Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Simbiosis Fungi Mikoriza Arbuskula Dengan Tumbuhan Adaptif Pada Lahan Pascatambang Emas

View through CrossRef
Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) merupakan fungi tanah yang dapat mengakselerasi suksesi vegetasi pada lahan-lahan rusak dan terdegradasi. Kehadiran tumbuhan adaptif di lahan-lahan pascatambang didukung oleh keberadaan FMA dalam tanah. Simbiosis FMA dengan perakaran tumbuhan adaptif masih terbatas di lahan pascatambang emas. Studi ini dilakukan pada lahan pasacatambang emas, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara pada Bulan April-Mei 2019. Sampel akar setiap tumbuhan diambil kemudian dicuci bersih. Akar-akar diwarnai menggunakan trypan blue 0.05%. Hasil riset menujukkan bahwa struktur FMA mengkolonisasi perakaran 13 jenis tumbuhan adaptif. Struktur FMA tersebut adalah hifa internal, hifa eksternal, vesikula dan hifa coil. Rata-rata kolonisasi adalah 80,54 % dengan kisaran 25-92%. Jenis Eupatorium odoratum memiliki kolonisasi tertinggi yakni 92,59%. Kolonisasi FMA pada perakaran tumbuhan adaptif menunjukkan bahwa keberadaan FMA sangat vital atau memegang peran penting bagi keberlangsungan hidup tumbuhan adaptif pada lahan pascatambang emas.
Title: Simbiosis Fungi Mikoriza Arbuskula Dengan Tumbuhan Adaptif Pada Lahan Pascatambang Emas
Description:
Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) merupakan fungi tanah yang dapat mengakselerasi suksesi vegetasi pada lahan-lahan rusak dan terdegradasi.
Kehadiran tumbuhan adaptif di lahan-lahan pascatambang didukung oleh keberadaan FMA dalam tanah.
Simbiosis FMA dengan perakaran tumbuhan adaptif masih terbatas di lahan pascatambang emas.
Studi ini dilakukan pada lahan pasacatambang emas, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara pada Bulan April-Mei 2019.
Sampel akar setiap tumbuhan diambil kemudian dicuci bersih.
Akar-akar diwarnai menggunakan trypan blue 0.
05%.
Hasil riset menujukkan bahwa struktur FMA mengkolonisasi perakaran 13 jenis tumbuhan adaptif.
Struktur FMA tersebut adalah hifa internal, hifa eksternal, vesikula dan hifa coil.
Rata-rata kolonisasi adalah 80,54 % dengan kisaran 25-92%.
Jenis Eupatorium odoratum memiliki kolonisasi tertinggi yakni 92,59%.
Kolonisasi FMA pada perakaran tumbuhan adaptif menunjukkan bahwa keberadaan FMA sangat vital atau memegang peran penting bagi keberlangsungan hidup tumbuhan adaptif pada lahan pascatambang emas.

Related Results

Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dari Rizosfer Tanaman Hias: Karakterisasi Morfologi dan Seleksi
Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dari Rizosfer Tanaman Hias: Karakterisasi Morfologi dan Seleksi
Salah satu tantangan dalam budidaya tanaman hias adalah optimalisasi pertumbuhan tanpa ketergantungan berlebihan pada pupuk dan pestisida kimia. Oleh karena itu, pemanfaatan FMA se...
Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian
Respon Beberapa Galur Padi Beras Hitam Teknik Budidaya Konvensional terhadap Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza pada Pesemaian
Di lahan sawah sistem tergenang (konvensional), populasi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) pada umumnya menjadi sangat rendah pasca padi, sehingga tanaman palawija pasca padi sangat ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERTUMBUHAN DAN KUALITAS NUTRIS INDIGOFERA ZOLLINGERIANA PADA TANAH MARJINANL DAN INOKULUM MIKORIZASEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA
PERTUMBUHAN DAN KUALITAS NUTRIS INDIGOFERA ZOLLINGERIANA PADA TANAH MARJINANL DAN INOKULUM MIKORIZASEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana pertumbuhan dan kualitas tanamanĀ  Indigofera di tanah marjinal dengan bantuan pupuk hayati Fungi Mikoriza Arbuskular....
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
PENGARUH VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) DAN JENIS KELAMIN KEONG EMAS (Pomacea sp.) TERHADAP DAYA RUSAK KEONG EMAS PADA TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan sumber utama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Terdapat beberapa kendala yang mengganggu pada budidaya tanaman padi, sal...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
KONTRIBUSI PEMANFAATAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN FOSFOR PADA TANAMAN JAGUNG
KONTRIBUSI PEMANFAATAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SERAPAN FOSFOR PADA TANAMAN JAGUNG
Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Lahan yang berpotensi sebagai lahan untuk produksi jagung diantaranya adalah...

Back to Top