan desa wisata Wonosalam lebih berdaya saing.
Proses batik tulis tangan sebagai layanan bagian kreatif dapat dikembangkan.
Untuk mencapainya pertama-tama kami mengkaji batik yang ada di Jombang.
Kemudian menganalisis motif batik Jombang, dimana batik motif arimbi sebagai motif unggulan.
Pendekatan layanan kami didasarkan pada penelitian tindakan partisipatif dalam hal melestarikan budaya dan kearifan masyarakat.
Pengunjung desa wisata dapat menikmati proses layanan membatik, khususnya motif batik Jombang/motif Arimbi sebagai value co-creation.
Kata kunci: Batik,Kearifan_Lokal,Pemberdayaan.

Related Results

KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
There are not many uses of mangroves as natural batik dyes, due to the lack of information available about these natural ingredients. The process of using natural colors in batik t...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
Hoo Leony Gracia Budi Saputra PELATIHAN BATIK TULIS DAN TEKNIK JUMPUTAN BAGI MASYARAKAT BANYU URIP LOR SURABAYA
Hoo Leony Gracia Budi Saputra PELATIHAN BATIK TULIS DAN TEKNIK JUMPUTAN BAGI MASYARAKAT BANYU URIP LOR SURABAYA
Batik is a pictorial fabric that is known for its unique motifs, variety of styles and colors. The process ofmaking batik is quite complicated and required specific expertise. Bati...
PERKEMBANGAN BATIK DI INDUSTRI TATZAKA DESA TAMPO KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI
PERKEMBANGAN BATIK DI INDUSTRI TATZAKA DESA TAMPO KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) motif batik di industri Tatzaka, 2) warna batik di industri Tatzaka, 3) bahan pembuatan batik di industri Tatzaka, 4) teknik pemb...
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET
Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya b...
BATIK TULIS KHAS SRAGEN DENGAN SUMBER IDE MOTIF GAJAH PURBA
BATIK TULIS KHAS SRAGEN DENGAN SUMBER IDE MOTIF GAJAH PURBA
ABSTRAK Duwi Wahyu Hidayat. C0913017. 2019. Batik Tulis khas  Sragen dengan Sumber Ide Gajah Purba. Tugas Akhir : Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universi...

Back to Top