Javascript must be enabled to continue!
Permasalahan dan Pemeriksaan Actinobacillus
View through CrossRef
Actinobacillus termasuk bakteri oportunistik dan merupakan flora komensal dalam tubuh inang. Pada kondisi normal tidak menyebabkan penyakit dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini terutama dipicu oleh invasi bakteri komensal inang atau bakteri dari lingkungan masuk ke jaringan tubuh inang. Sebagian besar spesies Actinobacillus ditemukan secara khas sebagai komensal pada saluran pernapasan, pencernaan dan genital dari beberapa spesies hewan maupun manusia. Bakteri ini bersifat bakteri Gram negatif yang berbentuk basil, tidak bergerak, tidak membentuk endospora, bersifat anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik serta mampu memfermentasikan karbohidrat, mereduksi citrat, urease positif. Sebagian besar spesies Actinobacillus tumbuh lambat pada media perbenihan agar darah dan agar coklat. Oleh karena prevalensi dan virulensinya tidak setinggi bakteri oportunistik lainnya mengakibatkan jarang ditemukan kasus infeksi Actinobacillus dan kasusnya pada manusia tidak banyak dilaporkan. Oleh karena itu pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis pasti infeksi oleh Actinobacillus sangat diperlukan. Pemeriksaan mikrobiologi antara lain dilakukan dengan uji mikroskopik, biakan, identifikasi biokimia, kepekaan terhadap antibiotik, uji molekuler seperti PCR (Polymerase Chain Reaction), Loop-mediated isothermal amplification (LAMP) dan hibridisasi DNA.
Universitas Bangka Belitung
Title: Permasalahan dan Pemeriksaan Actinobacillus
Description:
Actinobacillus termasuk bakteri oportunistik dan merupakan flora komensal dalam tubuh inang.
Pada kondisi normal tidak menyebabkan penyakit dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini terutama dipicu oleh invasi bakteri komensal inang atau bakteri dari lingkungan masuk ke jaringan tubuh inang.
Sebagian besar spesies Actinobacillus ditemukan secara khas sebagai komensal pada saluran pernapasan, pencernaan dan genital dari beberapa spesies hewan maupun manusia.
Bakteri ini bersifat bakteri Gram negatif yang berbentuk basil, tidak bergerak, tidak membentuk endospora, bersifat anaerobik fakultatif atau mikroaerofilik serta mampu memfermentasikan karbohidrat, mereduksi citrat, urease positif.
Sebagian besar spesies Actinobacillus tumbuh lambat pada media perbenihan agar darah dan agar coklat.
Oleh karena prevalensi dan virulensinya tidak setinggi bakteri oportunistik lainnya mengakibatkan jarang ditemukan kasus infeksi Actinobacillus dan kasusnya pada manusia tidak banyak dilaporkan.
Oleh karena itu pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosis pasti infeksi oleh Actinobacillus sangat diperlukan.
Pemeriksaan mikrobiologi antara lain dilakukan dengan uji mikroskopik, biakan, identifikasi biokimia, kepekaan terhadap antibiotik, uji molekuler seperti PCR (Polymerase Chain Reaction), Loop-mediated isothermal amplification (LAMP) dan hibridisasi DNA.
Related Results
ANTIBIOTIC RESISTANCE OF ACTINOBACILLUS PLEUROPNEUMONIAE IN SWINE: PROBLEMS AND SOLUTIONS
ANTIBIOTIC RESISTANCE OF ACTINOBACILLUS PLEUROPNEUMONIAE IN SWINE: PROBLEMS AND SOLUTIONS
Porcine pleuropneumonia is an infectious contagious disease caused by bacteria Actinobacillus pleuropneumoniae. Currently, the disease is widespread in many countries with well-dev...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Prevalence of Actinobacillus actinomycetemcomitans in moderate and advanced periodontitis
Prevalence of Actinobacillus actinomycetemcomitans in moderate and advanced periodontitis
Actinobacillus actinomycetemcomitans é um bastonete Gram negativo, pequeno, não formador de esporo, imóvel, anaeróbio facultativo. Esta bactéria tem sido fortemente associada na et...
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG PADA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG PADA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
ABSTRACT: Customs clearance activities carried out by the Directorate General of Customs and Excise (DJBC) is closely related to the competitiveness of national economy indicators ...
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KESEDIAAN PEMERIKSAAN HIV DAN AIDS
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DENGAN KESEDIAAN PEMERIKSAAN HIV DAN AIDS
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 memperkirakan jika di Indonesia setiap tahun terdapat 9.000 ibu hamil positif Human Immunodeficiency Virus yang melahirkan bayi...
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Menggunakan Antikoagulan Ethylene Diamine Terta Acetic Acid (EDTA) Dan Natrium Florida (NAF) Dengan Variasi Penundaan Waktu Pemeriksaan Pada Siswa Smk Semesta Bumiayu
Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Menggunakan Antikoagulan Ethylene Diamine Terta Acetic Acid (EDTA) Dan Natrium Florida (NAF) Dengan Variasi Penundaan Waktu Pemeriksaan Pada Siswa Smk Semesta Bumiayu
Laboratorium klinis memiliki peran penting dalam penegakan diagnosis, serta pencegahan terhadap penyakit dan pengobatan terhadap penyakit. Salah satu pemeriksaan laboratorium klini...
Efektivitas Pemeriksaan Serologis Sifilis
Efektivitas Pemeriksaan Serologis Sifilis
Abstract: High prevalence of syphilis can be reduced by doing screening. Tests used for screening and diagnosis of syphilis are serological tests of syphilis consisting of nontrepo...
ANALISA YURIDIS PERALIHAN TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HALIM PERDANA KUSUMA KE DALAM WILAYAH KERJA KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS JAKARTA SELATAN (Juridical Analysis Of The Swicthover Of Immigration Checkpoint At Halim Perdana Ku
ANALISA YURIDIS PERALIHAN TEMPAT PEMERIKSAAN IMIGRASI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HALIM PERDANA KUSUMA KE DALAM WILAYAH KERJA KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS JAKARTA SELATAN (Juridical Analysis Of The Swicthover Of Immigration Checkpoint At Halim Perdana Ku
Struktur organisasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.01-PR.07.04 Tahun 200...

