Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis perbandingan algoritma Dijkstra dan Breadth First Search pada packet forwarding arsitektur SDN

View through CrossRef
Pengelolaan perangkat jaringan seperti switch, router, dan link menjadi salah satu tantangan dalam memperbaiki Quality of Service (QoS) suatu jaringan yang berskala besar. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, dapat digunakan konsep arsitektur Software Defined Networking (SDN). SDN merupakan sebuah metode dimana perangkat jaringan dibuat secara virtual dengan cara memisahkan antara control plane dengan data plane. Proses packet forwarding pada arsitektur SDN bertujuan untuk mengirimkan data yang merujuk pada tabel forwarding dalam sistem untuk mengukur performansi QoS. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan algoritma Dijkstra dan Breadth First Search (BFS) pada packet forwarding dalam arsitektur SDN. Parameter yang diukur adalah average jitter, average delay, dan packet loss. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada packet forwarding di topologi jaringan ring menggunakan IPF-Dijkstra lebih baik performansi QoS-nya daripada IPF-BFS. Sedangkan di topologi jaringan hybrid menunjukkan bahwa nilai performansi QoS saat packet forwarding menggunakan IPF-BFS lebih baik daripada IPF-Dijkstra. Pengukuran ini juga menunjukkan bahwa topologi jaringan dan algoritma routing yang digunakan sangat berpengaruh terhadap performansi QoS. Beberapa parameter yang mempengaruhi performansi QoS yaitu ukuran paket, kuantitas paket, dan protokol yang digunakan pada transport layer saat mengirimkan paket.
Title: Analisis perbandingan algoritma Dijkstra dan Breadth First Search pada packet forwarding arsitektur SDN
Description:
Pengelolaan perangkat jaringan seperti switch, router, dan link menjadi salah satu tantangan dalam memperbaiki Quality of Service (QoS) suatu jaringan yang berskala besar.
Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, dapat digunakan konsep arsitektur Software Defined Networking (SDN).
SDN merupakan sebuah metode dimana perangkat jaringan dibuat secara virtual dengan cara memisahkan antara control plane dengan data plane.
Proses packet forwarding pada arsitektur SDN bertujuan untuk mengirimkan data yang merujuk pada tabel forwarding dalam sistem untuk mengukur performansi QoS.
Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan algoritma Dijkstra dan Breadth First Search (BFS) pada packet forwarding dalam arsitektur SDN.
Parameter yang diukur adalah average jitter, average delay, dan packet loss.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada packet forwarding di topologi jaringan ring menggunakan IPF-Dijkstra lebih baik performansi QoS-nya daripada IPF-BFS.
Sedangkan di topologi jaringan hybrid menunjukkan bahwa nilai performansi QoS saat packet forwarding menggunakan IPF-BFS lebih baik daripada IPF-Dijkstra.
Pengukuran ini juga menunjukkan bahwa topologi jaringan dan algoritma routing yang digunakan sangat berpengaruh terhadap performansi QoS.
Beberapa parameter yang mempengaruhi performansi QoS yaitu ukuran paket, kuantitas paket, dan protokol yang digunakan pada transport layer saat mengirimkan paket.

Related Results

STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
STRATEGI TRANSFORMASI ARSITEKTUR PADA STUDIO AKANOMA DI PADALARANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Abstrak - Arsitektur Indonesia, seperti halnya arsitektur banyak negara dan kawasan di dunia, akhir-akhir ini mengalami berbagai perubahan karena fenomena globalisasi. Modernisasi ...
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
ARTIKEL ALGORITMA PEMROGRAMAN SERI MINTA UBA HASIBUAN
Algoritma merupakan akar dari sebuah sistem yang terbentuk dalam dunia pemrograman.Melalui serangkaian cara yang masuk akal dan teratur, sebuah algoritma dapat menyelesaikan suatu ...
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Transformasi Bentuk Simbolik Arsitektur Candi Prambanan
Fenomena Arsitektur Candi Prambanan adalah unik karena memenuhi kriterium dimensi makna transendental sejak awal mula pembangunannya, masa kehidupan, masa kegelapan, penemuan kemba...
ELEMEN-ELEMEN ARSITEKTUR NEO-GOTIK PADA GEREJA POUK LAHAI ROI JAKARTA
ELEMEN-ELEMEN ARSITEKTUR NEO-GOTIK PADA GEREJA POUK LAHAI ROI JAKARTA
Abstrak - Gereja POUK Lahai Roi merupakan Gereja Oikumene yang terletak di Jakarta. Sekilas dapat terlihat elemen-elemen Arsitektur neo-Gotik pada gereja ini, seperti adanya menara...
PENDEKATAN LOKALITAS BALI PADA DESAIN ARSITEKTUR HOTEL POTATO HEAD STUDIOS DI SEMINYAK
PENDEKATAN LOKALITAS BALI PADA DESAIN ARSITEKTUR HOTEL POTATO HEAD STUDIOS DI SEMINYAK
Abstrak - Globalisasi adalah fenomena yang sulit dihindari dan efeknya juga terasa di bidang arsitektur. Semakin ke sini, semakin banyak karya arsitektur di Indonesia yang dibangun...
Dijkstra and Bidirectional Dijkstra on Determining Evacuation Routes
Dijkstra and Bidirectional Dijkstra on Determining Evacuation Routes
Abstract Determination of the best path or often called the shortest path finding is a method that has many benefits and can be applied in various cases and fields o...
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Perbandingan Algoritma Boruvka Dan Algoritma Sollin Pada Optimasi Kebutuhan Kabel Fiber Optik Universitas Bengkulu
Optimasi adalah hal penting dalam suatu algoritma. Ini dapat menghemat kebutuhan dalam suatu kegiatan. Pada Minimum Spanning Tree, yang ingin dicapai adalah bagaimana semua vertexs...
Implementasi Hazard Detection dan Data Forwarding pada Soft-core Prosesor Sederhana
Implementasi Hazard Detection dan Data Forwarding pada Soft-core Prosesor Sederhana
Abstract—This paper presents the implementation of hazard detection and data forwarding in the pipeline concept used in developing TEUS-1, a simple, 16-bit, soft-core processor. Th...

Back to Top