Javascript must be enabled to continue!
Sebuah HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA: KEPENTINGAN AUSTRALIA DALAM MERATIFIKASI INDONESIA-AUSTRALIA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT TAHUN 2019
View through CrossRef
Saat ini, ekonomi global dihadapkan dengan tantangan perang dagang. Hal ini membuat semua negara saling bergantung dengan negara lain. Salah satu contohnya adalah hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Dimulai pada tahun 1971 berdirinya kantor kedutaan besar Indonesia untuk Australia di Yarralumla, Canberra. Indonesia dan Australia memiliki komitmen bertetangga yang baik dalam bentuk pengembangan kerjasama yang saling menguntungkan. Pada 2013 terjadi ketegangan antara kedua negara yang mana berdampak pada penangguhan kegiatan IA-CEPA dan Indonesia pun memanggil pulang Duta Besar Nadjib Riphat dari Canberra. Pada 2016, Australia memprakarsai IA-CEPA harus diaktifkan kembali. Melalui kunjungan menteri keuangan Indonesia, Sri Mulyani, ke Australia. Tahun 2019 adalah awal mula hubungan antara Indonesia dan Australia semakin menguat. Australia memiliki peran yang cukup dominan dalam hubungan tersebut sehingga sangat terlihat adanya kepentingan Australia. Kerjasama bilateral ini diperkuat dengan adanya sebuah perjanjian yakni Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA. Fokus utama dari kerjasama bilateral ini adalah di bidang ekonomi dan keamanan. Jika berbicara mengenai kepentingan dan ketergantungan ekonomi, Neoliberalisme dan Interdependence Liberalism dapat digunakan dalam membahas masalah tersebut.
Title: Sebuah HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA: KEPENTINGAN AUSTRALIA DALAM MERATIFIKASI INDONESIA-AUSTRALIA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT TAHUN 2019
Description:
Saat ini, ekonomi global dihadapkan dengan tantangan perang dagang.
Hal ini membuat semua negara saling bergantung dengan negara lain.
Salah satu contohnya adalah hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia.
Dimulai pada tahun 1971 berdirinya kantor kedutaan besar Indonesia untuk Australia di Yarralumla, Canberra.
Indonesia dan Australia memiliki komitmen bertetangga yang baik dalam bentuk pengembangan kerjasama yang saling menguntungkan.
Pada 2013 terjadi ketegangan antara kedua negara yang mana berdampak pada penangguhan kegiatan IA-CEPA dan Indonesia pun memanggil pulang Duta Besar Nadjib Riphat dari Canberra.
Pada 2016, Australia memprakarsai IA-CEPA harus diaktifkan kembali.
Melalui kunjungan menteri keuangan Indonesia, Sri Mulyani, ke Australia.
Tahun 2019 adalah awal mula hubungan antara Indonesia dan Australia semakin menguat.
Australia memiliki peran yang cukup dominan dalam hubungan tersebut sehingga sangat terlihat adanya kepentingan Australia.
Kerjasama bilateral ini diperkuat dengan adanya sebuah perjanjian yakni Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA.
Fokus utama dari kerjasama bilateral ini adalah di bidang ekonomi dan keamanan.
Jika berbicara mengenai kepentingan dan ketergantungan ekonomi, Neoliberalisme dan Interdependence Liberalism dapat digunakan dalam membahas masalah tersebut.
Related Results
Exploring Large Language Models Integration in the Histopathologic Diagnosis of Skin Diseases: A Comparative Study
Exploring Large Language Models Integration in the Histopathologic Diagnosis of Skin Diseases: A Comparative Study
Abstract
Introduction
The exact manner in which large language models (LLMs) will be integrated into pathology is not yet fully comprehended. This study examines the accuracy, bene...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Pedagogical partnership in higher education institutions: expediency and capabilities
Pedagogical partnership in higher education institutions: expediency and capabilities
The article deals with the issues related to pedagogical partnership in higher education institutions. The author analyses its essence, the reason for its popularity in a number of...
GEOINFORMATION FOR DISASTER MANAGEMENT 2020 (GI4DM2020): PREFACE
GEOINFORMATION FOR DISASTER MANAGEMENT 2020 (GI4DM2020): PREFACE
Abstract. Across the world, nature-triggered disasters fuelled by climate change are worsening. Some two billion people have been affected by the consequences of natural hazards ov...
METHODOLOGICAL APPROACHES TO THE EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS OF PARTNERSHIP RELATIONS
METHODOLOGICAL APPROACHES TO THE EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS OF PARTNERSHIP RELATIONS
The objective prerequisites for the transition from a strategy of confrontation to partnership relations in a competitive struggle for the consumer predetermine the need for a clea...
Koherensi dalam Semangatku Kebahagiaanku Meraih Energi Positif dengan Nuansa Islami untuk Hidup Lebih Bersemangat dan Prestatif Karya Gigih Kurniawan
Koherensi dalam Semangatku Kebahagiaanku Meraih Energi Positif dengan Nuansa Islami untuk Hidup Lebih Bersemangat dan Prestatif Karya Gigih Kurniawan
The goal of this study is to reveal the type of coherence used in the book Semangatku Kebahagiaanku Meraih Energy Positif dengan Nuansa Islami untuk Hidup Lebih Bersemangat dan Pre...
Pesan dari Managing Editor
Pesan dari Managing Editor
Salam sejahtera,
Untuk volume 17 edisi 2 tahun 2019, Jurnal Psikologi Sosial (JPS) menerbitkan tujuh naskah dengan topik yang menyentuh berbagai fenomena di masyarakat Indonesia. ...
PENGESAMPINGAN PERKARA DEMI KEPENTINGAN UMUM PASCAPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI
PENGESAMPINGAN PERKARA DEMI KEPENTINGAN UMUM PASCAPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengesampingan perkara demi kepentingan umum pascaputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 29/PUU-XIV/2016. Mengesampingkan perkara demi kepent...

