Javascript must be enabled to continue!
Strategi Pengembangan Energi Terbarukan: Keterlibatan Stakeholder dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
View through CrossRef
Angka elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai angka 98% tetapi sebagian besar masih didominasi oleh energi fosil dan batubara, sedangkan, sejatinya potensi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan belum dimanfaatkan secara maksimal. Pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang ada di Desa Andungbiru telah memanfaatkan potensi alam sejak tahun 1992 hingga saat ini. maka dari itu, peneliti menganalisis tentang strategi pengelolaan energi terbarukan dalam perspektif keterlibatan stakeholder maupun hasil yang terciptanya terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penarikan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa konsep quintuple helix ditemukan dalam pemanfaatan energi terbarukan. Peran dari helix pertama yaitu masyarakat sebagai motor penggerak dan penggagas pemanfaatan energi terbarukan. Selanjutnya peran dari helix kedua adalah swasta yang menorong agar akselerasi dan percepatan terjadi dalam proses pemanfaatan energi terbarukan dengan memberikan bantuan dana untuk memaksimalkan potensi aliran air dan pengembangan jumlah unit pembangkit. Selanjutnya peran dari helix ketiga adalah akademisi yang berperan sebagai pihak perancang dan tenaga ahli dalam perencanaan dan pengembangan teknis pemanfaatan energi baru terbarukan. Helix keempat yaitu alam, dimana potensi alam berupa aliran sungai yang debit airnya stabil dapat dimanfaatkan dengan baik. Helix kelima adalah pemerintah, peran dari pihak pemerintah mendorong terciptanya legailitas kelompok sosial-kemasyarakatan yang ada, selain itu juga memberikan beberapa pelatihan dan peningkatan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat. Selanjutnya hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga manfaat besar dari turunan kegiatan pemanfaatan potensi alam untuk energi terbarukan yaitu: 1) tercukupnya kebutuhan listrik masyarakat, 2) pengembangan keterampilan menanam dan berternak. 3) peningkatan pengetahuan budidaya dan diversivikasi olahan kopi
Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung
Title: Strategi Pengembangan Energi Terbarukan: Keterlibatan Stakeholder dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Description:
Angka elektrifikasi di Indonesia sudah mencapai angka 98% tetapi sebagian besar masih didominasi oleh energi fosil dan batubara, sedangkan, sejatinya potensi energi baru terbarukan yang ramah lingkungan belum dimanfaatkan secara maksimal.
Pembangkit listrik tenaga mikro hidro yang ada di Desa Andungbiru telah memanfaatkan potensi alam sejak tahun 1992 hingga saat ini.
maka dari itu, peneliti menganalisis tentang strategi pengelolaan energi terbarukan dalam perspektif keterlibatan stakeholder maupun hasil yang terciptanya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik penarikan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Penelitian ini menemukan bahwa konsep quintuple helix ditemukan dalam pemanfaatan energi terbarukan.
Peran dari helix pertama yaitu masyarakat sebagai motor penggerak dan penggagas pemanfaatan energi terbarukan.
Selanjutnya peran dari helix kedua adalah swasta yang menorong agar akselerasi dan percepatan terjadi dalam proses pemanfaatan energi terbarukan dengan memberikan bantuan dana untuk memaksimalkan potensi aliran air dan pengembangan jumlah unit pembangkit.
Selanjutnya peran dari helix ketiga adalah akademisi yang berperan sebagai pihak perancang dan tenaga ahli dalam perencanaan dan pengembangan teknis pemanfaatan energi baru terbarukan.
Helix keempat yaitu alam, dimana potensi alam berupa aliran sungai yang debit airnya stabil dapat dimanfaatkan dengan baik.
Helix kelima adalah pemerintah, peran dari pihak pemerintah mendorong terciptanya legailitas kelompok sosial-kemasyarakatan yang ada, selain itu juga memberikan beberapa pelatihan dan peningkatan keterampilan yang dimiliki oleh masyarakat.
Selanjutnya hasil dari penelitian ini adalah terdapat tiga manfaat besar dari turunan kegiatan pemanfaatan potensi alam untuk energi terbarukan yaitu: 1) tercukupnya kebutuhan listrik masyarakat, 2) pengembangan keterampilan menanam dan berternak.
3) peningkatan pengetahuan budidaya dan diversivikasi olahan kopi.
Related Results
Sosialisasi Energi Terbarukan dan Pelatihan Perakitan Listrik Tenaga Surya pada Siswa Sekolah Alam Le Cendekia Gowa
Sosialisasi Energi Terbarukan dan Pelatihan Perakitan Listrik Tenaga Surya pada Siswa Sekolah Alam Le Cendekia Gowa
Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber energi terbarukan. Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat digunakan tanpa batas waktu dan tidak a...
Kajian Pendahuluan Aspek Ketahanan Nasional dalam RUU Energi Terbarukan Indonesia dari Perspektif Akademik
Kajian Pendahuluan Aspek Ketahanan Nasional dalam RUU Energi Terbarukan Indonesia dari Perspektif Akademik
Ketahanan energi merupakan aspek fundamental dalam ketahanan nasional, terutama bagi Indonesia yang memiliki potensi besar dalam energi terbarukan. Penelitian ini menganalisis aspe...
Socialization of New and Renewable Energy for Community of Sawah Lebar Baru Sub-District, Ratu Agung District, Bengkulu City
Socialization of New and Renewable Energy for Community of Sawah Lebar Baru Sub-District, Ratu Agung District, Bengkulu City
Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi akan menyebabkan tingginya penggunaan energi. Sebagian besar energi di dunia menggunakan sumber energi berbasis fosil, dimana penggunaann...
WUJUD KESADARAN BELA NEGARA MELALUI BUDAYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN ENERGI TERBARUKAN
WUJUD KESADARAN BELA NEGARA MELALUI BUDAYA PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN ENERGI TERBARUKAN
<p>Setiap negara memiliki ciri khas kepribadian yang menjadi identitas negara tersebut. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki budaya partisipasi masyarakat. Namun, i...
TINJAUAN STRATEGI DAN POTENSI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN BAGI NEGARA BERKEMBANG DI ASIA TENGGARA
TINJAUAN STRATEGI DAN POTENSI PEMANFAATAN ENERGI TERBARUKAN BAGI NEGARA BERKEMBANG DI ASIA TENGGARA
Negara- negara berkembang khususnya di asia tenggara atau di ASEAN masih tergantung terhadap bahan bakar fosil untuk transportasi dan listrik. Cina dan India menjadi negara di Asia...
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Audit Energi pada Dua Produk Kaca Lembaran di sebuah Pabrik Kaca
Industri pembuatan kaca tersusun atas empat bagian primer, yaitu: kaca lembaran, kaca khusus, kaca fiber, dan kaca container. Pabrik X merupakan sebuah perusahaan besar penghasil k...
PEMANFAATAN DAN PENELITIAN ENERGI MEDAN MAGNET BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DENGAN LAYANG-LAYANG
PEMANFAATAN DAN PENELITIAN ENERGI MEDAN MAGNET BUMI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TERBARUKAN DENGAN LAYANG-LAYANG
Krisis energi khususnya energi listrik yang melanda Indonesia dan negara di dunia telah memaksa berbagai pihak untuk mencari solusi dalam mengatasi persoalan ini. Banyak sekali pen...
ANALISIS GRANGER CAUSALITY TEST KONSUMSI ENERGI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
ANALISIS GRANGER CAUSALITY TEST KONSUMSI ENERGI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Konsumsi energi adalah salah satu faktor penting bagi setiap negara. Pada skala agregat, konsumsi energi menjalankan perannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. E...

