Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KARAKTERISTIK BIOFILM Candida albicans DAN BEBERAPA ANTIBIOFILMNYA

View through CrossRef
Candida albicans merupakan anggota mikrobiota normal pada tubuh manusia yang sehat dengan sistem kekebalan tubuh yang baik. Namun, adanya gangguan keseimbangan akibat beberapa faktor dapat mengakibatkan C. albicans berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi. Kemampuan C. albicans dalam menginfeksi salah satunya didukung oleh faktor virulensi, yaitu aktivitasnya dalam pembentukan biofilm. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biofilm C. albicans dan potensi zerumbone, madu jujube, dan enzim β-1,3-glukanase sebagai antibiofilm C. albicans. Hasil studi literatur berdasarkan telaah jurnal didapatkan karakteristik biofilm C. albicans memiliki perbedaan dengan organisme planktonik, hal ini seringkali dikaitkan dengan keunggulan biofilm dengan sifat resistensi dan virulensinya. Selain itu, karakteristik antar biofilm C. albicans juga dapat berbeda sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya, perbedaan ini berhubungan dengan proses adhesi, perubahan produksi biofilm, aktivitas metabolisme, serta kekuatan perlekatan biofilm pada permukaan. Zerumbone secara signifikan diketahui menurunkan tingkat ekspresi gen terkait biofilm dan spesifik terhadap hifa, madu jujube dapat menyebabkan perubahan pada dinding sel dan eksopolisakarida, dan enzim β-1,3-glukanase memiliki kemampuan untuk mendegradasi komponen polimer matriks ekstrasel pada biofilm. Ketiga bahan antibiofilm ini diketahui dapat mencegah pembentukan biofilm dan mendegradasi biofilm C. albicans yang telah terbentuk.
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Ahmad Yani
Title: KARAKTERISTIK BIOFILM Candida albicans DAN BEBERAPA ANTIBIOFILMNYA
Description:
Candida albicans merupakan anggota mikrobiota normal pada tubuh manusia yang sehat dengan sistem kekebalan tubuh yang baik.
Namun, adanya gangguan keseimbangan akibat beberapa faktor dapat mengakibatkan C.
albicans berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi.
Kemampuan C.
albicans dalam menginfeksi salah satunya didukung oleh faktor virulensi, yaitu aktivitasnya dalam pembentukan biofilm.
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biofilm C.
albicans dan potensi zerumbone, madu jujube, dan enzim β-1,3-glukanase sebagai antibiofilm C.
albicans.
Hasil studi literatur berdasarkan telaah jurnal didapatkan karakteristik biofilm C.
albicans memiliki perbedaan dengan organisme planktonik, hal ini seringkali dikaitkan dengan keunggulan biofilm dengan sifat resistensi dan virulensinya.
Selain itu, karakteristik antar biofilm C.
albicans juga dapat berbeda sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya, perbedaan ini berhubungan dengan proses adhesi, perubahan produksi biofilm, aktivitas metabolisme, serta kekuatan perlekatan biofilm pada permukaan.
Zerumbone secara signifikan diketahui menurunkan tingkat ekspresi gen terkait biofilm dan spesifik terhadap hifa, madu jujube dapat menyebabkan perubahan pada dinding sel dan eksopolisakarida, dan enzim β-1,3-glukanase memiliki kemampuan untuk mendegradasi komponen polimer matriks ekstrasel pada biofilm.
Ketiga bahan antibiofilm ini diketahui dapat mencegah pembentukan biofilm dan mendegradasi biofilm C.
albicans yang telah terbentuk.

Related Results

Hefebefunde bei Reihenuntersuchungen an Soldaten der Bundeswehr
Hefebefunde bei Reihenuntersuchungen an Soldaten der Bundeswehr
ZusammenfassungBei Reihenuntersuchungen an 1325 Soldaten wurde die Sproßpilzbesiedlung der Mund‐böhle (1325 Abstriche), der Analregion (949 Abstriche), des Penis (1325 Abklatsch‐Ku...
Prevalence of Candidemia with Susceptibility Pattern in a Tertiary Care Hospital in North India
Prevalence of Candidemia with Susceptibility Pattern in a Tertiary Care Hospital in North India
BACKGROUND Blood stream infections (BSI) caused by various candida species have been reported from many countries worldwide and are a significant cause of morbidity and mortality i...
Counterclockwise rotation of the flagellum promotes biofilm initiation in Helicobacter pylori
Counterclockwise rotation of the flagellum promotes biofilm initiation in Helicobacter pylori
ABSTRACT Motility promotes biofilm initiation during the early steps of this process: microbial surface association and attachmen...
Effects of Sucrose and Farnesol on Biofilm Formation by Streptococcus mutans and Candida albicans
Effects of Sucrose and Farnesol on Biofilm Formation by Streptococcus mutans and Candida albicans
Candida albicans (C. albicans) and Streptococcus mutans (S. mutans) are frequently detected in the plaque biofilms of children with early childhood caries. This study investigated ...
Optogenetic Modulation of a Productive Biofilm for Improved Biotransformation
Optogenetic Modulation of a Productive Biofilm for Improved Biotransformation
<p>Biofilm as a living catalysts has been exploited for the production of biofuels and bioelectricity in microbial fuel cells (MFCs) as well as in the synthesis of bu...
Evaluation of the morphological characteristics of Candida species on chromogenic agar medium and media for chlamydospore production
Evaluation of the morphological characteristics of Candida species on chromogenic agar medium and media for chlamydospore production
Background: Candida is a widespread pathogen with various clinical forms. By testing chlamydospore production and culturing on chromogenic agar, C. albicans and some species of C. ...

Back to Top