Javascript must be enabled to continue!
Tindakan Nikodemus Membela Yesus (Yohanes 7: 45-52) Dalam Perspektif Moral Immanuel Kant
View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tindakan Nikodemus dalam teks Yohanes 7:45-52 dari sudut pandang moral menurut Immanuel Kant. Dalam teks ini, Nikodemus melakukan pembelaan terhadap Yesus di hadapan orang-orang Farisi yang menuduh Yesus sebagai penyesat. Secara hukum, pembelaan Nikodemus memiliki pendasarannya dalam hukum taurat. Untuk itu, penulis memperdalam tindakan Nikodemus dari perspektif moral. Menurut Kant, baik buruknya suatu tindakan tidak dinilai berdasarkan tujuan atau akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut, melainkan berdasarkan kewajiban moral tindakan itu sendiri. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif, penulis menyimpulkan bahwa tindakan Nikodemus memuat nilai-nilai moral sesuai pandangan moral Kant. Hal ini tergambar dalam beberapa hal yakni imperatif kategoris, maksim universal, dan tindakan demi kewajiban. Pertama, tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan adalah sebuah imperatif kategoris karena tindakannya baik di dalam dirinya sendiri. Kedua, tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan adalah sebuah maksim formal yang sekaligus dapat menjadi maksim universal. Ketiga, tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan adalah sebuah tindakan yang datang dari dalam diri Nikodemus, tanpa dorongan tertentu dari luar dirinya. Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan orang-orang Farisi merupakan sebuah tindakan moral.
SCRIPTA : Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual, STT Ebenhaezer Tanjung Enim
Title: Tindakan Nikodemus Membela Yesus (Yohanes 7: 45-52) Dalam Perspektif Moral Immanuel Kant
Description:
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tindakan Nikodemus dalam teks Yohanes 7:45-52 dari sudut pandang moral menurut Immanuel Kant.
Dalam teks ini, Nikodemus melakukan pembelaan terhadap Yesus di hadapan orang-orang Farisi yang menuduh Yesus sebagai penyesat.
Secara hukum, pembelaan Nikodemus memiliki pendasarannya dalam hukum taurat.
Untuk itu, penulis memperdalam tindakan Nikodemus dari perspektif moral.
Menurut Kant, baik buruknya suatu tindakan tidak dinilai berdasarkan tujuan atau akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut, melainkan berdasarkan kewajiban moral tindakan itu sendiri.
Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif, penulis menyimpulkan bahwa tindakan Nikodemus memuat nilai-nilai moral sesuai pandangan moral Kant.
Hal ini tergambar dalam beberapa hal yakni imperatif kategoris, maksim universal, dan tindakan demi kewajiban.
Pertama, tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan adalah sebuah imperatif kategoris karena tindakannya baik di dalam dirinya sendiri.
Kedua, tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan adalah sebuah maksim formal yang sekaligus dapat menjadi maksim universal.
Ketiga, tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan adalah sebuah tindakan yang datang dari dalam diri Nikodemus, tanpa dorongan tertentu dari luar dirinya.
Dengan demikian, penulis menyimpulkan bahwa tindakan Nikodemus membela Yesus di hadapan ketidakadilan orang-orang Farisi merupakan sebuah tindakan moral.
Related Results
Immanuel Kant: Ethics
Immanuel Kant: Ethics
The ethical theory of Immanuel Kant (b. 1724–d. 1804) exerted a powerful influence on the subsequent history of philosophy and continues to be a dominant approach to ethics, rivali...
Gambaran Anak Sekolah Dasar Mengenai Yesus
Gambaran Anak Sekolah Dasar Mengenai Yesus
Yesus Kristus dalah pokok utama iman Kristen. Bagi umat Kristen Yesus adalah Tuhan, Anak Allah, penyelamat dan bahkah adalah Allah yang menjilma menjadi manusia. Di sekolah mulai d...
MAKNA TEOLOGIS GELAR LOGOS SEBAGAI YESUS DALAM INJIL YOHANES
MAKNA TEOLOGIS GELAR LOGOS SEBAGAI YESUS DALAM INJIL YOHANES
Penelitian ini mencoba buat menjawab perihal konsep teologis gelar logos bagi Yesus menurut injil Yohanes 1 dengan pendekatan teologis . Dimana Yesus di beri gelar oleh Injil Yohan...
Kajian Teologis Terhadap Makna Logos Menurut Injil Yohanes
Kajian Teologis Terhadap Makna Logos Menurut Injil Yohanes
Tulisan ini membahas tentang makna Logos pada Yesus dalam Injil Yohanes. Logos merupakan salah satu kunci di dalam agama Kristen. Injil Yohanes merupakan salah satu injil yang men...
Kerajaan Allah Sebagai Inti Kehidupan Dan Perutusan Yesus
Kerajaan Allah Sebagai Inti Kehidupan Dan Perutusan Yesus
Abstract: The Kingdom of God is central to the whole message of Jesus Christ. Through the kingdom of God, we can discover and understand the entire mission of Jesus. The Kingdom of...
Kebangkitan Yesus Menurut Injil Lukas 24:1-49 dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kin
Kebangkitan Yesus Menurut Injil Lukas 24:1-49 dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kin
Kebangkitan Yesus merupakan peristiwa yang fundamental bagi iman Kristiani. Kebangkitan Yesus menegaskan kemenangan-Nya atas dosa, maut, dan kuasa kegelapan. Kebangkitan memberikan...
PERJALANAN IMAN WANITA SAMARIA (Yoh 4: 1-42)
PERJALANAN IMAN WANITA SAMARIA (Yoh 4: 1-42)
Dalam Injil Yohanes 4:1-42 dikisahkan tentang percakapan Yesus dengan wanita Samaria di sebuah sumur di Sikhar. Tulisan ini bukan sebuah tafsiran atas perikop tersebut, melainkan u...
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
[JF] Pengantar Redaksi Vol. 31 No. 2 Agustus 2021
Pembaca Yang Budiman,Di tengah situasi yang belum normal seperti sediakala sebelum pandemi Covid-19, redaksi Jurnal Filsafat tetap berupaya untuk tetap menjaga kontinuitas penerbit...


