Javascript must be enabled to continue!
DISPLASIA PERKEMBANGAN PANGGUL AWAL (LAHIR HINGGA USIA 4 BULAN)
View through CrossRef
Abstract: Developmental dysplasia of the hip refers to a continuum of abnormalities of the immature hip that can range from subtle dysplasia to dislocation. The identification of risk factors, including breech presentation and family history, should heighten a physician’s suspicion of this condition. The diagnosis is based on physical examination. Palpable hip instability, unequal leg lengths, and asymmetric thigh skinfolds may be present in newborns with a hip dislocation, whereas gait abnormalities and limited hip abduction are more common in older children. The role of ultrasonography is controversial, but it is generally used to confirm the diagnosis and to assess hip development once the treatment is initiated. Bracing is the first-line treatment in children aged less than six months. Surgery is an option for children with unsuccessful non-operative treatment and in children who are diagnosed after six months of age. It is important to confirm the diagnosis of the developmental dysplasia of the hip in the early stage to improve the result of treatment and to decrease the risks of complications. Keywords: hip, developmental dysplasia, immature, instability, bracing Abstrak: Displasia perkembangan panggul mengacu pada serangkaian abnormalitas pada panggul imatur yang mencakup displasia ringan hingga dislokasi. Identifikasi faktor-faktor risiko yang meliputi letak sungsang dan riwayat keluarga, harus menigkatkan kecurigaan dokter akan displasia perkembangan panggul. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik. Instabilitas panggul yang dapat dipalpasi, panjang tungkai yang tidak sama, dan lipatan kulit paha yang asimetris dapat ditemukan pada bayi baru lahir dengan dislokasi panggul, sedangkan abnormalitas gait dan keterbatasan abduksi panggul lebih umum pada anak-anak yang lebih tua. Peran ultrasonografi masih kontroversial tetapi secara umum untuk mengonfirmasi diagnosis dan menilai perkembangan panggul sejak dimulainya perawatan. Penggunaan brace merupakan perawatan lini pertama pada anak-anak berusia kurang dari enam bulan. Pembedahan merupakan pilihan bagi anak-anak dengan perawatan nonoperatif yang gagal dan pada anak-anak yang didiagnosis setelah berusia enam bulan. Displasia perkembangan panggul sangat penting ditegakkan sejak dini untuk meningkatkan hasil perawatan dan mengurangi risiko komplikasi. Kata kunci: panggul, displasia perkembangan, imatur, instabilitas, brace
Title: DISPLASIA PERKEMBANGAN PANGGUL AWAL (LAHIR HINGGA USIA 4 BULAN)
Description:
Abstract: Developmental dysplasia of the hip refers to a continuum of abnormalities of the immature hip that can range from subtle dysplasia to dislocation.
The identification of risk factors, including breech presentation and family history, should heighten a physician’s suspicion of this condition.
The diagnosis is based on physical examination.
Palpable hip instability, unequal leg lengths, and asymmetric thigh skinfolds may be present in newborns with a hip dislocation, whereas gait abnormalities and limited hip abduction are more common in older children.
The role of ultrasonography is controversial, but it is generally used to confirm the diagnosis and to assess hip development once the treatment is initiated.
Bracing is the first-line treatment in children aged less than six months.
Surgery is an option for children with unsuccessful non-operative treatment and in children who are diagnosed after six months of age.
It is important to confirm the diagnosis of the developmental dysplasia of the hip in the early stage to improve the result of treatment and to decrease the risks of complications.
Keywords: hip, developmental dysplasia, immature, instability, bracing Abstrak: Displasia perkembangan panggul mengacu pada serangkaian abnormalitas pada panggul imatur yang mencakup displasia ringan hingga dislokasi.
Identifikasi faktor-faktor risiko yang meliputi letak sungsang dan riwayat keluarga, harus menigkatkan kecurigaan dokter akan displasia perkembangan panggul.
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik.
Instabilitas panggul yang dapat dipalpasi, panjang tungkai yang tidak sama, dan lipatan kulit paha yang asimetris dapat ditemukan pada bayi baru lahir dengan dislokasi panggul, sedangkan abnormalitas gait dan keterbatasan abduksi panggul lebih umum pada anak-anak yang lebih tua.
Peran ultrasonografi masih kontroversial tetapi secara umum untuk mengonfirmasi diagnosis dan menilai perkembangan panggul sejak dimulainya perawatan.
Penggunaan brace merupakan perawatan lini pertama pada anak-anak berusia kurang dari enam bulan.
Pembedahan merupakan pilihan bagi anak-anak dengan perawatan nonoperatif yang gagal dan pada anak-anak yang didiagnosis setelah berusia enam bulan.
Displasia perkembangan panggul sangat penting ditegakkan sejak dini untuk meningkatkan hasil perawatan dan mengurangi risiko komplikasi.
Kata kunci: panggul, displasia perkembangan, imatur, instabilitas, brace.
Related Results
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
APGAR score, Bayi berat lahir re PERBEDAAN NILAI APGAR SCORE BAYI BERAT LAHIR RENDAH CUKUP BULAN DAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH TIDAK CUKUP BULAN
Tingkat kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu indikator kemajuan suatu Negara dalam bentuk pelayanan kesehatan (Prawirohardjo, 2005). Namun, Bayi Baru Lahir (BBL) yang mengal...
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI KECAMATAN PATI, KABUPATEN PATI
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI KECAMATAN PATI, KABUPATEN PATI
Latar Belakang:. Tahun 2007, prevalensi stunting pada balita di kabupaten Pati adalah 42,2%. Stunting dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan risiko penyakit dege...
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PANJANG BADAN LAHIR SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA ANAK USIA 9-23 BULAN DI INDONESIA [ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2018]
BERAT BADAN LAHIR RENDAH DAN PANJANG BADAN LAHIR SEBAGAI FAKTOR RISIKO STUNTING PADA ANAK USIA 9-23 BULAN DI INDONESIA [ANALISIS DATA RISET KESEHATAN DASAR TAHUN 2018]
Masalah stunting pada anak baduta masih menjadi masalah kesehatan terutama di Indonesia. Komponen penting dalam perkembangan neonatal adalah faktor status gizi bayi yang diukur dar...
Hubungan Pengetahuan, Sosial Budaya, serta Ekonomi terhadap Perilaku Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan di Wilayah PMB Yeni Mulyani Tahun 2022
Hubungan Pengetahuan, Sosial Budaya, serta Ekonomi terhadap Perilaku Pemberian MP-ASI pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan di Wilayah PMB Yeni Mulyani Tahun 2022
Pendahuluan: Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan zat gizi sela...
Leucoplasias bucais: relação clínico-histopatológica
Leucoplasias bucais: relação clínico-histopatológica
A relação entre o aspecto clínico e as características histológicas das leucoplasias bucais foi avaliada em 28 pacientes adultos, que apresentaram lesões leucoplásicas na mucosa bu...
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, STATUS GIZI, DAN USIA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD PRAYA
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR, STATUS GIZI, DAN USIA TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RSUD PRAYA
Pneumonia adalah infeksi parenkim paru (alveoli) yang bersifat akut, secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan parenkim paru distal dari bronkiolus terminalis ...
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
PERBEDAAN PANJANG BADAN BAYI BARU LAHIR ANTARA IBU HAMIL KEK DAN TIDAK KEK
Latar Belakang : Status gizi ibu selama masa kehamilan mempunyai peranan penting terhadap panjang badan bayi yang akan dilahirkan. Bayi baru lahir tergolong stunting apabila memili...
Cara Menggugurkan Kandungan Dan Mempercepat Telat Haid Di Apotik
Cara Menggugurkan Kandungan Dan Mempercepat Telat Haid Di Apotik
Obat Telat Datang Bulan Adalah Salah Satu Obat Berfungsi Untuk Melunturkan Janin Pada Seseorang Wanita Yang Paling Ampuh Dengan Usia 1, 2, 3, 4, 5 Bulan Dijamin Tidak Ada Efek Samp...

