Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perancangan Batik Cap Dengan Corak Wedangan Tradisional Indonesia

View through CrossRef
Batik merupakan salah satu kain tradisi khas dari Indonesia yang unik, keunikannya dapat dilihat dari berbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Dalam hal motif, batik biasanya memiliki motif – motif yang kental dengan filosofi hidup. Popularitas batik mulai berkembang pada akhir abad ke -18 atau awal abad ke-19. Berawal dari teknik tulis hingga berkembang menjadi teknik canting cap. Munculnya batik cap menandai era industrialisasi. Semenjak era industrialisasi dan globalisasi yang memperkenalkan teknik otomatisasi. Pada perancangan ini, penulis ingin mengembangkan motif batik dengan motif Wedangan Tradisional Indonesia. Wedangan tradisional Indonesia merupakan salah satu warisan budaya, Wedangan merupakan minuman dan minuman khas Indonesia yang digemari masyarakat, namun posisinya sudah mulai tergeser dan kalah bersaing dengan minuman yang lebih modern, oleh karena itu perancangan batik ini dibuat untuk mengenalkan kembali tradisi dari minum wedangan tradisional. Batik cap dengan corak wedangan tradisional Indonesia sebelumnya belum pernah ada, sehingga perancangan ini menjadi pembeda dari berbagai jenis motif yang ada dipasaran. Batik cap digunakan dalam proses pembuatan karya batik ini karena dalam proses produksinya memerlukan waktu yang relatif lebih cepat serta dapat memproduksi lebih banyak. Oleh karena itu, sesuai dengan pendekatan desain dari penjabaran Teori Clipson mengenai penciptaan desain tekstil karya ini, dipertimbangkan dengan baik dari identifikasi masalah, analisa perencanaan produksi, proses kreatif, proses produksi dan distribusi pemasaran. Kata kunci : batik cap, wedangan tradisional Indonesia, teori clipson, katun sutera.  
Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Denpasar
Title: Perancangan Batik Cap Dengan Corak Wedangan Tradisional Indonesia
Description:
Batik merupakan salah satu kain tradisi khas dari Indonesia yang unik, keunikannya dapat dilihat dari berbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri.
Dalam hal motif, batik biasanya memiliki motif – motif yang kental dengan filosofi hidup.
Popularitas batik mulai berkembang pada akhir abad ke -18 atau awal abad ke-19.
Berawal dari teknik tulis hingga berkembang menjadi teknik canting cap.
Munculnya batik cap menandai era industrialisasi.
Semenjak era industrialisasi dan globalisasi yang memperkenalkan teknik otomatisasi.
Pada perancangan ini, penulis ingin mengembangkan motif batik dengan motif Wedangan Tradisional Indonesia.
Wedangan tradisional Indonesia merupakan salah satu warisan budaya, Wedangan merupakan minuman dan minuman khas Indonesia yang digemari masyarakat, namun posisinya sudah mulai tergeser dan kalah bersaing dengan minuman yang lebih modern, oleh karena itu perancangan batik ini dibuat untuk mengenalkan kembali tradisi dari minum wedangan tradisional.
Batik cap dengan corak wedangan tradisional Indonesia sebelumnya belum pernah ada, sehingga perancangan ini menjadi pembeda dari berbagai jenis motif yang ada dipasaran.
Batik cap digunakan dalam proses pembuatan karya batik ini karena dalam proses produksinya memerlukan waktu yang relatif lebih cepat serta dapat memproduksi lebih banyak.
Oleh karena itu, sesuai dengan pendekatan desain dari penjabaran Teori Clipson mengenai penciptaan desain tekstil karya ini, dipertimbangkan dengan baik dari identifikasi masalah, analisa perencanaan produksi, proses kreatif, proses produksi dan distribusi pemasaran.
Kata kunci : batik cap, wedangan tradisional Indonesia, teori clipson, katun sutera.
 .

Related Results

KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
KAJIAN MOTIF BATIK PRING SEDAPUR KARYA NUNUNG WIJAYANTI DI GROBOGAN MENGGUNAKAN KONSEP PENCIPTAAN KRIYA
ABSTRAK Batik merupakan salah satu perwujudan dari kebudayaan Indonesia yang dituangkan dalam selembar kain. Batik Grobogan merupakan salah satu ikon yang menggambarkan karakterist...
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
Utilization of Cigarette Box Waste to Become a Mangrove Batik Printer in Tanjung Rejo Village, Percut Sei Tuan District
There are not many uses of mangroves as natural batik dyes, due to the lack of information available about these natural ingredients. The process of using natural colors in batik t...
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Penciptaan Batik Inspirasi Tradisi Boyong Grobog
Abstract. The Boyong Grobog Carnival is one of the original traditions of Grobogan which commemorates the anniversary of Grobogan Regency and is always celebrated by the people eve...
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MOTIF BATIK INCUNG
Abstrak: Motif batik Incung dalam motif batik yang hanya terdapat di wilayah Kerinci (Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh) yang menjadikan batik ini menjadi batik khas dari wil...
BATIK TULIS KHAS SRAGEN DENGAN SUMBER IDE MOTIF GAJAH PURBA
BATIK TULIS KHAS SRAGEN DENGAN SUMBER IDE MOTIF GAJAH PURBA
ABSTRAK Duwi Wahyu Hidayat. C0913017. 2019. Batik Tulis khas  Sragen dengan Sumber Ide Gajah Purba. Tugas Akhir : Program Studi Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universi...
Perancangan Motif Batik dengan Sumber Ide Pohon Keben melalui Teknik Batik Cap
Perancangan Motif Batik dengan Sumber Ide Pohon Keben melalui Teknik Batik Cap
Gayuh Murdianto. C0914018. 2021. Perancangan ini terinspirasi dari batik pesisir di Cilacap yang lebih sering disebut batik Maos. Memiliki paduan warna pedalaman dan pesisir karena...
PERKEMBANGAN BATIK DI INDUSTRI TATZAKA DESA TAMPO KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI
PERKEMBANGAN BATIK DI INDUSTRI TATZAKA DESA TAMPO KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) motif batik di industri Tatzaka, 2) warna batik di industri Tatzaka, 3) bahan pembuatan batik di industri Tatzaka, 4) teknik pemb...
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
PELATIHAN BATIK TULIS ARIMBI SEBAGAI VALUE CO-CREATION KAMPOENG DJAWI WONOSALAM
Abstract: Local wisdom can support in overcoming various problems that exist in the community. Local wisdom which is part of cultural heritage has the potential to be used as a dev...

Back to Top