Javascript must be enabled to continue!
Pengendalian Kualitas Menggunakan Six Sigma untuk Mereduksi Kecacatan pada Produk Panel Lower
View through CrossRef
Abstract. This research focuses on the quality control process for panel lower production at PT Dirgantara Indonesia, aimed at reducing defects and improving process capability using the Six Sigma method. The study identifies a high defect rate, as indicated by a Defects Per Million Opportunities (DPMO) of 93,987 and a sigma level of 2.82, reflecting the need for quality improvements. A quantitative approach was employed, collecting primary data from defect records and secondary data through interviews with production personnel. The analysis utilized tools such as fishbone diagrams and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to identify root causes of defects. The results reveal multiple contributing factors, including human errors due to production pressure, lack of preventive maintenance, material contamination, unclear Standard Operating Procedures (SOPs), and insufficient ventilation on the production floor. Proposed improvements include revising SOPs into more operator-friendly formats, implementing a regular preventive maintenance schedule, providing structured training and mentoring for operators, and enhancing production facilities by adding ventilation systems and better material handling practices. These corrective actions aim to reduce defect rates, improve process stability, and achieve higher production quality. The study highlights the importance of continuous quality improvement to meet customer expectations and enhance production efficiency.
Abstrak. Penelitian ini berfokus pada proses pengendalian kualitas produksi panel lower di PT Dirgantara Indonesia, dengan tujuan untuk mengurangi kecacatan dan meningkatkan kapabilitas proses menggunakan metode Six Sigma. Penelitian ini mengidentifikasi tingkat kecacatan yang tinggi, yang ditunjukkan oleh nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 93.987 dan level sigma 2,82, yang mencerminkan perlunya perbaikan kualitas. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer dari catatan kecacatan dan data sekunder melalui wawancara dengan personel produksi. Analisis menggunakan alat seperti diagram fishbone dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi penyebab akar kecacatan. Hasil analisis mengungkapkan beberapa faktor penyebab, termasuk kesalahan manusia akibat tekanan produksi, kurangnya pemeliharaan preventif, kontaminasi material, SOP yang tidak jelas, dan kurangnya ventilasi di lantai produksi. Perbaikan yang diusulkan meliputi revisi SOP ke format yang lebih mudah dipahami operator, implementasi jadwal pemeliharaan preventif secara teratur, pelatihan dan pendampingan terstruktur untuk operator, serta peningkatan fasilitas produksi dengan menambahkan sistem ventilasi dan praktik penanganan material yang lebih baik. Tindakan korektif ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecacatan, meningkatkan stabilitas proses, dan mencapai kualitas produksi yang lebih tinggi. Penelitian ini menyoroti pentingnya perbaikan kualitas berkelanjutan untuk memenuhi harapan pelanggan dan meningkatkan efisiensi produksi.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pengendalian Kualitas Menggunakan Six Sigma untuk Mereduksi Kecacatan pada Produk Panel Lower
Description:
Abstract.
This research focuses on the quality control process for panel lower production at PT Dirgantara Indonesia, aimed at reducing defects and improving process capability using the Six Sigma method.
The study identifies a high defect rate, as indicated by a Defects Per Million Opportunities (DPMO) of 93,987 and a sigma level of 2.
82, reflecting the need for quality improvements.
A quantitative approach was employed, collecting primary data from defect records and secondary data through interviews with production personnel.
The analysis utilized tools such as fishbone diagrams and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) to identify root causes of defects.
The results reveal multiple contributing factors, including human errors due to production pressure, lack of preventive maintenance, material contamination, unclear Standard Operating Procedures (SOPs), and insufficient ventilation on the production floor.
Proposed improvements include revising SOPs into more operator-friendly formats, implementing a regular preventive maintenance schedule, providing structured training and mentoring for operators, and enhancing production facilities by adding ventilation systems and better material handling practices.
These corrective actions aim to reduce defect rates, improve process stability, and achieve higher production quality.
The study highlights the importance of continuous quality improvement to meet customer expectations and enhance production efficiency.
Abstrak.
Penelitian ini berfokus pada proses pengendalian kualitas produksi panel lower di PT Dirgantara Indonesia, dengan tujuan untuk mengurangi kecacatan dan meningkatkan kapabilitas proses menggunakan metode Six Sigma.
Penelitian ini mengidentifikasi tingkat kecacatan yang tinggi, yang ditunjukkan oleh nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) sebesar 93.
987 dan level sigma 2,82, yang mencerminkan perlunya perbaikan kualitas.
Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer dari catatan kecacatan dan data sekunder melalui wawancara dengan personel produksi.
Analisis menggunakan alat seperti diagram fishbone dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi penyebab akar kecacatan.
Hasil analisis mengungkapkan beberapa faktor penyebab, termasuk kesalahan manusia akibat tekanan produksi, kurangnya pemeliharaan preventif, kontaminasi material, SOP yang tidak jelas, dan kurangnya ventilasi di lantai produksi.
Perbaikan yang diusulkan meliputi revisi SOP ke format yang lebih mudah dipahami operator, implementasi jadwal pemeliharaan preventif secara teratur, pelatihan dan pendampingan terstruktur untuk operator, serta peningkatan fasilitas produksi dengan menambahkan sistem ventilasi dan praktik penanganan material yang lebih baik.
Tindakan korektif ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kecacatan, meningkatkan stabilitas proses, dan mencapai kualitas produksi yang lebih tinggi.
Penelitian ini menyoroti pentingnya perbaikan kualitas berkelanjutan untuk memenuhi harapan pelanggan dan meningkatkan efisiensi produksi.
Related Results
L᾽«unilinguisme» officiel de Constantinople byzantine (VIIe-XIIe s.)
L᾽«unilinguisme» officiel de Constantinople byzantine (VIIe-XIIe s.)
<p>Νίκος Οικονομίδης</...
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
North Syrian Mortaria and Other Late Roman Personal and Utility Objects Bearing Inscriptions of Good Luck
<span style="font-size: 11pt; color: black; font-family: 'Times New Roman','serif'">ΠΗΛΙΝΑ ΙΓ&Delta...
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
Un manoscritto equivocato del copista santo Theophilos († 1548)
<p><font size="3"><span class="A1"><span style="font-family: 'Times New Roman','serif'">ΕΝΑ ΛΑΝ&...
Pengendalian Kualitas dengan Metode Taguchi pada Produk Cat Tembok di Pt XYZ
Pengendalian Kualitas dengan Metode Taguchi pada Produk Cat Tembok di Pt XYZ
Abstract. The background of this research is to determine the optimal composition through quality control by identifying how much influence the composition of raw materials include...
Usulan Perbaikan Kualitas pada Proses Produksi Roti menggunakan Metode Six Sigma di CV. X
Usulan Perbaikan Kualitas pada Proses Produksi Roti menggunakan Metode Six Sigma di CV. X
Abstract. The growth of the food industry in Indonesia has experienced a significant. Bread consumption, as one of the most favored products. Therefore, it is crucial for bread com...
Peningkatan Kualitas untuk Mengurangi Kecacatan Kemasan Produk menggunakan Metode Six Sigma di PT. XY
Peningkatan Kualitas untuk Mengurangi Kecacatan Kemasan Produk menggunakan Metode Six Sigma di PT. XY
Abstract. PT. XY is engaged in manufacturing the flexible packaging industry. Demand for packaging production has increased over time. This surge causes inappropriate/defective pro...
Pengendalian Kualitas Produk Isolating Cock dengan Metode Six Sigma di PT XYZ
Pengendalian Kualitas Produk Isolating Cock dengan Metode Six Sigma di PT XYZ
Abstract. PT XYZ is a manufacturing company that produces military equipment and commercial products, one of which is an air brake system with the main component of the isolating c...
Functoriality of the Schmidt Construction
Functoriality of the Schmidt Construction
After proving, in a purely categorial way, that the inclusion functor InAlg(Σ) from Alg(Σ), the category of many-sorted Σ-algebras, to PAlg(&Sigma...

