Javascript must be enabled to continue!
BATU MAWE DI TELUK WONDAMA (Mawe Stone in Wondama Bay)
View through CrossRef
There are quite a few megalithic interesting topics to studies. Megalithic cultural remains can be studied from all aspects. On this occasion the out her will examine the remain of the megalitithic culture of the mawe stone in the Roon district of Wondama Bay Regency, West Papua Province. This study uses an ethno-archaeological approach and a motodegy approach. The ethno-arhnographic data as analogy to obtain the community cultural model under study. In the end it can projeocted the extinect past culture can help solve archeological problems. While using the mythological approach is expected to be able to give a clear picture of how mythological stories can be received and read by the next generation. This research has been conducted in two stages, namely data collection and data processing. Data collection is done in save ral ways, namely survey, interview and conduct literature studies. The final stages is data processing aftet all the data collected is them described, analyteed, and interpreted. From the megalithic remains and mythology, valves that need to be conveyed to be the community and future generations can taken. the existence of this mythologis has an important rule, one of which is social and culture values. These values provide apicture and experience for the community. Thus the presence of megalithig culture with various valuable information is a starting point for archeological studies as a chan of megalithic culture in the archipelago. ABSTRAK Tinggalan megalitik di Papua cukup banyak merupakan topik yang menarik untuk dikajih. Tinggalan budaya megalit tersebut dapat dikajih dari segala aspek. Pada kesempatan ini penulis akan mengkaji tinggalan budaya mengalit dari aspek mitologi dan budaya di Papua. Yaitu tinggalan megalitik batu mawe yang berada di Kampung Manerbo, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan etnoarkeologi dan pendekatan mitologi. Pendekatan etnoarkeologi memanfaatkan data etnografi sebagai analogi untuk memperoleh model kebudayaan masyarakat yang diteliti. Pada akhirnya dapat di proyeksikan kebudayaan masa lampau yang telah punah sehingga dapat membantu memecahkan masalah-masalah arkeologi. Sedangkan dengan menggunakan pendekatan mitologi diharapkan mampu memberikan gambaran secara jelas bagaimana kisah mitologi dapat diterima dan dibaca oleh generasi penerus. Penelitian ini pulah dilakukan dengan dua tahap yaitu pengumpulan data dan pengolahan data. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu : survei, wawancara dan melakukan studi pustaka. Tahap akhir adalah pengolahan data, setelah semua data terkempul kemudian dideskripsikan, dianalisis dan diinterpretasikan. Dari tinggalan megalitik dan mitologinya dapat diambil nilai-nilai yang perlu di sampaikan kepada masyarakat dan generasi penerus Keberadaan mitologi ini memiliki peran yang penting, salah satunya terkandung nilai, sosial, dan budaya. Nilai-nilai inilah yang memberikan gambaran dan pengalaman tersendiri pada masyarakat. Dengan demikian hadirnya budaya megalit dengan berbagai informasi yang sangat berharga ini sebagai titik tolak kajian arkeologi sebagai mata rantai budaya megalitik di Nusantara.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud
Title: BATU MAWE DI TELUK WONDAMA (Mawe Stone in Wondama Bay)
Description:
There are quite a few megalithic interesting topics to studies.
Megalithic cultural remains can be studied from all aspects.
On this occasion the out her will examine the remain of the megalitithic culture of the mawe stone in the Roon district of Wondama Bay Regency, West Papua Province.
This study uses an ethno-archaeological approach and a motodegy approach.
The ethno-arhnographic data as analogy to obtain the community cultural model under study.
In the end it can projeocted the extinect past culture can help solve archeological problems.
While using the mythological approach is expected to be able to give a clear picture of how mythological stories can be received and read by the next generation.
This research has been conducted in two stages, namely data collection and data processing.
Data collection is done in save ral ways, namely survey, interview and conduct literature studies.
The final stages is data processing aftet all the data collected is them described, analyteed, and interpreted.
From the megalithic remains and mythology, valves that need to be conveyed to be the community and future generations can taken.
the existence of this mythologis has an important rule, one of which is social and culture values.
These values provide apicture and experience for the community.
Thus the presence of megalithig culture with various valuable information is a starting point for archeological studies as a chan of megalithic culture in the archipelago.
ABSTRAK Tinggalan megalitik di Papua cukup banyak merupakan topik yang menarik untuk dikajih.
Tinggalan budaya megalit tersebut dapat dikajih dari segala aspek.
Pada kesempatan ini penulis akan mengkaji tinggalan budaya mengalit dari aspek mitologi dan budaya di Papua.
Yaitu tinggalan megalitik batu mawe yang berada di Kampung Manerbo, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan etnoarkeologi dan pendekatan mitologi.
Pendekatan etnoarkeologi memanfaatkan data etnografi sebagai analogi untuk memperoleh model kebudayaan masyarakat yang diteliti.
Pada akhirnya dapat di proyeksikan kebudayaan masa lampau yang telah punah sehingga dapat membantu memecahkan masalah-masalah arkeologi.
Sedangkan dengan menggunakan pendekatan mitologi diharapkan mampu memberikan gambaran secara jelas bagaimana kisah mitologi dapat diterima dan dibaca oleh generasi penerus.
Penelitian ini pulah dilakukan dengan dua tahap yaitu pengumpulan data dan pengolahan data.
Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu : survei, wawancara dan melakukan studi pustaka.
Tahap akhir adalah pengolahan data, setelah semua data terkempul kemudian dideskripsikan, dianalisis dan diinterpretasikan.
Dari tinggalan megalitik dan mitologinya dapat diambil nilai-nilai yang perlu di sampaikan kepada masyarakat dan generasi penerus Keberadaan mitologi ini memiliki peran yang penting, salah satunya terkandung nilai, sosial, dan budaya.
Nilai-nilai inilah yang memberikan gambaran dan pengalaman tersendiri pada masyarakat.
Dengan demikian hadirnya budaya megalit dengan berbagai informasi yang sangat berharga ini sebagai titik tolak kajian arkeologi sebagai mata rantai budaya megalitik di Nusantara.
Related Results
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
Pengaruh Penambahan Batu Cadas Terhadap Agregat Kasar Untuk Pengujian Kuat Tekan pada Beton
: Batu cadas (batu trass) adalah batuan yang telah mengalami perubahan komposisi kimia yang di sebabkan oleh pelapukan dan pengaruh kondisi air bawah tanah. Bahan galian ini berwar...
Gerakan Penolakan Masyarakat Adat Terhadap Reklamasi Teluk Benoa
Gerakan Penolakan Masyarakat Adat Terhadap Reklamasi Teluk Benoa
AbstractDecision to the reclamation of Benoa Bay which was based on human greed for nature invited a lot of rejection, especially from the Balinese people, plus there was a change ...
The effect of skin-to-stone distance on success in renal pelvis stones treated with ESWL
The effect of skin-to-stone distance on success in renal pelvis stones treated with ESWL
Our study aimed to investigate the effect of stone load, skin-to-stone distance, and stone density Hounsfield Unit (HU) measured in unenhanced computed tomography on the success of...
PERGULATAN HIDUP PEREMPUAN PEMECAH BATU
PERGULATAN HIDUP PEREMPUAN PEMECAH BATU
Semakin terbatasnya lahan pertanian dan berkembangnya teknologi pertanian, mengakibatkan penurunan kesempatan kerja perempuan disektor pertanian di daerah pedesaan. Oleh karena itu...
CERITA BATU BAGGA DAN BATU BALAI: SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL SASTRA BANDINGAN (A Comparative Study: The Folktale of Batu Bagga and Batu Balai)
CERITA BATU BAGGA DAN BATU BALAI: SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL SASTRA BANDINGAN (A Comparative Study: The Folktale of Batu Bagga and Batu Balai)
Beberapa contoh cerita rakyat yang terkenal di Indonesia adalah legenda tentang anak yang durhaka kepada orang tuanya, seperti Malin Kundang dari Minangkabau, Gempu Awang dari Bang...
Arti Simbolis Pahatan Naga Di Bawah Cerat Yoni Dari Singasari
Arti Simbolis Pahatan Naga Di Bawah Cerat Yoni Dari Singasari
Yoni yang dibuat dari batu andesit, rupa-rupaoya juga mempunyai arti sendiri-sendiri. Batu untuk yoni dari proses terjadinya dapat digolongkan menjadi empat jenis yaitu: batu amat ...
Distribution Trend of the Bottom Water at the Bay Mouth of Jiaozhou Bay
Distribution Trend of the Bottom Water at the Bay Mouth of Jiaozhou Bay
Based on the survey data of Jiaozhou Bay in May, June, July, August, September and October of 1980, the bottom water temperature and its horizontal distribution in Jiaozhou Bay wer...
“Kotak Emas”, Pahatan Relung Pada Dinding Tebing Lae Tungtung Batu di Dairi, Sumatera Utara
“Kotak Emas”, Pahatan Relung Pada Dinding Tebing Lae Tungtung Batu di Dairi, Sumatera Utara
AbstractNiches at the walls of edge of Lae (river) Tungtung Batu have been known by the local people as “the golden box”. The naming, without sufficient scientific proofs, refers t...

