Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Fortifikasi Ikan Bandeng pada Opak Singkong

View through CrossRef
Opak merupakan makanan camilan sejenis kerupuk, terbuat dari singkong yang melalui proses penggilingan dan perebusan kemudian diberi garam dan daun kucai, dibentuk bulat dan tipis-tipis dijemur lalu digoreng. Opak umumnya dipasarkan dalam bentuk matang maupun mentah. Fortifikasi ikan bandeng pada pembuatan opak merupakan salah satu upaya peningkatan nilai gizi produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi penambahan ikan bandeng terbaik pada pembuatan opak dan menganalisis mutu kimia dan organoleptik opak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi penambahan ikan bandeng  sebesar 5% ; 10% dan 15%. Parameter uji yang dilakukan pada pada penelitian ini yaitu kadar air, kadar protein, kadar lemak dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air opak yang telah difortifikasi ikan bandeng berada pada kisaran 3,09 -3,93%, kadar lemak 11,61-24.07% dan kadar protein 3,59-7,81%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi penambahan ikan bandeng maka semakin rendah penilaian konsumen terhadap opak. Perlakuan penambahan ikan bandeng 5% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar air 3.09%, kadar lemak 24.07%, kadar protein 3.59% serta nilai kesukaan warna, tekstur, aroma dan rasa  4 (suka).
Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Title: Fortifikasi Ikan Bandeng pada Opak Singkong
Description:
Opak merupakan makanan camilan sejenis kerupuk, terbuat dari singkong yang melalui proses penggilingan dan perebusan kemudian diberi garam dan daun kucai, dibentuk bulat dan tipis-tipis dijemur lalu digoreng.
Opak umumnya dipasarkan dalam bentuk matang maupun mentah.
Fortifikasi ikan bandeng pada pembuatan opak merupakan salah satu upaya peningkatan nilai gizi produk makanan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi penambahan ikan bandeng terbaik pada pembuatan opak dan menganalisis mutu kimia dan organoleptik opak.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi penambahan ikan bandeng  sebesar 5% ; 10% dan 15%.
Parameter uji yang dilakukan pada pada penelitian ini yaitu kadar air, kadar protein, kadar lemak dan uji organoleptik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air opak yang telah difortifikasi ikan bandeng berada pada kisaran 3,09 -3,93%, kadar lemak 11,61-24.
07% dan kadar protein 3,59-7,81%.
Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi penambahan ikan bandeng maka semakin rendah penilaian konsumen terhadap opak.
Perlakuan penambahan ikan bandeng 5% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar air 3.
09%, kadar lemak 24.
07%, kadar protein 3.
59% serta nilai kesukaan warna, tekstur, aroma dan rasa  4 (suka).

Related Results

Histological analysis of Milkfish (Chanos chanos, Forskal) which was stunting
Histological analysis of Milkfish (Chanos chanos, Forskal) which was stunting
Ikan bandeng ( Chanos chanos ) merupakan ikan penting yang bernilai ekonomi. Ikan bandeng banyak dikonsumsi karena memiliki nilai gizi yang tinggi. Ikan bandeng juga digunakan seba...
Profil Cemaran Kromium dan Akumulasinya pada Ikan di Muara Sungai Opak Kabupaten Bantul
Profil Cemaran Kromium dan Akumulasinya pada Ikan di Muara Sungai Opak Kabupaten Bantul
Sungai Opak merupakan salah satu sungai utama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berpotensi tercemar akibat aktivitas pembuangan limbah kegiatan pertanian dan industri pen...
PENGARUH VARIASI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP TINGKAT KESUKAAN BAKSO IKAN BANDENG (Channos channos Forsk) PRESTO
PENGARUH VARIASI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP TINGKAT KESUKAAN BAKSO IKAN BANDENG (Channos channos Forsk) PRESTO
Modifikasi olahan ikan bandeng (Chanos chanos) presto duri lunak perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan menghasilkan inovasi produk baru, salah satunya dalam bentuk ba...
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK OLAHAN SINGKONG
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK OLAHAN SINGKONG
Kandungan karbohidrat singkong yaitu 38 gram per 100 gram singkong atau setara dengan 12%, sehingga singkong cocok dijadikan makanan pengganti beras. Penelitian ini dilakukan di Ka...
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
ANALISIS SUBSEKTOR PERIKANAN DI KABUPATEN OKU TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui jenis ikan unggul di OKU Timur. 2) Untuk mengetahui pertumbuhan komoditas subsektor perikanan di OKU Timur. Hasil penel...
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN BAHAN DASAR UBI DI DESA BINGKAT KECAMATAN PEGAJAHAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2017
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN MAKANAN BAHAN DASAR UBI DI DESA BINGKAT KECAMATAN PEGAJAHAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2017
Di desa Bingkat Kecamatan Pegajahan banyak terdapat industri rumah tanggapengolah ubi menjadi opak dan juga sebagai keripik, hal ini dilatarbelakangi daerah inimerupakan penghasil ...
PEMANFAATAN LIMBAH BANDENG CABUT DURI (TANDU) KHAS KENDAL SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN MAKANAN
PEMANFAATAN LIMBAH BANDENG CABUT DURI (TANDU) KHAS KENDAL SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN MAKANAN
Bandeng merupakan salah satu sumber pangan yang sangat bergizi. Akan tetapi, konsumsimasyarakat terhadap Bandeng kurang karena mempunyai tulang dan duri yang cukup banyaksehingga b...

Back to Top