Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGENALAN TEMPRAMEN DASAR ABRAHAM, MUSA, PETRUS DAN PAULUS DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

View through CrossRef
Temperamen merupakan kombinasi dari sifat-sifat bawaan sejak lahir, terdapat empat macam yaitu Sanguin, Kolerik, Melankolis dan Plegmatis, masing masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Temperamen merupakan bahan dasar yang membentuk watak dan kepribadian manusia, masing-masing memiliki keunikan, satu dengan yang lain berbeda secara mendasar, baik dalam pikiran, perasaan maupun keinginan (Stanley Heath, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mengenal temperamen dasar dari Abraham, Petrus dan Paulus sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang berkarakter dan menjadi salah satu tugas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK).Untuk itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Berdasarkan hasil studi pustaka dari berbagai sumber, yaitu sejumlah literatur berbahasa Indonesia dan Inggris untuk mengenal temperamen dasar Abraham, Musa, Petrus dan Paulus dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini memberikan gambaran bahwa temperamen merupakan bahan dasar yang mewarnai hidup seseorang. Abraham yang memiliki temperamen dasar Flegmatik, memperlengkapi Abraham dengan kekuatannya yang menonjol yaitu taat, iman, pendoa, diplomasi, pengasih dan pendamai, sehingga sanggup melaksanakan perintah Allah untuk keluar dari tempat asalnya ke negeri yang dijanikan Allah dan menjadi saksi Allah di tengah-tengah bangsa yang belum mengenal-Nya. Musa yang memiliki temperamen dasar Melankolis, kekuatannya terletak pada kesetiaannya akan visi untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian. Petrus yang memiliki temperamen dasar Sanguin, kekuatannya, yaitu ramah da pandai berbicara. Tuhan memperlengkapi Petrus sehingga memiliki kepandaian untuk berkhotbah, untuk mengukir sejarah berdirinya gereja mula-mula. Paulus yang Kolerik, Tuhan memperlengkapi Paulus yang memiliki ketajaman intuisi untuk melakukan pekerjaan Allah yang dahsyat. Paulus seorang Kolerik yang berani untuk keluar, memberitakan injil kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah. Hasilnya telah terjadi penginjilan secara lintas budaya, keberaniannya menembus batas tembok penyekat antar budaya dan bangsa, membuat Gereja dapat berdiri di seluruh bumi. Manfaat yang didapat melalui pengenalan temperamen dalam PAK adalah, dimana Tuhan memanggil Abraham, Musa, Petrus dan Paulus sesuai dengan kekuatan dan kelemahan temperamen dasar masing-masing, dapat memberi inspirasi bagi peserta didik untuk menjalani panggilan dan tujuan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah.Kata kunci: Temperamen, Flegmatik, Melankolik, Sanguin, Kolerik, Pendidikan Agama Kristen
Title: PENGENALAN TEMPRAMEN DASAR ABRAHAM, MUSA, PETRUS DAN PAULUS DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Description:
Temperamen merupakan kombinasi dari sifat-sifat bawaan sejak lahir, terdapat empat macam yaitu Sanguin, Kolerik, Melankolis dan Plegmatis, masing masing memiliki kelemahan dan kelebihan.
Temperamen merupakan bahan dasar yang membentuk watak dan kepribadian manusia, masing-masing memiliki keunikan, satu dengan yang lain berbeda secara mendasar, baik dalam pikiran, perasaan maupun keinginan (Stanley Heath, 1999).
Penelitian ini bertujuan untuk mengenal temperamen dasar dari Abraham, Petrus dan Paulus sebagai salah satu cara untuk mempersiapkan generasi yang berkarakter dan menjadi salah satu tugas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK).
Untuk itu pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif.
Berdasarkan hasil studi pustaka dari berbagai sumber, yaitu sejumlah literatur berbahasa Indonesia dan Inggris untuk mengenal temperamen dasar Abraham, Musa, Petrus dan Paulus dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK).
Penelitian ini memberikan gambaran bahwa temperamen merupakan bahan dasar yang mewarnai hidup seseorang.
Abraham yang memiliki temperamen dasar Flegmatik, memperlengkapi Abraham dengan kekuatannya yang menonjol yaitu taat, iman, pendoa, diplomasi, pengasih dan pendamai, sehingga sanggup melaksanakan perintah Allah untuk keluar dari tempat asalnya ke negeri yang dijanikan Allah dan menjadi saksi Allah di tengah-tengah bangsa yang belum mengenal-Nya.
Musa yang memiliki temperamen dasar Melankolis, kekuatannya terletak pada kesetiaannya akan visi untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian.
Petrus yang memiliki temperamen dasar Sanguin, kekuatannya, yaitu ramah da pandai berbicara.
Tuhan memperlengkapi Petrus sehingga memiliki kepandaian untuk berkhotbah, untuk mengukir sejarah berdirinya gereja mula-mula.
Paulus yang Kolerik, Tuhan memperlengkapi Paulus yang memiliki ketajaman intuisi untuk melakukan pekerjaan Allah yang dahsyat.
Paulus seorang Kolerik yang berani untuk keluar, memberitakan injil kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Allah.
Hasilnya telah terjadi penginjilan secara lintas budaya, keberaniannya menembus batas tembok penyekat antar budaya dan bangsa, membuat Gereja dapat berdiri di seluruh bumi.
Manfaat yang didapat melalui pengenalan temperamen dalam PAK adalah, dimana Tuhan memanggil Abraham, Musa, Petrus dan Paulus sesuai dengan kekuatan dan kelemahan temperamen dasar masing-masing, dapat memberi inspirasi bagi peserta didik untuk menjalani panggilan dan tujuan hidupnya sesuai dengan kehendak Allah.
Kata kunci: Temperamen, Flegmatik, Melankolik, Sanguin, Kolerik, Pendidikan Agama Kristen.

Related Results

Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Saadahnoor2018@gmail.com Prodi PIAUD STAI Muhammadiyah Blora
Senam anak sholih merupakan salah satu bentuk dari senam irama yang dilakukan dengan mengikuti irama musik atau nyanyian serta melatih jasmani yang sistematis, teratur dan terencan...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
Dalam proses pembangunan manusia Indonesia, agama memiliki kedudukan penting dan utama dalam upaya membentuk kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri. Melalui pembangu...
SINERGITAS UMAT KRISTEN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KRISTEN
SINERGITAS UMAT KRISTEN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KRISTEN
Sinergitas Umat Kristen Umat Kristen Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kristen adalah suatu upaya pengkajian terhadap peranan umat Kristen dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Peran Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Kepribadian Siswa
Peran Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Kepribadian Siswa
Anak dalam pandangan agama Hindu merupakan penyelamat bagi orang tua dan para leluhur. Setiap orang tua tentu mengharapkan lahirnya seorang anak yang suputra, seorang anak yang ber...
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di Kehidupan New Normal
Diskursus Problem dan Solusi dalam Penanganan Administrasi Pendidikan Kristen Di Kehidupan New Normal
Berbicara Pendidikan pada umumnya diketahui sebagai ujung tombak suatu bangsa dalam menata masa depan yang gemilang untuk mencapai tujuan yang diimpikannya. Sebab, tujuan pendidika...

Back to Top