Javascript must be enabled to continue!
Konsumsi Media, Gender, dan Binge-Watching
View through CrossRef
Abstract. Media consumption refers to an activity carried out by individuals or groups in consuming various forms of available media such as movies. The media available in the digital era have wide, free, and unlimited access. The freedom to access the media must be balanced with critical thinking skills to avoid and overcome exposure to the negative impacts arising from consuming the media, because the negative impacts do not look at gender or age, men and women can all be negatively affected by excessive media exposure. In terms of movie media consumption and gender, the genre or type of a movie may attract audiences from certain gender groups. The development of the era into a digital era changes the habits and ways of consuming media, binge-watching is one of the new ways that emerged from the development of the era. The purpose of this research is to know the description of binge-watching in media consumption, to know the description of gender that has a greater possibility to do binge-watching, and to know the most motivating factor for a gender to do binge-watching. This research uses a quantitative research method with a descriptive approach by using Vroom's Expectancy theory which has been modified by Subramanian et al to strengthen the research. The conclusions obtained after conducting this research are binge-watching is a change in the way of media consumption produced by developments in the digital era that gave birth to online streaming platforms, women are the gender that has a greater possibility of binge-watching, and the entertaining factor is the most motivating factor for women to binge-watch.
Abstrak. Konsumsi media mengacu pada suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mengonsumsi berbagai bentuk media yang tersedia seperti film. Media-media yang tersedia di era digital memiliki akses yang luas, bebas, dan tanpa batas. Kebebasan dalam mengakses media harus diimbangi dengan keterampilan untuk berpikir kritis untuk menghindari dan mengatasi paparan dari dampak negatif yang ditimbulkan dari mengonsumsi media, karena dampak negatif yang ditimbulkan tidak memandang jenis kelamin atau usia, laki-laki mauapun perempuan semuanya bisa terkena dampak negatif dari paparan media yang berlebihan. Dalam hal konsumsi media film dan gender, genre atau jenis dari suatu film mungkin dapat menarik penonton dari kelompok gender tertentu. Perkembangan jaman menjadi era digital mengubah kebiasaan serta cara dalam mengonsumsi media, binge-watching merupakan salah satu cara baru yang muncul dari perkembangan era tersebut. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahuin gambaran mengenai binge-watching dalam konsumsi media, mengetahui gambaran mengenai gender yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan binge-watching, dan untuk mengetahui faktor yang paling memotivasi suatu gender untuk melakukan binge-watching. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teori Pengharapan Vroom yang telah dimodifikasi oleh Subramanian, et. al. untuk memperkuat penelitian. Kesimpulan yang didapatkan setelah dilakukannya penelitian ini adalah binge-watching merupakan perubahan cara dalam konsumsi media yang dihasilkan oleh perkembangan di era digital yang melahirkan platform-platform streaming online, perempuan merupakan gender yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan binge-watching, dan faktor enterteinment adalah faktor yang paling memotivasi perempuan untuk melakukan binge-watching.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Konsumsi Media, Gender, dan Binge-Watching
Description:
Abstract.
Media consumption refers to an activity carried out by individuals or groups in consuming various forms of available media such as movies.
The media available in the digital era have wide, free, and unlimited access.
The freedom to access the media must be balanced with critical thinking skills to avoid and overcome exposure to the negative impacts arising from consuming the media, because the negative impacts do not look at gender or age, men and women can all be negatively affected by excessive media exposure.
In terms of movie media consumption and gender, the genre or type of a movie may attract audiences from certain gender groups.
The development of the era into a digital era changes the habits and ways of consuming media, binge-watching is one of the new ways that emerged from the development of the era.
The purpose of this research is to know the description of binge-watching in media consumption, to know the description of gender that has a greater possibility to do binge-watching, and to know the most motivating factor for a gender to do binge-watching.
This research uses a quantitative research method with a descriptive approach by using Vroom's Expectancy theory which has been modified by Subramanian et al to strengthen the research.
The conclusions obtained after conducting this research are binge-watching is a change in the way of media consumption produced by developments in the digital era that gave birth to online streaming platforms, women are the gender that has a greater possibility of binge-watching, and the entertaining factor is the most motivating factor for women to binge-watch.
Abstrak.
Konsumsi media mengacu pada suatu kegiatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mengonsumsi berbagai bentuk media yang tersedia seperti film.
Media-media yang tersedia di era digital memiliki akses yang luas, bebas, dan tanpa batas.
Kebebasan dalam mengakses media harus diimbangi dengan keterampilan untuk berpikir kritis untuk menghindari dan mengatasi paparan dari dampak negatif yang ditimbulkan dari mengonsumsi media, karena dampak negatif yang ditimbulkan tidak memandang jenis kelamin atau usia, laki-laki mauapun perempuan semuanya bisa terkena dampak negatif dari paparan media yang berlebihan.
Dalam hal konsumsi media film dan gender, genre atau jenis dari suatu film mungkin dapat menarik penonton dari kelompok gender tertentu.
Perkembangan jaman menjadi era digital mengubah kebiasaan serta cara dalam mengonsumsi media, binge-watching merupakan salah satu cara baru yang muncul dari perkembangan era tersebut.
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahuin gambaran mengenai binge-watching dalam konsumsi media, mengetahui gambaran mengenai gender yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan binge-watching, dan untuk mengetahui faktor yang paling memotivasi suatu gender untuk melakukan binge-watching.
Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teori Pengharapan Vroom yang telah dimodifikasi oleh Subramanian, et.
al.
untuk memperkuat penelitian.
Kesimpulan yang didapatkan setelah dilakukannya penelitian ini adalah binge-watching merupakan perubahan cara dalam konsumsi media yang dihasilkan oleh perkembangan di era digital yang melahirkan platform-platform streaming online, perempuan merupakan gender yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan binge-watching, dan faktor enterteinment adalah faktor yang paling memotivasi perempuan untuk melakukan binge-watching.
Related Results
Pengaruh Self Control terhadap Binge-Watching pada Remaja Penggemar K-Drama
Pengaruh Self Control terhadap Binge-Watching pada Remaja Penggemar K-Drama
Abstract. This study aims to analyze the influence of self-control on binge-watching behavior among K-Drama fans in Indonesia. Using a quantitative approach, data were collected fr...
MOTIVATIONS BEHIND BINGE-WATCHING AMONG YOUTH AND THE GRATIFICATIONS ACHIEVED
MOTIVATIONS BEHIND BINGE-WATCHING AMONG YOUTH AND THE GRATIFICATIONS ACHIEVED
Binge-watching is a new concept which saw its rise from 2013 onwards, it became one of the significant ways especially for youth to spend free time. It has become one of the popula...
BINGE WATCHING AND CLINICAL DEPRESSION- ONE HARBINGER FOR ANOTHER?
BINGE WATCHING AND CLINICAL DEPRESSION- ONE HARBINGER FOR ANOTHER?
Television is one of our most preferred forms of entertainment. Due to the emergence of smartphones and online streaming platforms television is now in our hands and pockets const...
Eating Behaviors
Eating Behaviors
Objective Previous studies that have investigated the relationshipbetween binge eating and the long-term outcome of bariatric surgeryhave shown mixed results. Does binge eating bef...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
CaMKIIα–GluA1 Activity Underlies Vulnerability to Adolescent Binge Alcohol Drinking
CaMKIIα–GluA1 Activity Underlies Vulnerability to Adolescent Binge Alcohol Drinking
BackgroundBinge drinking during adolescence is associated with increased risk for developing alcohol use disorders; however, the neural mechanisms underlying this liability are unc...
Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lebih pada Siswa SMA Al – Falah Surabaya
Hubungan Antara Tingkat Konsumsi Fast Food dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lebih pada Siswa SMA Al – Falah Surabaya
Latar belakang: Gizi Lebih baik overweight ataupun obesitas terjadi karena ketidakseimbangan energi in dan energi out. Hal ini dikarenakan sebagian energi yang masuk melalui asupan...
Gender identity development in autistic individuals: An interview study
Gender identity development in autistic individuals: An interview study
Autistic individuals report more gender-related questions and gender incongruence compared to non-autistic peers. However, research on gender identity in autistic individuals lacks...

