Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Tinjauan Efek Antihiperglikemia Fermentasi Umbi Yakon (Smallanthus Sonchifolius)

View through CrossRef
Abstract. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with a continuously increasing prevalence, highlighting the need for the development of effective alternative therapies derived from natural products. Yacon tuber (Smallanthus sonchifolius) contains fructooligosaccharides (FOS) and flavonoids that exhibit potential antidiabetic activity, particularly after undergoing fermentation processes. This literature review aims to evaluate the effects of fermented yacon tuber extract on fasting blood glucose levels and to examine the relationship between dosage variation and glucose-lowering effects. The method employed was a literature review of relevant experimental and preclinical studies. The findings indicate that fermented yacon tuber extract consistently reduces fasting blood glucose levels significantly compared to control groups and demonstrates efficacy comparable to standard antidiabetic therapies. Higher doses were reported to produce the most optimal glucose-lowering effects; however, no significant correlation was observed between increasing dosage and fasting blood glucose levels, suggesting a dose-independent effect. Based on these findings, fermented yacon tuber extract shows potential for development as a natural antidiabetic agent in the management of diabetes mellitus. Abstrak. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, sehingga diperlukan pengembangan terapi alternatif yang efektif dan berbasis bahan alam. Umbi yakon (Smallanthus sonchifolius) diketahui mengandung fruktooligosakarida (FOS) dan flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antidiabetes, terutama setelah melalui proses fermentasi. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi ekstrak umbi yakon terhadap kadar glukosa darah puasa serta hubungan antara variasi dosis pemberian dengan efek penurunan glukosa darah. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap berbagai penelitian eksperimental dan pra-klinis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi ekstrak umbi yakon secara konsisten dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan memiliki efektivitas yang sebanding dengan terapi antidiabetes standar. Dosis tinggi dilaporkan memberikan efek penurunan glukosa darah paling optimal, namun tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara peningkatan dosis dengan kadar glukosa darah puasa, menunjukkan efek yang bersifat dose independent. Berdasarkan hasil tersebut, fermentasi ekstrak umbi yakon berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiabetes alami dalam pengelolaan diabetes melitus.
Title: Tinjauan Efek Antihiperglikemia Fermentasi Umbi Yakon (Smallanthus Sonchifolius)
Description:
Abstract.
Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with a continuously increasing prevalence, highlighting the need for the development of effective alternative therapies derived from natural products.
Yacon tuber (Smallanthus sonchifolius) contains fructooligosaccharides (FOS) and flavonoids that exhibit potential antidiabetic activity, particularly after undergoing fermentation processes.
This literature review aims to evaluate the effects of fermented yacon tuber extract on fasting blood glucose levels and to examine the relationship between dosage variation and glucose-lowering effects.
The method employed was a literature review of relevant experimental and preclinical studies.
The findings indicate that fermented yacon tuber extract consistently reduces fasting blood glucose levels significantly compared to control groups and demonstrates efficacy comparable to standard antidiabetic therapies.
Higher doses were reported to produce the most optimal glucose-lowering effects; however, no significant correlation was observed between increasing dosage and fasting blood glucose levels, suggesting a dose-independent effect.
Based on these findings, fermented yacon tuber extract shows potential for development as a natural antidiabetic agent in the management of diabetes mellitus.
Abstrak.
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, sehingga diperlukan pengembangan terapi alternatif yang efektif dan berbasis bahan alam.
Umbi yakon (Smallanthus sonchifolius) diketahui mengandung fruktooligosakarida (FOS) dan flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas antidiabetes, terutama setelah melalui proses fermentasi.
Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi ekstrak umbi yakon terhadap kadar glukosa darah puasa serta hubungan antara variasi dosis pemberian dengan efek penurunan glukosa darah.
Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap berbagai penelitian eksperimental dan pra-klinis yang relevan.
Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi ekstrak umbi yakon secara konsisten dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan memiliki efektivitas yang sebanding dengan terapi antidiabetes standar.
Dosis tinggi dilaporkan memberikan efek penurunan glukosa darah paling optimal, namun tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara peningkatan dosis dengan kadar glukosa darah puasa, menunjukkan efek yang bersifat dose independent.
Berdasarkan hasil tersebut, fermentasi ekstrak umbi yakon berpotensi dikembangkan sebagai agen antidiabetes alami dalam pengelolaan diabetes melitus.

Related Results

DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Effect of Fermented Rice Bran and Corn Meal in Commercial Feed on The Production Performance of Broiler
Effect of Fermented Rice Bran and Corn Meal in Commercial Feed on The Production Performance of Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dedak padi fermentasi dan tepung jagung fermentasi dalam pakan komersial terhadap kinerja produksi ayam pedaging. Penelitian ini ...
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Sosis Salami (Sosis Fermentasi) Ayam Afkir
Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Sosis Salami (Sosis Fermentasi) Ayam Afkir
ABSTRAK. Penelitian Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Kualitas Sosis Salami (Sosis Fermentasi) Ayam Afkir ini bertujuan untuk melihat kualitas sosis Salami (sosis fermentasi) denga...
Optimasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Sukrosa pada Media Cair terhadap Pembentukan Umbi
Optimasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Sukrosa pada Media Cair terhadap Pembentukan Umbi
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendapatkan konsentrasi Ammonium nitrat dan sukrosa yang optimal untuk menghasilkan umbi mikro yang besar dengan waktu pembentukan umbi yang le...
Topinambur (Helianthus tuberosus) and yacon (Smallanthus sonchifolius): nutraceutical crops?
Topinambur (Helianthus tuberosus) and yacon (Smallanthus sonchifolius): nutraceutical crops?
This review is about two crops, topinambur (Helianthus tuberosus L.) and yacón [Smallanthus sonchifolius (Poeppig & Endlicher) H. Robinson], which due to their properties shoul...
ANALISIS KARAKTERISTIK KIMIA BUNGKIL KELAPA DENGAN PENGARUH MEDIA FERMENTASI
ANALISIS KARAKTERISTIK KIMIA BUNGKIL KELAPA DENGAN PENGARUH MEDIA FERMENTASI
Bungkil merupakan limbah kelapa yang dimanfaatkan masyarakat sebagai pakan ternak. Inovasi pada penelitian ini  memanfaatkan bungkil sebagai bahan pangan dengan tambahan rempah-rem...
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro
Uji aktivitas antijamur ekstrak etanol eleutherine americana. merr. terhadap trichophyton tonsurans secara in vitro
Dermatofitosis adalah infeksi pada epidermis kulit, rambut dan kuku disebabkan oleh jamur dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang tersebar di seluruh dunia yaitu Trichophy...

Back to Top