Javascript must be enabled to continue!
KONSEP GERAKAN MORAL MAHASISWA UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA
View through CrossRef
Perjuangan gerakan moral mahasiswa menciptakan sejarah tersendiri dalamketatanegaraan Indonesia, dimulai dari era 1970 an, 1980 an, 1990 an, dimana pada tahun1998 merupakan puncak terhadap pelengseran Soeharto, sehingga terjadi perubahan rezimdari orde baru menjadi reformasi. Pemikiran baru terhadap konsep gerakan moral mahasiswaadalah gerakan multi disipliner (Andrianto:2004), artinya bahwa kondisi realitas kebangsaansedang mengarah kepada perbaikan-perbaikan sistem di segala bidang, baik di bidang politik,ekonomi, budaya, ketahanan.Gerakan mahasiswa harus berkomunikasi dengan cita-cita besarini dan melakukan negoisasi terhadap semua lini, baik kalangan atas, maupun bawah.Strategi gerakan tersebut selaras dengan kacamata idealis gerakan mahasiswa, yaknigerakan mahasiswa mempunyai dua peran besar. Pertama, sebagai the agent of social control.Kedua, sebagai the agent of social change. Gerakan mahasiswa menjadi progresif, dinamis,refolusioner dan inklusif, jika, Pertama, proaktif merespons keadaan dan teguh pendirian.Kedua, melakukan dialog transformatif untuk menciptakan masyarakat komunikatif yangdemokratis. Ketiga, mendorong pada aktivisnya untuk membentuk kapasitas intelektual yangmemadai dan berjiwa intelektual organik.Gerakan perubahan besar-besaran dalam upaya membangun ketatapemerintahan yangbaik merupakan salah satu kajian demokratisasi dalam segala bidang pemerintahan, olehkarena itu perwujudan good governance semestinya dimulai dari pemerintah yang memilikikomitmen dalam upaya perubahan dan demokratisasi
Title: KONSEP GERAKAN MORAL MAHASISWA UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DI INDONESIA
Description:
Perjuangan gerakan moral mahasiswa menciptakan sejarah tersendiri dalamketatanegaraan Indonesia, dimulai dari era 1970 an, 1980 an, 1990 an, dimana pada tahun1998 merupakan puncak terhadap pelengseran Soeharto, sehingga terjadi perubahan rezimdari orde baru menjadi reformasi.
Pemikiran baru terhadap konsep gerakan moral mahasiswaadalah gerakan multi disipliner (Andrianto:2004), artinya bahwa kondisi realitas kebangsaansedang mengarah kepada perbaikan-perbaikan sistem di segala bidang, baik di bidang politik,ekonomi, budaya, ketahanan.
Gerakan mahasiswa harus berkomunikasi dengan cita-cita besarini dan melakukan negoisasi terhadap semua lini, baik kalangan atas, maupun bawah.
Strategi gerakan tersebut selaras dengan kacamata idealis gerakan mahasiswa, yaknigerakan mahasiswa mempunyai dua peran besar.
Pertama, sebagai the agent of social control.
Kedua, sebagai the agent of social change.
Gerakan mahasiswa menjadi progresif, dinamis,refolusioner dan inklusif, jika, Pertama, proaktif merespons keadaan dan teguh pendirian.
Kedua, melakukan dialog transformatif untuk menciptakan masyarakat komunikatif yangdemokratis.
Ketiga, mendorong pada aktivisnya untuk membentuk kapasitas intelektual yangmemadai dan berjiwa intelektual organik.
Gerakan perubahan besar-besaran dalam upaya membangun ketatapemerintahan yangbaik merupakan salah satu kajian demokratisasi dalam segala bidang pemerintahan, olehkarena itu perwujudan good governance semestinya dimulai dari pemerintah yang memilikikomitmen dalam upaya perubahan dan demokratisasi.
Related Results
ANALISIS EKOFEMINISME GERAKAN CHIPKO DI INDIA
ANALISIS EKOFEMINISME GERAKAN CHIPKO DI INDIA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Ekofeminisme Gerakan Chipko di India ntuk mengetahui kontribusi ekofeminisme terhadap gerakan Chipko di India serta mengetahui pengaruh ...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Escaping the Shadow
Escaping the Shadow
Photo by Karl Raymund Catabas on Unsplash
The interests of patients at most levels of policymaking are represented by a disconnected patchwork of groups … “After Buddha was dead, ...
A Critique of Principlism
A Critique of Principlism
Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash
INTRODUCTION
Bioethics does not have an explicitly stated and agreed upon means of resolving conflicts between normative theories. As such, b...
Peran Gerakan Nasionalisme Lokal Dalam Membangun Integrasi Nasional Indonesia
Peran Gerakan Nasionalisme Lokal Dalam Membangun Integrasi Nasional Indonesia
Artikel ini membahas tentang peran gerakan nasionalisme lokal dalam membangun integrasi nasional Indonesia.Gerakan nasionalisme lokal adalah upaya yang dilakukan oleh kelompok masy...
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE MELALUI PELAYANAN PUBLIK DI DESA LISE
pendahuluan Kepemerintahan yang baik (good governance) merupakan isu yang paling menemuka dalam pengelolaan administrasi publik saat ini. Prasetyantoko (2008) mengatakan bahwa untu...
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Kata Kunci: Nilai Moral Baik dan Buruk, NovelOrang-Orang Biasa. Nilai-nilai Moral adalah ajaran baik atau buruk perbuatan atau kelakuan, akhlak, kewajiban, budi pekerti...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...

