Javascript must be enabled to continue!
Inovasi Rancangan Aplikasi Gizi Nutrief dalam Optimalisasi Asupan Gizi Menggunakan Pendekatan Design Thinking
View through CrossRef
Pola makan yang tidak sehat berpotensi menyebabkan gangguan gizi, seperti status gizi lebih atau status gizi kurang. Maka, penting mangatur dan memantau pola makan sehat sehingga memperoleh asupan gizi seimbang. Namun, kesulitan yang dialami oleh masyarakat dalam memahami status gizi dan mengontrol pola makan. Maka, dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat membantu dalam memantau asupan kalori, memantau jumlah asupan makanan sesuai kebutuhan, serta aplikasi yang menyediakan layanan untuk konsultasi dengan ahli gizi. Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi yaitu, design thinking. Metode design thinking dipilih dibandingkan metode lain seperti user-centered design ataupun human-centered design karena metode tersebut berfokus pada perspektif pengguna akhir. Sedangkan, metode design thinking fokus pada pendekatan berdasarkan empati terhadap pengguna dan dapat menemukan solusi inovatif. Hasil pengujian usability pada aspek efektivitas oleh pengguna teregistrasi sebesar 97,78%, dan ahli gizi sebesar 95,7%. Pada aspek efisiensi memperoleh hasil 0,049 goals/sec. Kemudian, aspek kepuasan dengan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) memperoleh hasil 79,5 oleh pengguna teregistasi, dan 89 oleh ahli gizi. Hasil pengujian user experience menggunakan user experience questionnaire (UEQ) memperoleh hasil 2,65 pada aspek daya tarik, 2,60 pada aspek kejelasan, 2,58 pada aspek efisiensi, 2,50 pada aspek ketepatan, 1,30 pada aspek stimulasi, dan 2,43 pada aspek kebaruan. Semua aspek mendapatkan hasil exellent, kecuali satu aspek, yaitu aspek stimulasi mendapatkan hasil above average.
Abstract
Unhealthy eating habit can result in nutritional disorders, such us overweight, or malnutrition. So, it is important to manage and monitor a healthy eating habit so get a balanced nutrition intake. However, the difficulties experienced by the community in understanding nutrition status and controlling eating habit. So, an application is needed that can help monitor calorie intake, monitor the amount of food intake as needed, as well as an application that provides services for consulting with a nutritionist. The method used in application design is design thinking. The design thinking method was chosen over other methods such as user-centered design or human-centered design because these methods focus on the end-user perspective. Meanwhile, the design thinking method focuses on an empathy-based approach to users and being able to find innovative solutions. The results of usability testing on the effectiveness aspect by registered users were 97.78%, and nutritionists were 95.7%. On the efficiency aspect, the result is 0.049 goals/sec. Then, aspects of satisfaction using the System Usability Scale (SUS) questionnaire obtained 79.5 for registered users, and 89 for nutritionists. The results of user experience testing using the user experience questionnaire (UEQ) obtained 2.65 on the attractiveness aspect, 2.60 on the clarity aspect, 2.58 on the efficiency aspect, 2.50 on the accuracy aspect, 1.30 on the stimulation aspect, and 2.43 on the novelty aspect. All aspects get excellent results, except for one aspect, namely the stimulation aspect gets above average results.
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Title: Inovasi Rancangan Aplikasi Gizi Nutrief dalam Optimalisasi Asupan Gizi Menggunakan Pendekatan Design Thinking
Description:
Pola makan yang tidak sehat berpotensi menyebabkan gangguan gizi, seperti status gizi lebih atau status gizi kurang.
Maka, penting mangatur dan memantau pola makan sehat sehingga memperoleh asupan gizi seimbang.
Namun, kesulitan yang dialami oleh masyarakat dalam memahami status gizi dan mengontrol pola makan.
Maka, dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat membantu dalam memantau asupan kalori, memantau jumlah asupan makanan sesuai kebutuhan, serta aplikasi yang menyediakan layanan untuk konsultasi dengan ahli gizi.
Metode yang digunakan dalam perancangan aplikasi yaitu, design thinking.
Metode design thinking dipilih dibandingkan metode lain seperti user-centered design ataupun human-centered design karena metode tersebut berfokus pada perspektif pengguna akhir.
Sedangkan, metode design thinking fokus pada pendekatan berdasarkan empati terhadap pengguna dan dapat menemukan solusi inovatif.
Hasil pengujian usability pada aspek efektivitas oleh pengguna teregistrasi sebesar 97,78%, dan ahli gizi sebesar 95,7%.
Pada aspek efisiensi memperoleh hasil 0,049 goals/sec.
Kemudian, aspek kepuasan dengan menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) memperoleh hasil 79,5 oleh pengguna teregistasi, dan 89 oleh ahli gizi.
Hasil pengujian user experience menggunakan user experience questionnaire (UEQ) memperoleh hasil 2,65 pada aspek daya tarik, 2,60 pada aspek kejelasan, 2,58 pada aspek efisiensi, 2,50 pada aspek ketepatan, 1,30 pada aspek stimulasi, dan 2,43 pada aspek kebaruan.
Semua aspek mendapatkan hasil exellent, kecuali satu aspek, yaitu aspek stimulasi mendapatkan hasil above average.
Abstract
Unhealthy eating habit can result in nutritional disorders, such us overweight, or malnutrition.
So, it is important to manage and monitor a healthy eating habit so get a balanced nutrition intake.
However, the difficulties experienced by the community in understanding nutrition status and controlling eating habit.
So, an application is needed that can help monitor calorie intake, monitor the amount of food intake as needed, as well as an application that provides services for consulting with a nutritionist.
The method used in application design is design thinking.
The design thinking method was chosen over other methods such as user-centered design or human-centered design because these methods focus on the end-user perspective.
Meanwhile, the design thinking method focuses on an empathy-based approach to users and being able to find innovative solutions.
The results of usability testing on the effectiveness aspect by registered users were 97.
78%, and nutritionists were 95.
7%.
On the efficiency aspect, the result is 0.
049 goals/sec.
Then, aspects of satisfaction using the System Usability Scale (SUS) questionnaire obtained 79.
5 for registered users, and 89 for nutritionists.
The results of user experience testing using the user experience questionnaire (UEQ) obtained 2.
65 on the attractiveness aspect, 2.
60 on the clarity aspect, 2.
58 on the efficiency aspect, 2.
50 on the accuracy aspect, 1.
30 on the stimulation aspect, and 2.
43 on the novelty aspect.
All aspects get excellent results, except for one aspect, namely the stimulation aspect gets above average results.
Related Results
GAMBARAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, NATRIUM, KALIUM DAN STATUS GIZI GAGAL GINJAL KRONIK PASIEN RAWAT INAP DI RSUP DR. MOHAMMAD HOSEIN
GAMBARAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, NATRIUM, KALIUM DAN STATUS GIZI GAGAL GINJAL KRONIK PASIEN RAWAT INAP DI RSUP DR. MOHAMMAD HOSEIN
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang disebabkan karena kerusakan fungsi ginjal secara terus menerus dan tidak dapat diubah, sehingga tubuh tidak mampu mempertahankan metabol...
Inovasi Rancangan Aplikasi Gizi Nutrief dalam Optimalisasi Asupan Gizi Menggunakan Pendekatan Design Thinking
Inovasi Rancangan Aplikasi Gizi Nutrief dalam Optimalisasi Asupan Gizi Menggunakan Pendekatan Design Thinking
Pola makan yang tidak sehat berpotensi menyebabkan gangguan gizi, seperti status gizi lebih atau status gizi kurang. Maka, penting mangatur dan memantau pola makan sehat sehingga m...
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Remaja Putri di Pondok Pesantren Firdaus
Pertumbuhan serta perkembangan tubuh pada remaja memerlukan energi dan zat gizi yang lebih banyak. Pertumbuhan dan perkembangan jika tidak diimbangi dengan asupan zat gizi yang sei...
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI, BODY IMAGE, ASUPAN ENERGI DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA GIZI DAN NON GIZI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
Penduduk usia >18 tahun mengalami gizi kurang sebesar 8.7%. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan utama. Pada periode remaja ...
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Peran Pengetahuan Gizi Terhadap Asupan Energi, Status Gizi Dan Sikap Tentang Gizi Remaja
Kualitas gizi dan kesehatan pada siklus hidup orang dewasa ditentukann oleh gizi remaja. Status gizi remaja dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap dan perilaku gizi remaja. Penelitian...
PENILAIAN STATUS GIZI
PENILAIAN STATUS GIZI
Menurut UU no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untu...
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi dengan Status Gizi Pada Remaja
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Asupan Energi dengan Status Gizi Pada Remaja
Pengetahuan tentang gizi dapat membantu remaja mengenal sumber zat gizi pada makanan, agar tidak menyebabkan penyakit. Pada masa remaja, kebutuhan terhadap energi, protein dan zat ...
Tinjauan pustaka pentingnya kesehatan zat gizi ibu hamil di masa pandemi covid 19
Tinjauan pustaka pentingnya kesehatan zat gizi ibu hamil di masa pandemi covid 19
Virus Corona atau covid-19 makin marak di sejumlah negara, kini semua orang diharuskan mulai meningkatkan stamina, tak terkecuali pada ibu hamil. mereka yang sedang hamil tentu har...

