Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KANDUNGAN BETAKAROTEN DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris YANG DIKULTUR DENGAN PERLAKUAN SUMBER CAHAYA DAN KEPADATAN AWAL INOKULUM (KAI) YANG BERBEDA

View through CrossRef
Chlorella vulgaris termasuk salah satu jenis mikroalga hijau bersel tunggal (unicellular) yang diameter selnya berkisar antara 2-8 mikron.  Pigmen pada Chlorella vulgaris selain berfungsi sebagai aktivitas antioksidan tetapi juga memiliki efek perlindungan terhadap degenerasi retina dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Betakaroten pada Mikroalga Chlorella vulgaris yang dikultur dengan perlakuan sumber cahaya dan kepadatan awal inokulum yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kali ulangan.  Perlakuannya adalah sumber cahaya neon (32 watt) yang ditambahkan dengan LED Merah, LED Hijau dan LED Biru masing-masing 16 watt dengan KAI C.vulgaris yang dikultivasi yaitu 10x104 sel/ml dan 100x104 sel/ml.  Hasil penelitian menunjukkan Kandungan Pigmen β-karoten tertinggi yaitu 721,572 mg/l pada LED biru dengan Kepadatan Awal Inokulum (KAI) 100x104 sel/ml.
Universitas Wiralodra
Title: KANDUNGAN BETAKAROTEN DARI MIKROALGA Chlorella vulgaris YANG DIKULTUR DENGAN PERLAKUAN SUMBER CAHAYA DAN KEPADATAN AWAL INOKULUM (KAI) YANG BERBEDA
Description:
Chlorella vulgaris termasuk salah satu jenis mikroalga hijau bersel tunggal (unicellular) yang diameter selnya berkisar antara 2-8 mikron.
  Pigmen pada Chlorella vulgaris selain berfungsi sebagai aktivitas antioksidan tetapi juga memiliki efek perlindungan terhadap degenerasi retina dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Betakaroten pada Mikroalga Chlorella vulgaris yang dikultur dengan perlakuan sumber cahaya dan kepadatan awal inokulum yang berbeda.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, sedangkan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kali ulangan.
  Perlakuannya adalah sumber cahaya neon (32 watt) yang ditambahkan dengan LED Merah, LED Hijau dan LED Biru masing-masing 16 watt dengan KAI C.
vulgaris yang dikultivasi yaitu 10x104 sel/ml dan 100x104 sel/ml.
  Hasil penelitian menunjukkan Kandungan Pigmen β-karoten tertinggi yaitu 721,572 mg/l pada LED biru dengan Kepadatan Awal Inokulum (KAI) 100x104 sel/ml.

Related Results

DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Perancangan Sistem Akuakultur pada Fotobioreaktor Mikroalga Chlorella vulgaris
Perancangan Sistem Akuakultur pada Fotobioreaktor Mikroalga Chlorella vulgaris
Telah dilakukan perancangan sistem akuakultur pada fotobioreaktor mikroalga Chlorella vulgaris. Sistem akuakultur pada fotobioreaktor dirancang menggunakan sumber cahaya yang berbe...
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
PENINGKATAN PRODUKSI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) MELALUI PERLAKUAN KOLKHISIN DAN LAMA PERENDAMAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perubahan fenotifik tanaman kacang hijau. Tujuan akhir adalah untuk melihat perubahan-perubahan genetik akibat pemberian bahan kolkhi...
Kadar serum 25-hidroksi vitamin D berkorelasi negatif dengan interleukin-17 pada acne vulgaris derajat berat
Kadar serum 25-hidroksi vitamin D berkorelasi negatif dengan interleukin-17 pada acne vulgaris derajat berat
Background: Acne vulgaris is a common skin disease in Indonesia. Inflammation is a key factor in its development. 25-hydroxy vitamin D or 25(OH)D is considered to have antioxidant ...
Hubungan Stress Dan Kebersihan Wajah Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati
Hubungan Stress Dan Kebersihan Wajah Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati
ABSTRACT: RELATIONSHIP OF STRESS AND FACE CLEANLINESS TO THE EVENT OF VULGARIS IN MEDICAL STUDENTS OF UNIVERSITAS MALAHAYATI Background: Acne vulgaris is a disorder of the sebaceou...

Back to Top