Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN K- MEDOIDS DALAM CLUSTERING FAKTUR PAJAK DI PT AGUNG SERVIS JAYA SAKTI

View through CrossRef
PT Agung Servis Jaya Sakti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan dan penjualan forklift dengan volume transaksi yang tercatat dalam bentuk faktur pajak elektronik (e-Faktur) melalui sistem CORETAX. Besarnya jumlah data transaksi menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola pelanggan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan data faktur pajak pelanggan menggunakan metode K-Means dan K-Medoids serta membandingkan kualitas hasil clustering yang dihasilkan oleh kedua metode tersebut. Variabel yang digunakan meliputi Nilai Ekonomi Transaksi (DPP), Besaran Beban Pajak (PPN), dan Periode Masa Pajak. Proses penelitian meliputi tahap seleksi data, pembersihan data, transformasi, normalisasi, proses clustering menggunakan K-Means dan K-Medoids, serta evaluasi kualitas cluster menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode K-Means menghasilkan nilai DBI sebesar 0,380, sedangkan metode K-Medoids menghasilkan nilai DBI sebesar 1,141. Nilai DBI yang lebih rendah menunjukkan kualitas cluster yang lebih baik, sehingga K-Means menghasilkan pemisahan cluster yang lebih optimal dibandingkan K-Medoids. Namun demikian, K-Medoids menunjukkan kestabilan cluster yang lebih baik terhadap keberadaan data ekstrem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelompokan data faktur pajak mampu membentuk tiga kelompok utama pelanggan, yaitu pelanggan dengan transaksi rendah, sedang, dan tinggi, yang dapat digunakan sebagai dasar pendukung pengambilan keputusan perpajakan dan strategi bisnis perusahaan
Title: PERBANDINGAN METODE K-MEANS DAN K- MEDOIDS DALAM CLUSTERING FAKTUR PAJAK DI PT AGUNG SERVIS JAYA SAKTI
Description:
PT Agung Servis Jaya Sakti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan dan penjualan forklift dengan volume transaksi yang tercatat dalam bentuk faktur pajak elektronik (e-Faktur) melalui sistem CORETAX.
Besarnya jumlah data transaksi menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pola pelanggan secara manual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan data faktur pajak pelanggan menggunakan metode K-Means dan K-Medoids serta membandingkan kualitas hasil clustering yang dihasilkan oleh kedua metode tersebut.
Variabel yang digunakan meliputi Nilai Ekonomi Transaksi (DPP), Besaran Beban Pajak (PPN), dan Periode Masa Pajak.
Proses penelitian meliputi tahap seleksi data, pembersihan data, transformasi, normalisasi, proses clustering menggunakan K-Means dan K-Medoids, serta evaluasi kualitas cluster menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode K-Means menghasilkan nilai DBI sebesar 0,380, sedangkan metode K-Medoids menghasilkan nilai DBI sebesar 1,141.
Nilai DBI yang lebih rendah menunjukkan kualitas cluster yang lebih baik, sehingga K-Means menghasilkan pemisahan cluster yang lebih optimal dibandingkan K-Medoids.
Namun demikian, K-Medoids menunjukkan kestabilan cluster yang lebih baik terhadap keberadaan data ekstrem.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelompokan data faktur pajak mampu membentuk tiga kelompok utama pelanggan, yaitu pelanggan dengan transaksi rendah, sedang, dan tinggi, yang dapat digunakan sebagai dasar pendukung pengambilan keputusan perpajakan dan strategi bisnis perusahaan.

Related Results

TINJAUAN IMPLEMENTASI E-FAKTUR PAJAK: STUDI KASUS KPP PRATAMA MEDAN TIMUR
TINJAUAN IMPLEMENTASI E-FAKTUR PAJAK: STUDI KASUS KPP PRATAMA MEDAN TIMUR
E-Faktur pajak merupakan salah satu aplikasi yang digunakan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau impl...
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku. Tujuan penelit...
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Analisis Peranan Konsultan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Melaksanakan Kewajiban Perpajakan
Latar belakang: Pajak adalah kewajiban seseorang atau badan usaha untuk menyerahkan iuran yang bersifat memaksa kepada pemerintah berdasarkan peraturan yang berlaku. Tujuan penelit...
Pelatihan Pelaporan SPT Masa Ppn Dan PPnBM
Pelatihan Pelaporan SPT Masa Ppn Dan PPnBM
Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) tentunya memiliki kewajiban untuk memunggut PPN, menyetorkan PPN yang terhutang serta melaporkan SPT Masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-faktu...
Determinan Penggelapan Pajak Di Kpp Pratama Batam Selatan
Determinan Penggelapan Pajak Di Kpp Pratama Batam Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang dapat memberikan pengaruh kepada niat wajib pajak untuk melakukan penggelapan pajak. Determinan penggelapan pajak yang d...
PENGARUH PENGELAKAN PAJAK DAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
PENGARUH PENGELAKAN PAJAK DAN IMPLEMENTASI PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK
Dalam APBN Indonesia, pajak mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap pembiayaan negara. Kontribusi penerimaan pajak terhadap sumber pendanaan negara dari tahun ke tahun sela...
Determinan Kesuksesan Implementasi Aplikasi e-Faktur
Determinan Kesuksesan Implementasi Aplikasi e-Faktur
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan dan persepsi kerumitan terhadap kesuksesan implementasi e-fakt...

Back to Top