Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Makan dan Makanan dalam Yahudi dan Islam

View through CrossRef
This article aims to explore the similarities and intersections between Judaism and Islam. Both Judaism and Islam are religions of law that regulate all aspects of their adherents' lives. One of the doctrines (thoughts) of both religions that have similarities and can be dialogued is food. For both religions, food is a critical element in religious teaching. Judaism and Islam each have rules that determine which foods are permissible and which are not. The determination of these foods certainly has its own rationale. Therefore, to understand the reasoning behind the food determinations in both religions, an exploratory method will be used through library research. In conclusion, it will be revealed that Judaism and Islam find common ground in determining which foods are permissible and impermissible, with the intent to maintain the distinctiveness, integrity, and devotion of the followers to their deity. [Artikel ini bertujuan melihat perbandingan dan titik temu antara ajaran agama Yahudi dan agama Islam. Baik agama Yahudi dan agama Islam keduanya adalah agama hukum yang mengatur segala aspek kehidupan umatnya. Salah satu ajaran dari kedua agama yang memiliki persamaan dan dapat didialogkan adalah hal makanan. Bagi kedua agama, makanan adalah unsur yang sangat penting dalam ajaran agama. Agama Yahudi dan dan agama Islam masing-masing memiliki aturan yang menentukan apa saja makanan yang boleh dikonsumsi dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Penentuan makanan itu tentu memiliki alasan tersendiri. Maka untuk mendapatkan alasan penentuan makanan bagi kedua agama, metode yang akan digunakan adalah eksploratif melalui penelitian kepustakaan (library research). Pada akhirnya akan disimpulkan bahwa agama Yahudi dan agama Islam memiliki titik temu dalam penetapan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan yakni untuk menjaga kekhususan, keutuhan, dan ketaatan umat kepada yang dipujanya.]
Title: Makan dan Makanan dalam Yahudi dan Islam
Description:
This article aims to explore the similarities and intersections between Judaism and Islam.
Both Judaism and Islam are religions of law that regulate all aspects of their adherents' lives.
One of the doctrines (thoughts) of both religions that have similarities and can be dialogued is food.
For both religions, food is a critical element in religious teaching.
Judaism and Islam each have rules that determine which foods are permissible and which are not.
The determination of these foods certainly has its own rationale.
Therefore, to understand the reasoning behind the food determinations in both religions, an exploratory method will be used through library research.
In conclusion, it will be revealed that Judaism and Islam find common ground in determining which foods are permissible and impermissible, with the intent to maintain the distinctiveness, integrity, and devotion of the followers to their deity.
[Artikel ini bertujuan melihat perbandingan dan titik temu antara ajaran agama Yahudi dan agama Islam.
Baik agama Yahudi dan agama Islam keduanya adalah agama hukum yang mengatur segala aspek kehidupan umatnya.
Salah satu ajaran dari kedua agama yang memiliki persamaan dan dapat didialogkan adalah hal makanan.
Bagi kedua agama, makanan adalah unsur yang sangat penting dalam ajaran agama.
Agama Yahudi dan dan agama Islam masing-masing memiliki aturan yang menentukan apa saja makanan yang boleh dikonsumsi dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi.
Penentuan makanan itu tentu memiliki alasan tersendiri.
Maka untuk mendapatkan alasan penentuan makanan bagi kedua agama, metode yang akan digunakan adalah eksploratif melalui penelitian kepustakaan (library research).
Pada akhirnya akan disimpulkan bahwa agama Yahudi dan agama Islam memiliki titik temu dalam penetapan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan yakni untuk menjaga kekhususan, keutuhan, dan ketaatan umat kepada yang dipujanya.
].

Related Results

Küçük Asya’da Antik Bir Sinagog: Sardis Sinagogu
Küçük Asya’da Antik Bir Sinagog: Sardis Sinagogu
Hellenistik Devletler ve Roma İmparatorluğu Dönemi’nde Anadolu coğrafyasındaki Yahudi varlığının tespiti konusunun yöntemi üzerinde ciddi tartışmalar yapılmaktadır. Yahudi kültürü ...
Status ilmu gizi
Status ilmu gizi
Hubungan Perilaku Makan dengan Status GiziPerilaku penyuka makanan merupakan kondisi seseorang dalam menyukai makananberdasarkan ketertarikan terhadap makanan, keinginan untuk maka...
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Kinerja Karyawan Restoran Gubug Makan Mang Engking Lembang
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Kinerja Karyawan Restoran Gubug Makan Mang Engking Lembang
Abstract. This rapid business competition makes companies compete to be the best. Companies must have sufficient resources in order to survive and progress, one of which is human r...
PEDOMAN GIZI SEIMBANG DALAM AL-QUR’AN
PEDOMAN GIZI SEIMBANG DALAM AL-QUR’AN
Abstrak: Diet merupakan penyebab utama penyakit dalam tubuh. Al-Qur'an telah memberikan perintah untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan baik dalam Surah al Baqarah ayat 168 sert...
PERILAKU KONSUMEN RUMAH MAKAN KAMPUNG EMPANG DI KOTA KENDARI
PERILAKU KONSUMEN RUMAH MAKAN KAMPUNG EMPANG DI KOTA KENDARI
This study aims to determine how consumer behavior in Empang Village Restaurant in Kendari City. This type of research is a descriptive study that uses a qualitative approach. Whil...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Pengetahuan, Pola Asuh dan Kebiasaan Makan Orang Tua terhadap Kesulitan Makan Usia 4-6 Tahun
Pengetahuan, Pola Asuh dan Kebiasaan Makan Orang Tua terhadap Kesulitan Makan Usia 4-6 Tahun
Kesulitan makan yang biasa terjadi pada anak masih menjadi perhatian banyak orang tua. Faktor yang berpengaruh terhadap gizi seseorang adalah pola makan. Pola makan erat kaitannya ...

Back to Top