Javascript must be enabled to continue!
PENDEKATAN KAJIAN ISLAM: (NORMATIF DAN EMPIRIS)
View through CrossRef
“Surga Di Telapak Kaki Ibu†merupakan film yang terinspirasi dari kisah Malin Kundang, di mana film ini menjadi sebuah perbincangan hangat di tengah masyarakat. Sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan di sebuah pengajian, apakah surga itu penentunya ibu? Bagaimana jika ibunya kafir atau banyak dosa? Bagaimana dengan Bapak? Apakah hanya Ibu yang punya surga sedangkan Bapak tidak? Sungguh, pertanyaan-pertanyaan itu membuat seorang gurun ngaji pusing tujuh keliling karena tidak mampu menjawab pertanyaan kritis tersebut. Selain itu ia belum pernah mendapat pertanyaan yang kritis dari murid-muridnya yang terdahulu. Akhirnya dengan sukarela ia mengundurkan diri sebagai guru ngaji di masyarakat.
Tidak kalah kritisnya dengan pertanyaan salah seorang murid guru ngaji tadi adalah pertanyaan yang diajukan oleh seorang anak tukang pulung yang meragukan keampuhan ajaran Islam dalam membina umatnya menjadi umat yang produktif. Hal ini karena ia melihat fenomena yang sangat bertentangan dengan apa yang pernah mereka dengar yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ia melihat fakta bahwa, setelah ia melihat seseorang dermawan membuatkan musholla untuk masyarakat, justru masyarakat tidak mau shalat di musholla itu, yang alasannya karena seorang yang membuat musholla di kampungnya itu pernah durhaka kepada orang tuanya, terlebih lagi ia tidak pernah sholat padahal ia sudah naik haji.
Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh masyarakat dan seoarang anak tukang pulung tadi yang dipaparkan di depan terkait dengan dua hal, yaitu amalan ibadah normatif yang kebenarannya hanya Allah yang tahu dan amal ibadah empirik yang kebenarannya bersifat inderawi. Kebenaran normatif ini bersifat transendental metafisis dan berada di luar jangkauan pikiran manusia dan tidak meruang waktu. Aspek normatif transendental mengandung kebenaran yang pembuktiannya harus dengan keimanan (untestable truth), sedangkan kebenaran empirik adalah kebenaran baconian, kebenaran ilmiah yang bersifat inderawi, yaitu dapat diamati, dirasakan, dan diukur.
Makalah ini lebih lanjut akan membahas tentang Pendekatan Kajian Islam secara normatif dan emprik serta aspek-aspeknya dalam praktik kehidupan beragama. Adapun sub pembahasannya adalah: 1) Pengertian Pendekatan Normatif, 2) Pengertian Pendekatan Empiris, 3) Fenomena Masyarakat Indonesia yang Kontradiktif, 4) Aspek Normatif dan Empirik untuk mencoba menjawab penomenapenomena yang terjadi seperi cerita di atas. Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca dan mohon maaf atas segala bentuk kekurangan. Wallahu a’lam
Sekolah Tinggi Islam Al-Mukmin (STIM) Surakarta
Title: PENDEKATAN KAJIAN ISLAM: (NORMATIF DAN EMPIRIS)
Description:
“Surga Di Telapak Kaki Ibu†merupakan film yang terinspirasi dari kisah Malin Kundang, di mana film ini menjadi sebuah perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan di sebuah pengajian, apakah surga itu penentunya ibu? Bagaimana jika ibunya kafir atau banyak dosa? Bagaimana dengan Bapak? Apakah hanya Ibu yang punya surga sedangkan Bapak tidak? Sungguh, pertanyaan-pertanyaan itu membuat seorang gurun ngaji pusing tujuh keliling karena tidak mampu menjawab pertanyaan kritis tersebut.
Selain itu ia belum pernah mendapat pertanyaan yang kritis dari murid-muridnya yang terdahulu.
Akhirnya dengan sukarela ia mengundurkan diri sebagai guru ngaji di masyarakat.
Tidak kalah kritisnya dengan pertanyaan salah seorang murid guru ngaji tadi adalah pertanyaan yang diajukan oleh seorang anak tukang pulung yang meragukan keampuhan ajaran Islam dalam membina umatnya menjadi umat yang produktif.
Hal ini karena ia melihat fenomena yang sangat bertentangan dengan apa yang pernah mereka dengar yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ia melihat fakta bahwa, setelah ia melihat seseorang dermawan membuatkan musholla untuk masyarakat, justru masyarakat tidak mau shalat di musholla itu, yang alasannya karena seorang yang membuat musholla di kampungnya itu pernah durhaka kepada orang tuanya, terlebih lagi ia tidak pernah sholat padahal ia sudah naik haji.
Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh masyarakat dan seoarang anak tukang pulung tadi yang dipaparkan di depan terkait dengan dua hal, yaitu amalan ibadah normatif yang kebenarannya hanya Allah yang tahu dan amal ibadah empirik yang kebenarannya bersifat inderawi.
Kebenaran normatif ini bersifat transendental metafisis dan berada di luar jangkauan pikiran manusia dan tidak meruang waktu.
Aspek normatif transendental mengandung kebenaran yang pembuktiannya harus dengan keimanan (untestable truth), sedangkan kebenaran empirik adalah kebenaran baconian, kebenaran ilmiah yang bersifat inderawi, yaitu dapat diamati, dirasakan, dan diukur.
Makalah ini lebih lanjut akan membahas tentang Pendekatan Kajian Islam secara normatif dan emprik serta aspek-aspeknya dalam praktik kehidupan beragama.
Adapun sub pembahasannya adalah: 1) Pengertian Pendekatan Normatif, 2) Pengertian Pendekatan Empiris, 3) Fenomena Masyarakat Indonesia yang Kontradiktif, 4) Aspek Normatif dan Empirik untuk mencoba menjawab penomenapenomena yang terjadi seperi cerita di atas.
Semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi pembaca dan mohon maaf atas segala bentuk kekurangan.
Wallahu a’lam.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Metode Normatif dan Empiris dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif di Indonesia
Metode Normatif dan Empiris dalam Penelitian Hukum: Studi Eksploratif di Indonesia
This study stems from the growing need for effective and efficient legal research methods in Indonesia. Its main objective is to analyze the application of normative and empirical ...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract:
The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
Kreativiti Dalam Rekaan Fesyen Dan Pakaian: Tinjauan Sistematik
Kreativiti Dalam Rekaan Fesyen Dan Pakaian: Tinjauan Sistematik
Konsep dan amalan peramal fesyen terhadap elemen kreativiti amat signifikan dalam memupuk pemikiran kreatif dan kritis dalam menyelesaikan setiap masalah. Kertas tinjauan sistemati...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
Persepsi Masyarakat Kota Bengkulu Terhadap Paham Islam Moderat
Persepsi Masyarakat Kota Bengkulu Terhadap Paham Islam Moderat
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan persepsi Masyarakat Kota Bengkulu terhadap Paham Islam Moderat, kemudian dari temuan data dilapangan akan dilakukan analisis secara m...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

