Javascript must be enabled to continue!
PERAN PENGINDERAAN JAUH DALAM MENILAI DAMPAK BENCANA ALAM DAN MEMPERCEPAT PEMULIHAN LINGKUNGAN
View through CrossRef
Industri 5.0 menandai kemajuan signifikan dalam integrasi teknologi dan manusia, di mana penginderaan jauh memainkan peran krusial dalam pemantauan dan evaluasi kerusakan lingkungan pasca-bencana. Teknologi ini memungkinkan identifikasi dan pemantauan kerusakan di area yang luas, sehingga memberikan dasar yang lebih cepat dan terinformasi untuk pengambilan keputusan pada fase pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi penginderaan jauh dalam menilai kerusakan lingkungan akibat bencana, dengan fokus pada teknik pemantauan jarak jauh seperti citra satelit, radar, dan drone. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur terkini yang mencakup jurnal ilmiah, studi kasus, dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penginderaan jauh efektif dalam mendeteksi perubahan vegetasi, degradasi tanah, serta mengklasifikasikan kerusakan infrastruktur. Selain itu, teknologi ini dapat menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif yang luas untuk menilai besarnya dan cakupan kerusakan. Ini juga digunakan untuk mensimulasikan efek bencana dan mengekstrapolasi kerugian finansial. Meskipun memiliki banyak manfaat, tantangan dalam penggunaannya termasuk pengaruh kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi akurasi citra, serta kebutuhan untuk integrasi data dari berbagai sumber untuk memaksimalkan efektivitasnya. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana teknologi penginderaan jauh dapat ditingkatkan untuk mendukung upaya pemulihan lingkungan secara lebih efektif dan terarah.
Balitbangda Provinsi Lampung
Title: PERAN PENGINDERAAN JAUH DALAM MENILAI DAMPAK BENCANA ALAM DAN MEMPERCEPAT PEMULIHAN LINGKUNGAN
Description:
Industri 5.
0 menandai kemajuan signifikan dalam integrasi teknologi dan manusia, di mana penginderaan jauh memainkan peran krusial dalam pemantauan dan evaluasi kerusakan lingkungan pasca-bencana.
Teknologi ini memungkinkan identifikasi dan pemantauan kerusakan di area yang luas, sehingga memberikan dasar yang lebih cepat dan terinformasi untuk pengambilan keputusan pada fase pemulihan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi penginderaan jauh dalam menilai kerusakan lingkungan akibat bencana, dengan fokus pada teknik pemantauan jarak jauh seperti citra satelit, radar, dan drone.
Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur terkini yang mencakup jurnal ilmiah, studi kasus, dan buku yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi penginderaan jauh efektif dalam mendeteksi perubahan vegetasi, degradasi tanah, serta mengklasifikasikan kerusakan infrastruktur.
Selain itu, teknologi ini dapat menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif yang luas untuk menilai besarnya dan cakupan kerusakan.
Ini juga digunakan untuk mensimulasikan efek bencana dan mengekstrapolasi kerugian finansial.
Meskipun memiliki banyak manfaat, tantangan dalam penggunaannya termasuk pengaruh kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi akurasi citra, serta kebutuhan untuk integrasi data dari berbagai sumber untuk memaksimalkan efektivitasnya.
Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana teknologi penginderaan jauh dapat ditingkatkan untuk mendukung upaya pemulihan lingkungan secara lebih efektif dan terarah.
Related Results
Model Pembelajaran Penginderaan Jauh Di Sekolah Menengah Atas
Model Pembelajaran Penginderaan Jauh Di Sekolah Menengah Atas
Pembelajaran penginderaan jauh di sekolah menengah atas belum mampu dilakukan secara maksimal. Dikarenakan berbagai keterbatasan diantaranya guru kurang memahami materi yang behubu...
Peran Guru Geografi Dan Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning) Google Classroom Terhadap Pendidikan Bencana Pandemi COVID-19 di SMAN 5 Depok Provinsi Jawa Barat
Peran Guru Geografi Dan Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning) Google Classroom Terhadap Pendidikan Bencana Pandemi COVID-19 di SMAN 5 Depok Provinsi Jawa Barat
Dampak serius pandemi COVID-19 di sektor pendidikan membuat pemerintah merubah kebijakan dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Peran guru geografi dituntut untuk menggunakan pemb...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...
Teknologi Pengindraan Jauh untuk Pengelolaan Lingkungan Perairan
Teknologi Pengindraan Jauh untuk Pengelolaan Lingkungan Perairan
Kompleksitas permasalahan lingkungan perairan saat ini memerlukan pengelolaan yang menyeluruh secara efektif dan efisien. Teknologi pengindraan jauh merupakan teknologi yang efekti...
AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH DI SMA
AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PRAKTIKUM PENGINDERAAN JAUH DI SMA
Berdasarkan data yang diperoleh dari wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Geografi kelas X SMA Negeri 3 Tebing Tinggi diketahui bahwa aktivitas belajar siswa pada materi p...
ANALISIS SEBARAN ALIRAN LAVA UNTUK PEMBUATAN PETA MITIGASI BENCANA GUNUNG SLAMET
ANALISIS SEBARAN ALIRAN LAVA UNTUK PEMBUATAN PETA MITIGASI BENCANA GUNUNG SLAMET
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah rawan bencana alam yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain banjir, tanah longsor, tsunami, gempa bumi, dan erup...
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan relawan kebencanaan sebagai salah satu program kerja KKN Desa Tanjung Luar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terlaksana dengan baik berkat kerjasam...
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA DIPLOMA III KEBIDANAN SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA DIPLOMA III KEBIDANAN SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN KEGAWATDARURATAN MATERNAL NEONATAL
Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap semua jenis bencana yang tidak semuanya dapat diperkirakan datangnya dan tidak semuanya dapat dicegah. Bencana tersebut da...

