Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN STUNTING DENGAN METODE DARING TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING

View through CrossRef
Latar Belakang : Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kecamatan Kebonarum Klaten masih terdapat balita dengan stunting yaitu 2 % dari 1000 anak. Mayoritas ibu tidak mengetahui tentang pencegahan stunting. Tujuan dan Manfaat : Mengetahui kefektifan pendidikan kesehatan stunting dengan metode daring terhadap perilaku pencegahan stunting Subjek dan Metode : Responden penelitian ini adalah  31 orang. Desain penelitian quasy experimental dengan rancangan pre test dan post test. Data dianalisis dengan Paired T-Test. Hasil Penelitian : Untuk nilai rata-rata perilaku sebelum diberi penyuluhan 13,48 dan sesudah diberi penyuluhan 13,94 dan hasil paired t-test 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan perilaku pencegahan setelah diberi peyuluhan. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan secara daring efektif untuk meningkatkan perilaku pencegahan stunting.   Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Perilaku Pencegahan Stunting, Daring    THE EFFECTIVENESS OF STUNTING HEALTH EDUCATION WITH ONLINE METHODS ON STUNTING PREVENTION BEHAVIORIN THE VILLAGE OF CENTRAL KLATEN REGENCY   Ditya Yankusuma Setiani, Lilik Sriwiyati   INSTITUTE OF HEALTH SCIENCE OF PANTI KOSALA, Sukoharjo, Central Java, Indonesia   Abstract     Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. In Kebonarum District, Klaten, there are still toddlers with stunting, which is 2% of 1000 children. The majority of mothers do not know about stunting prevention.The Aim of the study: Knowing the effectiveness of stunting health education with online methods on stunting prevention behaviorSubjects and Methods: The respondents of this study were 31 people. Quasy experimental research design with pre test and post test designs. Data were analyzed by Paired T-Test.Research results: the average value of behavior before being given counseling is 13.48 and after being given counseling is 13.94 and the paired t-test result is 0.000, it can be concluded that there is an increase in preventive behavior after being given counseling.Conclusion: Online health education is effective to improve stunting prevention behavior.  Keywords: Health Education, Stunting Prevention Behavior, Online  
Title: EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN STUNTING DENGAN METODE DARING TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING
Description:
Latar Belakang : Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur.
Kecamatan Kebonarum Klaten masih terdapat balita dengan stunting yaitu 2 % dari 1000 anak.
Mayoritas ibu tidak mengetahui tentang pencegahan stunting.
Tujuan dan Manfaat : Mengetahui kefektifan pendidikan kesehatan stunting dengan metode daring terhadap perilaku pencegahan stunting Subjek dan Metode : Responden penelitian ini adalah  31 orang.
Desain penelitian quasy experimental dengan rancangan pre test dan post test.
Data dianalisis dengan Paired T-Test.
Hasil Penelitian : Untuk nilai rata-rata perilaku sebelum diberi penyuluhan 13,48 dan sesudah diberi penyuluhan 13,94 dan hasil paired t-test 0,000 maka dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan perilaku pencegahan setelah diberi peyuluhan.
Kesimpulan : Pendidikan kesehatan secara daring efektif untuk meningkatkan perilaku pencegahan stunting.
  Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Perilaku Pencegahan Stunting, Daring    THE EFFECTIVENESS OF STUNTING HEALTH EDUCATION WITH ONLINE METHODS ON STUNTING PREVENTION BEHAVIORIN THE VILLAGE OF CENTRAL KLATEN REGENCY   Ditya Yankusuma Setiani, Lilik Sriwiyati   INSTITUTE OF HEALTH SCIENCE OF PANTI KOSALA, Sukoharjo, Central Java, Indonesia   Abstract     Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age.
In Kebonarum District, Klaten, there are still toddlers with stunting, which is 2% of 1000 children.
The majority of mothers do not know about stunting prevention.
The Aim of the study: Knowing the effectiveness of stunting health education with online methods on stunting prevention behaviorSubjects and Methods: The respondents of this study were 31 people.
Quasy experimental research design with pre test and post test designs.
Data were analyzed by Paired T-Test.
Research results: the average value of behavior before being given counseling is 13.
48 and after being given counseling is 13.
94 and the paired t-test result is 0.
000, it can be concluded that there is an increase in preventive behavior after being given counseling.
Conclusion: Online health education is effective to improve stunting prevention behavior.
  Keywords: Health Education, Stunting Prevention Behavior, Online   .

Related Results

ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
ANALISIS PERILAKU MAHASISWI STIKES PANTI KOSALA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Prevalensi balita stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24.4%, sehingga untuk memenuhi target prevalensi hingga 14,9% pada tahun 2025 perlu terus dilakukan upaya untuk menu...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Karakteristik Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan Stunting
Karakteristik Ibu Hamil terhadap Perilaku Pencegahan Stunting
Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sumatera barat mencatat tahun 2024, angka kejadian stunting 23,6% masih diatas rata-rata nasional 21,6 % dan target pemerintah sebesar 14% di ta...
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi Pembelajaran Daring Pada Kegiatan Belajar Mengajar
Sosialisasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung di lapangan serta upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran daring ...
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Faktor Risiko Stunting Balita pada Masa New Normal Covid-19 di Puskesmas Sukawati I Kabupaten Gianyar, Bali
Stunting adalah masalah pertumbuhan akibat kurangnya pemberian nutrisi yang optimal. Dunia sedang menghadapi Pandemi global COVID-19 mempengaruhi peningkatan kasus stunting karena ...
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Pencegahan Stunting melalui Pengembangan Kewirausahaan dan Capacity Building Masyarakat Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Angka stunting Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah setiap tahun mengalami penurunan. Angka kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2020 sebesar 7,33%, pada tahun 2021 menurun...

Back to Top