Javascript must be enabled to continue!
KEHADIRAN MOTIF CERITA MADAME BOVARY (1856) KARYA GUSTAVE FLAUBERT DALAM HIKAYAT SITI MARIAH (1910--1912) KARYA HADJI MOEKTI: KAJIAN SASTRA BANDINGAN
View through CrossRef
The presence of Madame Bovary's story motif (1856) in Indonesian literature, especially Hikayat Siti Mariah (1910--1912) provides evidence that there is a reception of similar between French and Dutch colonial or Indonesian. This paper aims to (1) find out the ideas of the two texts in displaying similar story motif, (2) the form of respons from Madame Bovary (1856) in the Hikayat Siti Mariah (1910--1912), and (3) the significance of Madame Bovary's presence (1856) in the Hikayat Siti Mariah (1910--1912) as a social response. This paper uses a comparative literary point of view by considering the social context as a response. The objects are Madame Bovary (1856) by Gustave Flaubert and Hikayat Siti Mariah (1910--1912) by Hadji Moekti and the significance of the presence of Madame Bovary in Indonesian literature. The research data consists of the content or ideas of the two texts, the spirit of age, and the social context. Data interpretation is done by comparing the content or ideas of the two texts by considering the social context of each text. The results obtained are (1) the two texts present ideas against the bourgeois class resistance by using symbols of women and sexuality, (2) the Hikayat Siti Mariah (1910--1912) takes the motive of the story to attack the Dutch capitalists and liberal groups who construct the identities of the colonized subjects, and (3) the presence of the text of Madame Bovary (1856) in Indonesian literature shows a global anti-colonial spirit. Kehadiran motif cerita Madame Bovary (1856) dalam sastra Indonesia terutama Hikayat Siti Mariah (1910--1912) memberikan bukti terdapat resepsi atas semangat dan persoalan yang serupa antara masyarakat Prancis dan tanah jajahan Belanda atau Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk (1) mengetahui gagasan kedua teks tersebut dalam menampilkan motif cerita yang serupa, (2) mengetahui wujud sambutan dari Madame Bovary (1856) dalam teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912), dan (3) mengetahui makna kehadiran Madame Bovary (1856) dalam teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912) sebagai satu respon sosial. Tulisan ini mengunakan sudut pandang sastra bandingan dengan mempertimbangkan konteks sosial sebagai satu respon. Objek tulisan ini adalah Madame Bovary (1856) karya Gustave Flaubert dan Hikayat Siti Mariah (1910--1912) karya Hadji Moekti dan makna kehadiran teks Madame Bovary dalam sastra Indonesia. Data penelitian ini terdiri atas isi atau gagasan dari kedua teks, semangat zaman, dan konteks sosial. Interpretasi data dilakukan dengan membandingkan isi atau gagasan kedua teks dengan mempertimbangkan konteks sosial masing-masing teks. Hasil yang diperoleh adalah (1) kedua teks menghadirkan gagasan terhadap perlawanan kelas borjuis dengan memanfaatkan simbol perempuan dan seksualitas, (2) teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912) mengambil motif cerita untuk menyerang kaum kapitalis dan golongan liberal Belanda yang mengkonstruksi identitas subjek terjajah, dan (3) kehadiran teks Madame Bovary (1856) dalam sastra Indonesia menunjukan semangat anti penjajahan yang mengglobal terutama kolonialisme.
Title: KEHADIRAN MOTIF CERITA MADAME BOVARY (1856) KARYA GUSTAVE FLAUBERT DALAM HIKAYAT SITI MARIAH (1910--1912) KARYA HADJI MOEKTI: KAJIAN SASTRA BANDINGAN
Description:
The presence of Madame Bovary's story motif (1856) in Indonesian literature, especially Hikayat Siti Mariah (1910--1912) provides evidence that there is a reception of similar between French and Dutch colonial or Indonesian.
This paper aims to (1) find out the ideas of the two texts in displaying similar story motif, (2) the form of respons from Madame Bovary (1856) in the Hikayat Siti Mariah (1910--1912), and (3) the significance of Madame Bovary's presence (1856) in the Hikayat Siti Mariah (1910--1912) as a social response.
This paper uses a comparative literary point of view by considering the social context as a response.
The objects are Madame Bovary (1856) by Gustave Flaubert and Hikayat Siti Mariah (1910--1912) by Hadji Moekti and the significance of the presence of Madame Bovary in Indonesian literature.
The research data consists of the content or ideas of the two texts, the spirit of age, and the social context.
Data interpretation is done by comparing the content or ideas of the two texts by considering the social context of each text.
The results obtained are (1) the two texts present ideas against the bourgeois class resistance by using symbols of women and sexuality, (2) the Hikayat Siti Mariah (1910--1912) takes the motive of the story to attack the Dutch capitalists and liberal groups who construct the identities of the colonized subjects, and (3) the presence of the text of Madame Bovary (1856) in Indonesian literature shows a global anti-colonial spirit.
Kehadiran motif cerita Madame Bovary (1856) dalam sastra Indonesia terutama Hikayat Siti Mariah (1910--1912) memberikan bukti terdapat resepsi atas semangat dan persoalan yang serupa antara masyarakat Prancis dan tanah jajahan Belanda atau Indonesia.
Tulisan ini bertujuan untuk (1) mengetahui gagasan kedua teks tersebut dalam menampilkan motif cerita yang serupa, (2) mengetahui wujud sambutan dari Madame Bovary (1856) dalam teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912), dan (3) mengetahui makna kehadiran Madame Bovary (1856) dalam teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912) sebagai satu respon sosial.
Tulisan ini mengunakan sudut pandang sastra bandingan dengan mempertimbangkan konteks sosial sebagai satu respon.
Objek tulisan ini adalah Madame Bovary (1856) karya Gustave Flaubert dan Hikayat Siti Mariah (1910--1912) karya Hadji Moekti dan makna kehadiran teks Madame Bovary dalam sastra Indonesia.
Data penelitian ini terdiri atas isi atau gagasan dari kedua teks, semangat zaman, dan konteks sosial.
Interpretasi data dilakukan dengan membandingkan isi atau gagasan kedua teks dengan mempertimbangkan konteks sosial masing-masing teks.
Hasil yang diperoleh adalah (1) kedua teks menghadirkan gagasan terhadap perlawanan kelas borjuis dengan memanfaatkan simbol perempuan dan seksualitas, (2) teks Hikayat Siti Mariah (1910--1912) mengambil motif cerita untuk menyerang kaum kapitalis dan golongan liberal Belanda yang mengkonstruksi identitas subjek terjajah, dan (3) kehadiran teks Madame Bovary (1856) dalam sastra Indonesia menunjukan semangat anti penjajahan yang mengglobal terutama kolonialisme.
.
Related Results
MITOLOGI DALAM HIKAYAT MERONG MAHAWANGSA [Mythology In Hikayat Merong Mahawangsa]
MITOLOGI DALAM HIKAYAT MERONG MAHAWANGSA [Mythology In Hikayat Merong Mahawangsa]
The study commented about Hikayat Merong Mahawangsa: The Salasilah Negeri Kedah Darulaman. Hikayat Merong Mahawangsa consists of five chapters that showed the lineage of Merong Ma...
Intertextual Study in Comparative Literature: Folklore of Oedipus and Folklore of Sangkuriang
Intertextual Study in Comparative Literature: Folklore of Oedipus and Folklore of Sangkuriang
The purpose of this research is to identify intertextual study in comparative literature of Oedipus folklore and Sangkuriang folklore. The intertextual study of comparative literat...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Identifikasi Cerita Rakyat Sumbawa
Selama ini pemerintah tampaknya hanya berusaha untuk memajukan kebudayaan nasional. Padahal pemerintah diharapkan juga menggali dan memperkenalkan kekayaan khasanah kebudayaan loka...
Semaoen dalam Catatan Sejarah Sastra Indonesia
Semaoen dalam Catatan Sejarah Sastra Indonesia
Abstrak
Periode awal abad ke-20 merupakan tonggak penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Pada periode ini, muncul pula karya-karya sastra yang kemudian diberi label “b...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
Intertextuality in Eleanor Marx-Aveling’s A Doll’s House and Madame Bovary
Intertextuality in Eleanor Marx-Aveling’s A Doll’s House and Madame Bovary
Abstract
Eleanor Marx-Aveling, Karl Marx’s third daughter, was a translator of literary and political texts, as well as a political activist. Intertextual refer...
Malay Warrior Board Game A Method of Appreciation of The Narrative of Hikayat Hang Tuah
Malay Warrior Board Game A Method of Appreciation of The Narrative of Hikayat Hang Tuah
ABSTRACT
Hikayat Hang Tuah is a traditional Malay literary work that often attracts the attention of scholars both within and outside the nation. The story is always a topic of dis...

