Javascript must be enabled to continue!
Konstruksi Makna Salam Satu Jari dan Pola Komunikasi Anggota Komunitas Salam Satu Jari (Studi Fenomenologi Komunitas Underground Salam Satu Jari Jakarta)
View through CrossRef
Penelitian ini untuk mengetahui konstruksi makna dan pola komunikasi anggota komunitas Salam Satu Jari. Berdasarkan teori konstruksi makna (Berger dan Luckmann) dan Interaksionismme Simbolik (Mead) yang terjadi pada anggota komunitas SSJ dalam membangun konsep diri dan membentuk makna bagi anggota komunitas Salam Satu Jari untuk terus melakukan komunikasi dengan berdasarkan motif yang dimiliki. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan fenomenologi. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan pengamatan langsung kepada sepuluh informan. Hasil penelitian diperoleh Simbol salam satu jari berpotensi menjadi refensi simbol yang membangkitkan kesadaran para anggota SSJ agar tetap ingat kepada sang pencipta serta belajar memahami kontradiksi sosial dan berpikir kritis terhadap budaya musik rock underground yang lebih identik dengan nilai-nilai negatif. Dalam proses ini anggota SSJ mengidentifikasi diri di tengah komunitas SSJ dimana individu tersebut menjadi anggotanya. Adanya penggolongan sosial yang berbasis historis dan strukturalisasi dengan masyarakat luas melahirkan kelompok yang menerima dan yang menolak yang disebut dengan kelompok eksklusif dan inklusif. Dalam interaksinya, anggota Salam Satu Jari terbagi menjadi dua macam motif yaitu motif perlawanan dan tren. Dan anggota yang berada pada motif perlawanan cenderung berada pada anggota di kelompok Eksklusif. Sementara anggota yang berada di motif mengikuti tren berada pada kelompok inklusif. Pola komunikasi anggota Salam Satu Jari memiliki dua macam yaitu pola komunikasi simetris antar sesama anggota Salam Satu Jari dan pola komunikasi komplementaris yaitu antar anggota Salam Satu Jari dengan anggota underground.
Title: Konstruksi Makna Salam Satu Jari dan Pola Komunikasi Anggota Komunitas Salam Satu Jari (Studi Fenomenologi Komunitas Underground Salam Satu Jari Jakarta)
Description:
Penelitian ini untuk mengetahui konstruksi makna dan pola komunikasi anggota komunitas Salam Satu Jari.
Berdasarkan teori konstruksi makna (Berger dan Luckmann) dan Interaksionismme Simbolik (Mead) yang terjadi pada anggota komunitas SSJ dalam membangun konsep diri dan membentuk makna bagi anggota komunitas Salam Satu Jari untuk terus melakukan komunikasi dengan berdasarkan motif yang dimiliki.
Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan pendekatan fenomenologi.
Data primer diperoleh dari wawancara mendalam dan pengamatan langsung kepada sepuluh informan.
Hasil penelitian diperoleh Simbol salam satu jari berpotensi menjadi refensi simbol yang membangkitkan kesadaran para anggota SSJ agar tetap ingat kepada sang pencipta serta belajar memahami kontradiksi sosial dan berpikir kritis terhadap budaya musik rock underground yang lebih identik dengan nilai-nilai negatif.
Dalam proses ini anggota SSJ mengidentifikasi diri di tengah komunitas SSJ dimana individu tersebut menjadi anggotanya.
Adanya penggolongan sosial yang berbasis historis dan strukturalisasi dengan masyarakat luas melahirkan kelompok yang menerima dan yang menolak yang disebut dengan kelompok eksklusif dan inklusif.
Dalam interaksinya, anggota Salam Satu Jari terbagi menjadi dua macam motif yaitu motif perlawanan dan tren.
Dan anggota yang berada pada motif perlawanan cenderung berada pada anggota di kelompok Eksklusif.
Sementara anggota yang berada di motif mengikuti tren berada pada kelompok inklusif.
Pola komunikasi anggota Salam Satu Jari memiliki dua macam yaitu pola komunikasi simetris antar sesama anggota Salam Satu Jari dan pola komunikasi komplementaris yaitu antar anggota Salam Satu Jari dengan anggota underground.
Related Results
Transfer Jari Kedua Jari Kaki untuk Rekonstruksi Jari Pertama Jari Tangan Setelah Trauma Listrik (Laporan Kasus)
Transfer Jari Kedua Jari Kaki untuk Rekonstruksi Jari Pertama Jari Tangan Setelah Trauma Listrik (Laporan Kasus)
Latar belakang: jari pertama memiliki peran yang sangat penting pada fungsi tangan. Rekonstruksi jari pertama jari tangan dapat dilakukan menggunakan jari pertama jari. Jari kedua ...
ANALISIS DISTRIBUSI TEKANAN FLUIDA CAIR YANG MELALUI ELBOW 90O DENGAN VARIASI JARI-JARI KELENGKUNGAN
ANALISIS DISTRIBUSI TEKANAN FLUIDA CAIR YANG MELALUI ELBOW 90O DENGAN VARIASI JARI-JARI KELENGKUNGAN
Penggunaan pipa dalam suatu sistem saluran fluida banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Efisiensi dari suatu sistem saluran akan tercapai maksimal apabila desain atau peranc...
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL NYENUK DALAM UPACARA NGENTEG LINGGIH DI PURA DESA, DESA PELAGA, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG
ABSTRAK
Komunikasi transendental nyenuk merupakan rangkaian dari upacara ngenteg linggih yang dilaksanakan oleh masyarakat setelah pemabngunan atau mepugaran pura...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Alternative Entrances: Phillip Noyce and Sydney’s Counterculture
Phillip Noyce is one of Australia’s most prominent film makers—a successful feature film director with both iconic Australian narratives and many a Hollywood blockbuster under his ...
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Evaluasi Kesesuaian Pola Bangunan Lembaga Pembinaan Khusus Anak dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Fungsi dan Tujuan dari pendirian Lembaga Pemasyarakatan menjadikan pembangunannya tak dapat dilakukan secara asal, diperlukan standar dan standarisasi agar bangunan Lembaga Pemasya...
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
PENENTUAN TEGANGAN OPERASIONAL PADA DETEKTOR GEIGER MULLER DENGAN PERBEDAAN JARI-JARI WINDOW DETEKTOR
Telah dilakukan penentuan nilai tegangan operasional detektor isian gas Geiger Muller dengan perbedaan jari-jari windownya. Tegangan operasional didapatkan dengan melakukan pencaca...
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
KLASIFIKASI MAKNA (Ditinjau dari Ranah Komunikasi)
Kajian ini merupakan kajian linguistik yang membahas tentang klasifikasi makna (ditinjau dari ranah komunikasi). Dalam kajian ini di bahas klasifikasi makna atau arti (types of mea...

