Javascript must be enabled to continue!
Lenyapnya Otentisitas Seniman sebagai Konsekuensi Pemberlakuan Seni sebagai Komoditas dari Perjalanan Artisik Thomas Gainsborough
View through CrossRef
<p dir="ltr"><span>Pandangan tentang seni sebagai sebuah komoditas adalah pandangan yang umum berlaku pada masa kini. Secara historis, pandangan ini sudah berlaku semenjak kisaran tahun 500 SM. Sesudahnya, kebernilaian sebuah karya seni umumnya dipahami dalam kerangka pasar. Pemahaman bahwa dinamika dalam dunia seni tidak dapat dimengerti terpisah dari kepentingan pasar, masih popular hingga kini. Kendati pandangan ini diterima sebagai sebuah kewajaran sampai masa kini, tidak berarti pemberlakuannya bebas dari konsekuensi. Konsekuensi dari pandangan tersebut berujung pada sebuah pemahaman reduktif baik tentang karya seni maupun perupa/seniman. Karya seni tidak dipahami lebih dari sekadar objek komoditas dan perupa dipandang sejajar dengan produsen atau pelaku pasar. Secara historis, hal ini dapat dieksemplifikasi dengan kasus salah satu pelukis, yakni Thomas Gainsborough. Thomas Gainsborough adalah salah seorang pelukis ternama asal Inggris di abad ke-18 yang turut merasakan dampak dari agresifnya komodifikasi karya seni pada masa tersebut. Berpijak pada studi kasus historis Gainsborough dan juga beberapa karya seni kontemporer, penulis mengajukan sebuah konklusi-reflektif bahwa komodifikasi karya seni dapat berujung pada inotentisitas perupa. Artinya, perupa dapat kehilangan otentisitasnya ketika ia tunduk pada nilai-nilai pasar. Metode penelitian yang diterapkan akan metode penelitian kualitatif. Secara lebih spesifik, metode penelitian kualitatif studi pustaka. Secara bertahap, pembahasan akan didahului dengan memaparkan kisah tentang Gainsborough serta keresahannya sebagai pelukis potret. Pembahasan dilanjutkan dengan menjabarkan beberapa dampak dari komodifikasi karya seni yang berujung pada hilangnya otentisitas subjek estetis. Istilah-istilah seperti ekspresi, imajinasi, dan kreativitas yang umumnya melekat dengan pembicaraan tentang perupa akan turut disinggung dalam hubungannya dengan otentisitas.</span></p>
School of Design Universitas Pelita (SODUPH)
Title: Lenyapnya Otentisitas Seniman sebagai Konsekuensi Pemberlakuan Seni sebagai Komoditas dari Perjalanan Artisik Thomas Gainsborough
Description:
<p dir="ltr"><span>Pandangan tentang seni sebagai sebuah komoditas adalah pandangan yang umum berlaku pada masa kini.
Secara historis, pandangan ini sudah berlaku semenjak kisaran tahun 500 SM.
Sesudahnya, kebernilaian sebuah karya seni umumnya dipahami dalam kerangka pasar.
Pemahaman bahwa dinamika dalam dunia seni tidak dapat dimengerti terpisah dari kepentingan pasar, masih popular hingga kini.
Kendati pandangan ini diterima sebagai sebuah kewajaran sampai masa kini, tidak berarti pemberlakuannya bebas dari konsekuensi.
Konsekuensi dari pandangan tersebut berujung pada sebuah pemahaman reduktif baik tentang karya seni maupun perupa/seniman.
Karya seni tidak dipahami lebih dari sekadar objek komoditas dan perupa dipandang sejajar dengan produsen atau pelaku pasar.
Secara historis, hal ini dapat dieksemplifikasi dengan kasus salah satu pelukis, yakni Thomas Gainsborough.
Thomas Gainsborough adalah salah seorang pelukis ternama asal Inggris di abad ke-18 yang turut merasakan dampak dari agresifnya komodifikasi karya seni pada masa tersebut.
Berpijak pada studi kasus historis Gainsborough dan juga beberapa karya seni kontemporer, penulis mengajukan sebuah konklusi-reflektif bahwa komodifikasi karya seni dapat berujung pada inotentisitas perupa.
Artinya, perupa dapat kehilangan otentisitasnya ketika ia tunduk pada nilai-nilai pasar.
Metode penelitian yang diterapkan akan metode penelitian kualitatif.
Secara lebih spesifik, metode penelitian kualitatif studi pustaka.
Secara bertahap, pembahasan akan didahului dengan memaparkan kisah tentang Gainsborough serta keresahannya sebagai pelukis potret.
Pembahasan dilanjutkan dengan menjabarkan beberapa dampak dari komodifikasi karya seni yang berujung pada hilangnya otentisitas subjek estetis.
Istilah-istilah seperti ekspresi, imajinasi, dan kreativitas yang umumnya melekat dengan pembicaraan tentang perupa akan turut disinggung dalam hubungannya dengan otentisitas.
</span></p>.
Related Results
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
SENI LUKIS KONSEP DAN METODE
Membuat seni lukis sebagai landasan berkarya yang mengikuti kaidah seni lukis dengan baik dan mampu menguasai konsep berkarya dan teknik seni lukis. Selanjutnya seni lukis menjadi ...
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
SPRITUALITAS KEHIDUPAN MERUPAKAN PERJALANAN DARI KARYA HENDRIKUS LEVEN
Spiritualitas merupakan aspek mendasar yang membentuk cara manusia memaknai hidup, menjalani relasi dengan Tuhan, memahami diri sendiri, dan berinteraksi dengan sesama. Dalam berba...
SENIMAN VISUAL MALAYSIA: KEPUASAN KERJA, KOMITMEN DAN PRODUKTIVITI DALAM PROSES PENGHASILAN KARYA
SENIMAN VISUAL MALAYSIA: KEPUASAN KERJA, KOMITMEN DAN PRODUKTIVITI DALAM PROSES PENGHASILAN KARYA
Menghasilkan karya seni adalah aktiviti utama seniman visual yang melibatkan budaya kerja seniman visual. Komitmen dan kepuasan kerja merupakan dua perkara yang mempengaruhi produk...
TARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI AKTUAL SENIMAN DI MASYARAKAT
TARI SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI AKTUAL SENIMAN DI MASYARAKAT
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap tari sebagai media komunikasi yang paling aktual bagi seniman. Beragam jenis garap tari tradisi yang bersumber tarian istana Su...
Pendampingan Seniman Banyuwangi dalam Perspektif Kekaryaan
Pendampingan Seniman Banyuwangi dalam Perspektif Kekaryaan
Tujuan ditulisnya artikel ini adalah untuk membaca kiprah para seniman seniwati Kabupaten Banyuwangi dalam berkarya. Selain itu juga dalam penulisan artikel ini akan menggali infor...
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
AKULTURASI BUDAYA DAN IDENTITAS SOSIAL DALAM GENDING JAWA KONTEMPORER KREASI SENIMAN KARAWITAN DI SURAKARTA
<div class="Section0"><p><em>Javanese karawitan music is a part of Javanese community cultural. Globalization, and time and technology development lead to cultura...
Potensi Agribisnis Komoditas Hortikultura Unggulan Kabupaten Garut
Potensi Agribisnis Komoditas Hortikultura Unggulan Kabupaten Garut
Pertanian saat ini merupakan sektor yang memiliki peran sangat penting untuk Kabupaten Garut, karena sektor mempunyai kontribusi tertinggi pada PDRB Kabupaten Garut yang angka kont...
GALERI SENI RUPA BANDA ACEH
GALERI SENI RUPA BANDA ACEH
Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang lahir dari hasil budi daya manusia. Dengan segala keindahan, dan kebebasan ekspresi dari manusia sendiri. Seni rupa adalah cabang seni ya...

