Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Karakterisasi Komposit Fiber Selulosa-Silika dengan Pelarut Ethanol

View through CrossRef
Dalam penelitian ini dilakukan proses sintesis komposit fiber selulosa-silika dengan proses pretreatment yaitu berupa selulosa yang dilarutkan dengan ethanol. Proses pretreatment tersebut dilakukan untuk meregenerasi selulosa sehingga akan terbentuk fiber. Dalam hal ini ethanol berfungsi untuk mempresipitasikan struktur kristal dari selulosa. Selulosa yang digunakan berupa Carboxy Methyl Selulosa dan silika berasal dari abu sekam padi yang diperoleh dengan ekstraksi. Hasil yang dikehendaki dengan proses tersebut adalah terbentuknya serat-serat dari selulosa sehingga pada proses polimerisasi, silika yang ditambahkan akan tertanam didalam serat-serat selu-losa tersebut. Serat-serat pada komposit ini akan memperkuat struktur dari komposit yang terbentuk. Penelitian dilakukan dengan pencampuran silica dan cmc hasil treatment lalu dilakukan proses netralisasi dengan menggunakan asam astetat sehingga terbentuk gel yang akan dilaukan pengeringan. Tahapan lebih lanjut dalam penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dari komposit yang terbentuk yang diselidiki melalui SEM dan an-alisis spectral FTIR. Intensitas gelombang pada FTIR menunjukkan bahwa komposit selulosa-silika telah ter-bentuk. Sedangkan pada SEM menunjukkan bahwa partikel silika telah terdispersi ke dalam serat selulosa.ukuran partikel bergantung pada jumlag cmc dan kondisi pHyang dapat dilihat dari pH penambahan 8 gr CMC menun-jukan ukuran pertikel sebersar 1270 nm dan ukurannya mengecil pada penambahan CMC 12 gr dengan ukuran partikel sebesar 605 nm.
University of Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Title: Karakterisasi Komposit Fiber Selulosa-Silika dengan Pelarut Ethanol
Description:
Dalam penelitian ini dilakukan proses sintesis komposit fiber selulosa-silika dengan proses pretreatment yaitu berupa selulosa yang dilarutkan dengan ethanol.
Proses pretreatment tersebut dilakukan untuk meregenerasi selulosa sehingga akan terbentuk fiber.
Dalam hal ini ethanol berfungsi untuk mempresipitasikan struktur kristal dari selulosa.
Selulosa yang digunakan berupa Carboxy Methyl Selulosa dan silika berasal dari abu sekam padi yang diperoleh dengan ekstraksi.
Hasil yang dikehendaki dengan proses tersebut adalah terbentuknya serat-serat dari selulosa sehingga pada proses polimerisasi, silika yang ditambahkan akan tertanam didalam serat-serat selu-losa tersebut.
Serat-serat pada komposit ini akan memperkuat struktur dari komposit yang terbentuk.
Penelitian dilakukan dengan pencampuran silica dan cmc hasil treatment lalu dilakukan proses netralisasi dengan menggunakan asam astetat sehingga terbentuk gel yang akan dilaukan pengeringan.
Tahapan lebih lanjut dalam penelitian ini adalah mengetahui karakteristik dari komposit yang terbentuk yang diselidiki melalui SEM dan an-alisis spectral FTIR.
Intensitas gelombang pada FTIR menunjukkan bahwa komposit selulosa-silika telah ter-bentuk.
Sedangkan pada SEM menunjukkan bahwa partikel silika telah terdispersi ke dalam serat selulosa.
ukuran partikel bergantung pada jumlag cmc dan kondisi pHyang dapat dilihat dari pH penambahan 8 gr CMC menun-jukan ukuran pertikel sebersar 1270 nm dan ukurannya mengecil pada penambahan CMC 12 gr dengan ukuran partikel sebesar 605 nm.

Related Results

Sintesis Komposit Titatnia-Silika dengan Proses Sol Gel
Sintesis Komposit Titatnia-Silika dengan Proses Sol Gel
Sintesis komposit titania silika telah berhasil dibuat dari geothermal sludge dengan menggunakan metode sol gel dan sonikasi. Sonikasi digunakan untuk mengecilkan partikel TiO2 den...
Sintesis Komposit Fiber-Silika dari Abu Sekam Padi dan Pulp dengan Metanol
Sintesis Komposit Fiber-Silika dari Abu Sekam Padi dan Pulp dengan Metanol
Komposit merupakan suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua atau lebihbahan dimana sifat masing – masing bahan berbeda atau sama lainnya. Saat ini banyakdikemban...
Pengaruh Jenis Asam dan Derajat Keasaman (pH) Terhadap Morfologi Komposit Titania-Silika
Pengaruh Jenis Asam dan Derajat Keasaman (pH) Terhadap Morfologi Komposit Titania-Silika
Limbah geothermal sludge dari pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTPB), Dieng sangatlah kaya akan kandungan silika, dimana tujuan dari penelitian kali ini adalah untuk mengopti...
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
TINJAUAN KELAYAKAN SINTESIS SELULOSA ASETAT DARI PEMANFAATAN SELULOSA LIMBAH ORGANIK
Selulosa asetat dapat diaplikasikan pada berbagai jenis produk diantaranya sebagai film, serat, membran, pita perekam suara dan banyak aplikasi lainnya. Penelitian tentang aplikasi...
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Sejak 2019 di Wuhan, China mewabah virus corona virus desease (Covid-19). Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi masalah lingkungan dengan munculnya timbulan lim...
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
ANALISIS KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT TAPIS KELAPA DENGAN VARIASI WAKTU CURING PADA PENGUJIAN IMPAK
Kemajuan dalam bidang industri sudah sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu bidang yang mengalami perkembangan itu adalah bahan Komposit sebagai bahan material. Ha...
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
KARAKTERISASI BAMBU LAMINASI SEBAGAI BAHAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN
Penggunaan bambu dibidang konstruksi sampai saat ini masih sangat terbatas dan hanya digunakan pada struktur ringan. Pengembangan penggunaan bambu dibidang struktur, khususnya dibi...
Keterlarutan Selulosa, Pelarut dan Produk Selulosa yang Dijana Semula: Suatu Ulasan
Keterlarutan Selulosa, Pelarut dan Produk Selulosa yang Dijana Semula: Suatu Ulasan
Selulosa ialah polimer semula jadi yang boleh diperbaharui dan biasanya ditemui di dalam dinding sel tumbuhan. Interaksi hidrofobik yang kompleks serta sifat amfifilik menyebabkan ...

Back to Top