Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN CIRCUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA CLUB BULUTANGKIS

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shuttle run dan circuit training terhadap peningkatan VO2Max pada pemain bulutangkis di sebuah klub. VO2Max merupakan indikator kapasitas kardiorespirasi yang sangat penting dalam menunjang stamina dan performa atlet bulutangkis, mengingat olahraga ini membutuhkan daya tahan dan kelincahan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan membagi peserta menjadi dua kelompok: kelompok latihan shuttle run dan kelompok latihan circuit training. Pengukuran VO2Max dilakukan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua metode latihan secara signifikan meningkatkan VO2Max peserta, namun peningkatan yang lebih optimal terjadi pada kelompok circuit training. Hal ini disebabkan oleh circuit training yang melibatkan beberapa stasiun latihan secara sistematis dan berulang sehingga memberikan adaptasi fisiologis yang lebih luas pada sistem kardiovaskular. Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penggabungan kedua metode latihan dapat menjadi program latihan efektif untuk meningkatkan daya tahan atlet bulutangkis. Selain itu, penelitian ini turut menguatkan pentingnya latihan terstruktur untuk menunjang prestasi olahraga serta kesehatan fisik
Title: PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN SHUTTLE RUN DAN CIRCUIT TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA CLUB BULUTANGKIS
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan shuttle run dan circuit training terhadap peningkatan VO2Max pada pemain bulutangkis di sebuah klub.
VO2Max merupakan indikator kapasitas kardiorespirasi yang sangat penting dalam menunjang stamina dan performa atlet bulutangkis, mengingat olahraga ini membutuhkan daya tahan dan kelincahan tinggi.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan membagi peserta menjadi dua kelompok: kelompok latihan shuttle run dan kelompok latihan circuit training.
Pengukuran VO2Max dilakukan menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) sebelum dan sesudah pelatihan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua metode latihan secara signifikan meningkatkan VO2Max peserta, namun peningkatan yang lebih optimal terjadi pada kelompok circuit training.
Hal ini disebabkan oleh circuit training yang melibatkan beberapa stasiun latihan secara sistematis dan berulang sehingga memberikan adaptasi fisiologis yang lebih luas pada sistem kardiovaskular.
Penelitian ini memberikan rekomendasi bahwa penggabungan kedua metode latihan dapat menjadi program latihan efektif untuk meningkatkan daya tahan atlet bulutangkis.
Selain itu, penelitian ini turut menguatkan pentingnya latihan terstruktur untuk menunjang prestasi olahraga serta kesehatan fisik.

Related Results

PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETERAMPILAN LOB BULU TANGKIS PADA SISWA EXTRAKURIKULER BULU TANGKIS
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POLA PUKULAN TERHADAP KETERAMPILAN LOB BULU TANGKIS PADA SISWA EXTRAKURIKULER BULU TANGKIS
ABSTRAK             Tujuan penelitian untuk mengetahui (1). Untuk mengetahui Perbedaan pengaruh pendekatan sistem latihan drill dan pola pukulan terhadap keterampilan lob bul...
PERBANDINGAN LATIHAN FOOTWORK DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN ATLET TIM BULUTANGKIS PB. SETIA PUTRA
PERBANDINGAN LATIHAN FOOTWORK DAN SHADOW TERHADAP KELINCAHAN ATLET TIM BULUTANGKIS PB. SETIA PUTRA
Kelincahan merupakan komponen fisik yang sangat penting dalam olahraga bulutangkis, hal ini dikarenkan agar para pemain  dapat bergerak ke segala arah dengan cepat dan tepat untuk ...
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar.
Perbandingan Pengaruh Latihan Fartlek Dengan Latihan Sirkuit Training Terhadap Kapasitas Kerja Maksimal VO2 Max Pada Siswa MAN 1 Makassar.
This research is a descriptive study to determine (1) the effect of fartlek training on maximal working capacity of VO2 Max in MAN 1 Makassar (2) to determine the circuit training ...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SMASH BULUTANGKIS UNTUK USIA REMAJA
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN SMASH BULUTANGKIS UNTUK USIA REMAJA
Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model latihan smash pada bulutangkis untuk usia remaja. Penelitian ini menggunakan metode research and develop...
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DOUBLE LEG TUCK JUMP DAN LATERAL BOUND TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI DAN HASIL SMASH PADA ATLET PUTRA
Bola voli adalah olahraga yang membutuhkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan tubuh secara menyeluruh. Power otot tungkai memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bola v...
MODEL LATIHAN STROKES BULUTANGKIS UNTUK ATLET SINGLE USIA PEMULA
MODEL LATIHAN STROKES BULUTANGKIS UNTUK ATLET SINGLE USIA PEMULA
Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan model latihan strokes bulutangkis untuk atlet single usia pemula dalam meningkatkan keterampilan strokes bulutangkis. Metode penelitian ...

Back to Top