Javascript must be enabled to continue!
HUBUNGAN ANTARA PENATAAN LINGKUNGAN BELAJAR OUTDOOR DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
View through CrossRef
The Contribution Of Outdoor Learning Environment To Young Children’s Gross Motor Skills. The research aims to determine about contribution of outdoor learning enviroment to young children’s evaluated gross motor skills. The research conducted in kindergartents at Gunung Sindur District Bogor Regency. It adopted corelation methode. The subject of the research with 80 young children from 8 (eight) kindergratens Group B that are taken from at Gunung Sindur they are TK Islam Ar Rasyid,TK Pertiwi,TK Al Kautsar,TK Tunas Bangsa,TK Tunas Karya,TK Nurl Iman,TK An Nahl,and TK An Nur. Data were collected through observation of outdoor learning environment and from the existing data in each respective school containing information about children’s gross motor skills. The data were analyzed with quantitative-descriptive technique involving several stages, namely validation, reliability check, the comparison of mean test, inference. The findings show that the outdoor learning environment was in the “ideal” category for 62,50% and the result of young children’s gross motor skills evaluation were in category “develop according to expectations” for 48,75%. therefor, it can be inferred that the setting of outdoor learning environment has contribution to young children’s gross motor skills.Hubungan Antara Penataan Lingkungan Belajar Outdoor Dengan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penataan lingkungan belajar outdoor dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Penelitian ini dilakukan di sekolah Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Subjek penelitian berjumlah 80 orang anak kelompok B dari 8 sekolah Taman Kanak-kanak, Taman Kanak-kanak yang di teliti yaitu TK Islam Ar-Rasyid, TK Pertiwi, TK Al-Kautsar, TK Tunas Bangsa, Tunas Karya, Nurul Iman, TK An-Nahl dan TK An-Nur. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi mengenai lingkungan belajar outdoor dan pengambilan data yang sudah ada di setiap sekolah yang berisi kemampuan motorik kasar anak. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan beberapa tahapan diantaranya adalah proses validasi, reliabilitas, analisis uji perbandingan rata-rata, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan lingkungan belajar outdoor berada dalam ketegori ideal yaitu sebesar 62,50% dan kemampuan motorik kasar anak usia dini berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH) sebesar 48,75%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan adanya hubungan penataan lingkungan belajar outdoor dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Title: HUBUNGAN ANTARA PENATAAN LINGKUNGAN BELAJAR OUTDOOR DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
Description:
The Contribution Of Outdoor Learning Environment To Young Children’s Gross Motor Skills.
The research aims to determine about contribution of outdoor learning enviroment to young children’s evaluated gross motor skills.
The research conducted in kindergartents at Gunung Sindur District Bogor Regency.
It adopted corelation methode.
The subject of the research with 80 young children from 8 (eight) kindergratens Group B that are taken from at Gunung Sindur they are TK Islam Ar Rasyid,TK Pertiwi,TK Al Kautsar,TK Tunas Bangsa,TK Tunas Karya,TK Nurl Iman,TK An Nahl,and TK An Nur.
Data were collected through observation of outdoor learning environment and from the existing data in each respective school containing information about children’s gross motor skills.
The data were analyzed with quantitative-descriptive technique involving several stages, namely validation, reliability check, the comparison of mean test, inference.
The findings show that the outdoor learning environment was in the “ideal” category for 62,50% and the result of young children’s gross motor skills evaluation were in category “develop according to expectations” for 48,75%.
therefor, it can be inferred that the setting of outdoor learning environment has contribution to young children’s gross motor skills.
Hubungan Antara Penataan Lingkungan Belajar Outdoor Dengan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penataan lingkungan belajar outdoor dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini.
Penelitian ini dilakukan di sekolah Taman Kanak-kanak se-Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor.
Penelitian ini menggunakan metode korelasi.
Subjek penelitian berjumlah 80 orang anak kelompok B dari 8 sekolah Taman Kanak-kanak, Taman Kanak-kanak yang di teliti yaitu TK Islam Ar-Rasyid, TK Pertiwi, TK Al-Kautsar, TK Tunas Bangsa, Tunas Karya, Nurul Iman, TK An-Nahl dan TK An-Nur.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi mengenai lingkungan belajar outdoor dan pengambilan data yang sudah ada di setiap sekolah yang berisi kemampuan motorik kasar anak.
Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif dengan beberapa tahapan diantaranya adalah proses validasi, reliabilitas, analisis uji perbandingan rata-rata, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan lingkungan belajar outdoor berada dalam ketegori ideal yaitu sebesar 62,50% dan kemampuan motorik kasar anak usia dini berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH) sebesar 48,75%.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan adanya hubungan penataan lingkungan belajar outdoor dengan kemampuan motorik kasar anak usia dini.
Related Results
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Tinjauan Literature Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Tinjauan Literature Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Anak usia dini merupakan sosok yang perlu bimbingan orang dewasa dalam menstimulasi segala aspek perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsika...
PENERAPAN KEGIATAN SENAM IRAMA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B DI RAUDHATUL ATHFAL MUSLIMAT NU MARTAPURA KABUPATEN BANJAR
PENERAPAN KEGIATAN SENAM IRAMA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B DI RAUDHATUL ATHFAL MUSLIMAT NU MARTAPURA KABUPATEN BANJAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan senam irama
dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B yang dilakukan oleh seorang guru kepada anak di...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Toddler
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Toddler
Pendahuluan: Perkembangan motorik kasar adalah perkembangan kemampuan anak anak yang melibatkan otot-otot besar dalam melakukan gerakan dan sikap tubuh. Banyak factor yang mempenga...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Asesmen Formatif Pada Pendidikan Anak Usia Dini Di Indonesia
Formative assessment in early childhood education in Indonesia does not have been working well. The research aims to prove the problem that the formative assessment (assessment for...
Tinjauan Sistematik Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-5 Tahun
Tinjauan Sistematik Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 1-5 Tahun
Perkembangan motorik kasar pada anak usia 1-5 tahun merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang yang berpengaruh terhadap kualitas hidup anak. Salah satu faktor yang me...
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MENGGUNTING DAN MENEMPEL
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mengguntingan dan Menempel. Motorik halus adalah salah satu aspek perkembangan yang harus dikembangakan pada anak usia dini den...

