Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Latihan Shadow dengan metode interval Terhadap Peningkatan Footwork Atlet Bulutangkis

View through CrossRef
Fenomena footwork yang kurang optimal pada atlet PB. New Binatama terjadi ketika mereka mengejar bola ke depan net. Atlet mengalami kesulitan kembali dengan cepat ke tengah lapangan, sehingga ketika lawan memberikan bola ke belakang, atlet sulit mendapatkan posisi yang tepat untuk memukul bola, menyebabkan bola keluar lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan shadow dengan metode interval terhadap peningkatan footwork atlet PB. New Binatama. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Populasi penelitian terdiri dari 20 atlet bulutangkis yang berlatih di Club Binatama Kota Padang, dan sampel dipilih secara purposive sampling, sehingga sampel penelitian terdiri dari 14 atlet. Instrumen yang digunakan adalah tes footwork, dan analisis data dilakukan dengan uji-t pada taraf signifikan ɑ=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan latihan shadow terhadap dengan metode interval peningkatan footwork atlet PB. New Binatama Kota Padang, dengan nilai t hitung 33,276 dan t tabel 2,17 (df 6), serta nilai signifikansi p sebesar 0,001.
Title: Pengaruh Latihan Shadow dengan metode interval Terhadap Peningkatan Footwork Atlet Bulutangkis
Description:
Fenomena footwork yang kurang optimal pada atlet PB.
New Binatama terjadi ketika mereka mengejar bola ke depan net.
Atlet mengalami kesulitan kembali dengan cepat ke tengah lapangan, sehingga ketika lawan memberikan bola ke belakang, atlet sulit mendapatkan posisi yang tepat untuk memukul bola, menyebabkan bola keluar lapangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan shadow dengan metode interval terhadap peningkatan footwork atlet PB.
New Binatama.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu.
Populasi penelitian terdiri dari 20 atlet bulutangkis yang berlatih di Club Binatama Kota Padang, dan sampel dipilih secara purposive sampling, sehingga sampel penelitian terdiri dari 14 atlet.
Instrumen yang digunakan adalah tes footwork, dan analisis data dilakukan dengan uji-t pada taraf signifikan ɑ=0,05.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan latihan shadow terhadap dengan metode interval peningkatan footwork atlet PB.
New Binatama Kota Padang, dengan nilai t hitung 33,276 dan t tabel 2,17 (df 6), serta nilai signifikansi p sebesar 0,001.

Related Results

PERBANDINGAN LATIHAN FOOTWORK DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN ATLET TIM BULUTANGKIS PB. SETIA PUTRA
PERBANDINGAN LATIHAN FOOTWORK DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN ATLET TIM BULUTANGKIS PB. SETIA PUTRA
Kelincahan merupakan komponen fisik yang sangat penting dalam olahraga bulutangkis, hal ini dikarenkan agar para pemain  dapat bergerak ke segala arah dengan cepat dan tepat untuk ...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETERAMPILAN LOB BULU TANGKIS PADA SISWA EXTRAKURIKULER BULU TANGKIS
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETERAMPILAN LOB BULU TANGKIS PADA SISWA EXTRAKURIKULER BULU TANGKIS
ABSTRAK             Tujuan penelitian untuk mengetahui (1). Untuk mengetahui Perbedaan pengaruh pendekatan sistem latihan drill dan pola pukulan terhadap keterampilan lob bul...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
Bola voli adalah olahraga yang membutuhkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Power otot tungkai memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bola v...
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
PROFIL KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT DI PSHT RAYON KEMBANGAN KABUPATEN MAGELANG
Pencak Silat is a product of Indonesian society and part of the people's culture. therefore the culture produced is the culture of society. Community culture is a culture of mutual...
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SMASH BULUTANGKIS UNTUK USIA REMAJA
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SMASH BULUTANGKIS UNTUK USIA REMAJA
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan smash pada bulutangkis untuk usia remaja. Penelitian ini menggunakan metode research and develop...
MODEL LATIHAN STROKES BULUTANGKIS UNTUK ATLET SINGLE USIA PEMULA
MODEL LATIHAN STROKES BULUTANGKIS UNTUK ATLET SINGLE USIA PEMULA
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan model latihan strokes bulutangkis untuk atlet single usia pemula dalam meningkatkan keterampilan strokes bulutangkis. Metode penelitian ...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN CIRCUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA CLUB BULUTANGKIS
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN CIRCUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA CLUB BULUTANGKIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shuttle run dan circuit training terhadap peningkatan VO2Max pada pemain bulutangkis di sebuah klub. VO2Max mer...

Back to Top