Javascript must be enabled to continue!
Postmodernisme, Panggilan Akan Gerak Keluar Gereja
View through CrossRef
Abstract: Post modernism thought is the main stream forming contemporary society (at this time). At this time, the world is faced with many strange problems. Never before has the world experienced such an abyss of social injustice and the threat of destruction so massive. The threat of environmental damage, nuclear war, and the exclusion of humans from jobs due to technology, have become a part of today's life. The legalization of abortion, euthanasia, same-sex marriage, the death penalty, etc., which are contrary to religious values, is increasingly widespread among countries in the world. In the midst of this situation, it is worth reflecting on: what is the role of religion in people's lives so far? This is interesting considering that the majority of the world's population today are in fact religious people. Why do religious values seem to disappear in real life? Why is the world moving in the opposite direction of religious values? What is the role of Christianity as the largest religion of its adherents in the world today? How can the Church be more involved? On the basis of the need to answer these questions, this research was conducted. The research is focused in the context of Christianity and is carried out through literature studies. The method used is to compare the essence of post-modernism thought on related topics, with the nature of the Church's vocation in the wider community. The results of the study indicate that the post-modernism era has opened a wider call for the outward movement of the Church as a carrier of good values. The world can no longer run without the value of virtue as a support. The destructive direction of the world's movement needs to be corrected immediately. It takes new, appropriate ways for the Church to bring back these important values in the public sphere.
Abstrak: Pemikiran post modernisme adalah arus utama pembentuk masyarakat kontemporer (masa ini). Pada masa ini, dunia dihadapkan pada banyak masalah pelik. Belum pernah terjadi sebelumnya, dunia mengalami jurang ketidak-adilan sosial separah ini dan juga ancaman kehancuran yang begitu masif. Ancaman dampak kerusakan lingkungan, perang nuklir, dan tersingkirnya manusia dari lapangan kerja akibat teknologi, telah menjadi bagian kehidupan masa ini. Dilegalkannya aborsi, euthanasia, perkawinan sejenis, hukuman mati, dan lain-lain, yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, makin meluas diantara negara-negara di dunia. Ditengah situasi ini, layak direfleksikan: apa peran agama dalam kehidupan masyarakat selama ini? Ini menarik mengingat mayoritas penduduk dunia masa ini faktanya adalah orang beragama. Mengapa nilai-nilai agama seakan lenyap dalam kehidupan nyata? Mengapa dunia justru bergerak menuju arah berlawanan dari nilai-nilai agama? Apa peran agama Kristiani sebagai agama terbesar penganutnya di dunia masa ini? Bagaimana caranya supaya Gereja dapat lebih berperan? Atas dasar kebutuhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inilah, penelitian ini dilakukan. Penelitian difokuskan dalam konteks agama Kristiani dan dilakukan lewat studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan esensi pemikiran post modernisme pada topik terkait, dengan hakikat panggilan Gereja ditengah masyarakat luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era post modernisme, membuka panggilan yang lebih luas akan gerak keluar Gereja sebagai pembawa nilai-nilai kebaikan. Ini kebaruan yang disumbangkan penelitian. Dunia tidak boleh lagi berjalan tanpa nilai keutamaan sebagai penopang. Arah salah pergerakan dunia yang bersifat destruktif, butuh segera diperbaiki. Butuh cara-cara baru yang sesuai, bagi Gereja untuk menghadirkan kembali nilai-nilai penting itu dalam ruang publik.
Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya
Title: Postmodernisme, Panggilan Akan Gerak Keluar Gereja
Description:
Abstract: Post modernism thought is the main stream forming contemporary society (at this time).
At this time, the world is faced with many strange problems.
Never before has the world experienced such an abyss of social injustice and the threat of destruction so massive.
The threat of environmental damage, nuclear war, and the exclusion of humans from jobs due to technology, have become a part of today's life.
The legalization of abortion, euthanasia, same-sex marriage, the death penalty, etc.
, which are contrary to religious values, is increasingly widespread among countries in the world.
In the midst of this situation, it is worth reflecting on: what is the role of religion in people's lives so far? This is interesting considering that the majority of the world's population today are in fact religious people.
Why do religious values seem to disappear in real life? Why is the world moving in the opposite direction of religious values? What is the role of Christianity as the largest religion of its adherents in the world today? How can the Church be more involved? On the basis of the need to answer these questions, this research was conducted.
The research is focused in the context of Christianity and is carried out through literature studies.
The method used is to compare the essence of post-modernism thought on related topics, with the nature of the Church's vocation in the wider community.
The results of the study indicate that the post-modernism era has opened a wider call for the outward movement of the Church as a carrier of good values.
The world can no longer run without the value of virtue as a support.
The destructive direction of the world's movement needs to be corrected immediately.
It takes new, appropriate ways for the Church to bring back these important values in the public sphere.
Abstrak: Pemikiran post modernisme adalah arus utama pembentuk masyarakat kontemporer (masa ini).
Pada masa ini, dunia dihadapkan pada banyak masalah pelik.
Belum pernah terjadi sebelumnya, dunia mengalami jurang ketidak-adilan sosial separah ini dan juga ancaman kehancuran yang begitu masif.
Ancaman dampak kerusakan lingkungan, perang nuklir, dan tersingkirnya manusia dari lapangan kerja akibat teknologi, telah menjadi bagian kehidupan masa ini.
Dilegalkannya aborsi, euthanasia, perkawinan sejenis, hukuman mati, dan lain-lain, yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, makin meluas diantara negara-negara di dunia.
Ditengah situasi ini, layak direfleksikan: apa peran agama dalam kehidupan masyarakat selama ini? Ini menarik mengingat mayoritas penduduk dunia masa ini faktanya adalah orang beragama.
Mengapa nilai-nilai agama seakan lenyap dalam kehidupan nyata? Mengapa dunia justru bergerak menuju arah berlawanan dari nilai-nilai agama? Apa peran agama Kristiani sebagai agama terbesar penganutnya di dunia masa ini? Bagaimana caranya supaya Gereja dapat lebih berperan? Atas dasar kebutuhan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan inilah, penelitian ini dilakukan.
Penelitian difokuskan dalam konteks agama Kristiani dan dilakukan lewat studi kepustakaan.
Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan esensi pemikiran post modernisme pada topik terkait, dengan hakikat panggilan Gereja ditengah masyarakat luas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa era post modernisme, membuka panggilan yang lebih luas akan gerak keluar Gereja sebagai pembawa nilai-nilai kebaikan.
Ini kebaruan yang disumbangkan penelitian.
Dunia tidak boleh lagi berjalan tanpa nilai keutamaan sebagai penopang.
Arah salah pergerakan dunia yang bersifat destruktif, butuh segera diperbaiki.
Butuh cara-cara baru yang sesuai, bagi Gereja untuk menghadirkan kembali nilai-nilai penting itu dalam ruang publik.
Related Results
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
Gereja Visioner Panggilan Memuridkan “Bangsa”
A visionary church is the dream of every pastor and church congregation, but in the current reality the church is not doing what it wants and expected so that the visionary church...
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Pentingnya Penginjilan Bagi Pertumbuhan Gereja dalam Perintisan Jemaat Baru
Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang menjalankan tugas utamanya terhadap penginjilan. Tugas penginjilan adalah tugas semua orang percaya tanpa terkecuali. Dipertajamkan langsun...
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Gereja Musafir Sebagai Antisipasi Hidup Eskatologis
Tujuan tulisan ini ialah untuk menggali kekayaan kazanah teologi Katolik tentang Gereja secara khusus yang akan digali dalam tulisan ini tentang Gereja musafir. Kata Musafir mau me...
PENDIDIKAN IPS ERA POSTMODERNISME
PENDIDIKAN IPS ERA POSTMODERNISME
Postmodernisme adalah sebuah cara pandang baru terhadap IPTEK dan sosial budaya saat ini. Ciri utama postmodernisme adalah ketidakpastian. Manusia masa kini berada pada kondisi yan...
KORELASI POLA PANGGILAN PELAYANAN TOKOH-TOKOH ALKITAB DENGAN POLA PANGGILAN PELAYANAN MAHASISWA STT INJIL BHAKTI CARAKA BATAM
KORELASI POLA PANGGILAN PELAYANAN TOKOH-TOKOH ALKITAB DENGAN POLA PANGGILAN PELAYANAN MAHASISWA STT INJIL BHAKTI CARAKA BATAM
Panggilan berbicara mengenai undangan keselamatan yang Tuhan berikan secara gratis bagi umat manusia. Tuhan tidak ingin manusia hanya sekedar mengalami pertobatan dan menerima kese...
Peran Akuntansi Informasi Akuntansi dalam Keuangan Gereja
Peran Akuntansi Informasi Akuntansi dalam Keuangan Gereja
Gereja merupalcan institusi rohtqni dan duniawi. secara rohani gereja adalah bagian dari Kerajaan Allah di dunia, sedangkan ospek duniawi gereja adalah organisosiformal yang terdir...
Postmodernisme Dalam Perspektif Islam
Postmodernisme Dalam Perspektif Islam
Postmodernisme merupakan arus pemikiran yang muncul sebagai respons terhadap modernisme, menekankan pluralitas, relativitas kebenaran, serta kritik terhadap narasi besar yang diang...

