Javascript must be enabled to continue!
REPRESENTASI REMAJA DALAM FILM INDONESIA
View through CrossRef
Film remaja merupakan suatu fenomena sosial yang turut berperan besar dalam proses pembentukan gagasan-gagasan budaya yang berkaitan dengan dunia remaja. Kajian terhadap film remaja tidak sederhana karena terdapat kecenderungan untuk menampilkan remaja dengan cara yang berbeda bergantung pada konteks sosial dalam periode waktu saat film tersebut diproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan paradigma konstruktivistik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan mengamati sumber data primer berupa film KKN di Desa Penari, Qorin, Dear Nathan: Thank You Salma, 12 Cerita Glen Anggara, Kukira Kau Rumah, dan Like & Share, serta sumber data sekunder yang didapat dari berbagai literatur atau studi kepustakaan. Dengan menggunakan metode analisis genre oleh Jane Stokes, penelitian terhadap keenam film tersebut menunjukkan adanya bentuk-bentuk representasi remaja, yaitu: (1) Representasi remaja yang penuh gejolak emosi dalam konvensi setting, (2) Representasi budaya nongkrong remaja dalam konvensi lokasi, (3) Representasi prinsip be yourself pada aktualisasi diri remaja dalam konvensi ikonografi, (4) Representasi perilaku asertif remaja dalam konvensi karakter, (5) Representasi kesadaran remaja terhadap kekerasan seksual dan darurat kesehatan mental dalam konvensi peristiwa naratif, serta (6) Representasi remaja jauh dari orang tua dalam konvensi struktur plot. Dengan demikian, ditemukan beberapa perbedaan atau pergeseran dalam menampilkan remaja di film-film remaja di setiap dekade.
Title: REPRESENTASI REMAJA DALAM FILM INDONESIA
Description:
Film remaja merupakan suatu fenomena sosial yang turut berperan besar dalam proses pembentukan gagasan-gagasan budaya yang berkaitan dengan dunia remaja.
Kajian terhadap film remaja tidak sederhana karena terdapat kecenderungan untuk menampilkan remaja dengan cara yang berbeda bergantung pada konteks sosial dalam periode waktu saat film tersebut diproduksi.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan paradigma konstruktivistik.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dengan mengamati sumber data primer berupa film KKN di Desa Penari, Qorin, Dear Nathan: Thank You Salma, 12 Cerita Glen Anggara, Kukira Kau Rumah, dan Like & Share, serta sumber data sekunder yang didapat dari berbagai literatur atau studi kepustakaan.
Dengan menggunakan metode analisis genre oleh Jane Stokes, penelitian terhadap keenam film tersebut menunjukkan adanya bentuk-bentuk representasi remaja, yaitu: (1) Representasi remaja yang penuh gejolak emosi dalam konvensi setting, (2) Representasi budaya nongkrong remaja dalam konvensi lokasi, (3) Representasi prinsip be yourself pada aktualisasi diri remaja dalam konvensi ikonografi, (4) Representasi perilaku asertif remaja dalam konvensi karakter, (5) Representasi kesadaran remaja terhadap kekerasan seksual dan darurat kesehatan mental dalam konvensi peristiwa naratif, serta (6) Representasi remaja jauh dari orang tua dalam konvensi struktur plot.
Dengan demikian, ditemukan beberapa perbedaan atau pergeseran dalam menampilkan remaja di film-film remaja di setiap dekade.
Related Results
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Peran Edukasi Remaja dalam Pencegahan Stunting
Pendahuluan : Program Generasi Berencana (GenRe) menjadi salah satu program yang dituntut untuk melakukan penyesuaian karena target Group dari program ini adalah remaja yang tidak ...
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika
Representasi adalah bentuk interpretasi pemikiran siswa yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah. Adapun representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah dipen...
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
PENYULUHAN GENRE ORANG MUDA HARAPAN BANGSA
ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Menurut WHO batasan usia remaja adalah 10 tahun hingga 19 tahun. Batasan usia remaja yang digunak...
Menginspirasi Kesehatan Generasi Muda melalui Posyandu Remaja
Menginspirasi Kesehatan Generasi Muda melalui Posyandu Remaja
Masa remaja adalah fase kritis kehidupan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikologis yang cepat. Posyandu Remaja merupakan program kesehatan berbasis masyarakat...

