Javascript must be enabled to continue!
Makna Nilai-nilai Islami pada Putra-Putri Tokoh Islam di Bandung
View through CrossRef
Abstact.The formation of Islamic values is rooted in religious education, family traditions, and social interactions influenced by the role of Islamic figures as family leaders. Although receiving Islamic values through the family, it doesn’t make the children of Islamic figures follow in their father's footsteps as Islamic figures. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach involving interview and observation techniques. The focus of this study is the motives, experiences, and interpretations of Islamic values, guided by Alfred Schutz's phenomenological theory. This study aims to understand the typification of the meaning of Islamic values among family members of Islamic figures in Bandung, namely KH. Miftah Faridl,Ustadz Dudi Abdullah Mutaqien, and KH. Muchtar Kholid. The results show that internalization of Islamic values in the family is carried out through Islamic education and strong role models. Each child interprets Islamic values uniquely based on past motives and future goals, but still reflects the teachings and values of their parents. The typification of meanings formed reflects Islamic values as a foundation for life, although not all children continue their role as Islamic figures. This shows that the legacy of Islamic values can still be applied in various contexts of life.
Abstrak. Pembentukan nilai – nilai Islami berakar dari pendidikan agama, tradisi keluarga dan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh peran tokoh Islam sebagai pemimpin keluarga. Meski menerima penanaman nilai-nilai Islami melalui keluarga, tidak menjadikan anak-anak dari tokoh Islam untuk meneruskan jejak ayahnya sebagai tokoh Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan teknik wawancara dan observasi. Fokus penelitian ini adalah motif, pengalaman dan pemaknaan nilai-nilai Islami dengan panduan teori fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tipikasi makna nilai-nilai Islami pada anggota keluarga tokoh Islam di Bandung yaitu KH. Miftah Faridl, Ustadz Dudi Abdullah Mutaqien, dan KH. Muchtar Kholid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan melalui pendidikan islam dan keteladanan kuat. Masing-masing anak memaknai nilai Islami secara unik berdasarkan motif di masa lalu dan tujuan di masa depan, namun tetap merefleksikan ajaran dan nilai dari orang tua mereka. Tipikasi makna yang terbentuk mencerminkan nilai-nilai Islam sebagai landasan hidup meski tidak semua anak melanjutkan peran sebagai tokoh Islam. Hal ini menunjukkan bahwa warisan nilai Islami dapat tetap diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Makna Nilai-nilai Islami pada Putra-Putri Tokoh Islam di Bandung
Description:
Abstact.
The formation of Islamic values is rooted in religious education, family traditions, and social interactions influenced by the role of Islamic figures as family leaders.
Although receiving Islamic values through the family, it doesn’t make the children of Islamic figures follow in their father's footsteps as Islamic figures.
This study uses a qualitative method with a phenomenological approach involving interview and observation techniques.
The focus of this study is the motives, experiences, and interpretations of Islamic values, guided by Alfred Schutz's phenomenological theory.
This study aims to understand the typification of the meaning of Islamic values among family members of Islamic figures in Bandung, namely KH.
Miftah Faridl,Ustadz Dudi Abdullah Mutaqien, and KH.
Muchtar Kholid.
The results show that internalization of Islamic values in the family is carried out through Islamic education and strong role models.
Each child interprets Islamic values uniquely based on past motives and future goals, but still reflects the teachings and values of their parents.
The typification of meanings formed reflects Islamic values as a foundation for life, although not all children continue their role as Islamic figures.
This shows that the legacy of Islamic values can still be applied in various contexts of life.
Abstrak.
Pembentukan nilai – nilai Islami berakar dari pendidikan agama, tradisi keluarga dan interaksi sosial yang dipengaruhi oleh peran tokoh Islam sebagai pemimpin keluarga.
Meski menerima penanaman nilai-nilai Islami melalui keluarga, tidak menjadikan anak-anak dari tokoh Islam untuk meneruskan jejak ayahnya sebagai tokoh Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan teknik wawancara dan observasi.
Fokus penelitian ini adalah motif, pengalaman dan pemaknaan nilai-nilai Islami dengan panduan teori fenomenologi Alfred Schutz.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami tipikasi makna nilai-nilai Islami pada anggota keluarga tokoh Islam di Bandung yaitu KH.
Miftah Faridl, Ustadz Dudi Abdullah Mutaqien, dan KH.
Muchtar Kholid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan melalui pendidikan islam dan keteladanan kuat.
Masing-masing anak memaknai nilai Islami secara unik berdasarkan motif di masa lalu dan tujuan di masa depan, namun tetap merefleksikan ajaran dan nilai dari orang tua mereka.
Tipikasi makna yang terbentuk mencerminkan nilai-nilai Islam sebagai landasan hidup meski tidak semua anak melanjutkan peran sebagai tokoh Islam.
Hal ini menunjukkan bahwa warisan nilai Islami dapat tetap diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan.
Related Results
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
ANALISIS PERBANDINGAN MAKNA SIMBOLIS PADA RIASAN PENGANTIN JOGJA PUTRI DAN PENGANTIN SOLO PUTRI
ANALISIS PERBANDINGAN MAKNA SIMBOLIS PADA RIASAN PENGANTIN JOGJA PUTRI DAN PENGANTIN SOLO PUTRI
Makna yang tersirat dari suatu kata tidak hanya merujuk pada objek, peristiwa, atau keadaan tertentu. Oleh karena itu, kita tidak dapat memperoleh makna kata tersebut hanya dari ko...
Event Management Bandung Sneaker Season
Event Management Bandung Sneaker Season
Abstract. Bandung Sneaker Season is the first sneakers and streetwear event to be held in Bandung, an annual event that was first created in 2018 by Maks.co Event Organizer. At the...
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Abstract. Kabaret Bandung is a modern art performance that is popular among young people, especially in West Java. The hallmark of Bandung Cabaret is the use of audio playback, whi...
KARAKTER TOKOH PADA NOVEL “DI BAWAH LANGIT” KARYA OPICK TOMBO ATI DAN TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
KARAKTER TOKOH PADA NOVEL “DI BAWAH LANGIT” KARYA OPICK TOMBO ATI DAN TAUFIQURRAHMAN AL-AZIZY
Latar belakang dalam pemilihan judul ini, yaitu karena isi cerita pada novel tersebut sangat berkesan sekali bagi orang yang sudah membaca novel tersebut dan banyak orang yang meng...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...

