Javascript must be enabled to continue!
CREATIVITY DEVELOPMENT BASED ON THE IDEAS OF KI HAJAR DEWANTARA
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kreativitas dengan menggunakan gagasan Ki Hajar Dewantara yaitu niteni, nirokke dan nambahi yang dikenal dengan istilah Tri-N. Metode yang dipilih adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Data dihimpun dengan menggunakan literasi yang sudah ada, baik dari sumber primer maupun sekunder, kemudian dianalisis dan disajikan secara deskiptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Konsep niteni, nirokke dan nambahi merupakan sebuah proses yang di dalamnya terkandung pembentukan kreativitas. Niteni adalah awal dari munculnya gagasan atau ide yang kemudian disusul dengan aktivitas nirokke atau menirukan sebagai wahana mengasah keterampilan dengan menambahkan makna pada contoh-contoh yang sudah tersedia, dan nambahi merupakan muara proses yang padanya terlihat jelas bagaimana sebuah produk dari kreativitas mampu menjawab permasalahan dengan menggunakan berbagai macam cara. Menumbuhkan kreativitas, dengan demikian dapat dilakukan dengan menggunakan gagasan niteni, nirokke dan nambahi yang dilakukan secara prosedural.
Ki Hajar Dewantara has many ideas and have been applied in the Indonesian education. One of his most well-known ideas is the concept of niteni, nirokke and nambahi as known as Tri-N. Translated into Indonesian the three words mean pay attention, imitate, and add. These three elements have characteristics that are very compatible with the development of creativity. Referring to this, this study was conducted with the aim to find out the development of creativity by using the idea of "‹"‹Ki Hajar Dewantara namely niteni, nirokke and nambahi. Using descriptive qualitative study of literature, data was collected by using existing literacy from both primary and secondary sources and then analyzed and presented descriptively. The results of the study showed that the concept of niteni, nirokke and nambahi is a process which contains the formation of creativity. Niteni is the beginning of the emergence of ideas, followed by nirokke, activities or imitating as an effort to improve skills by adding meaning to the existing examples, and adding is the ultimate process that show clearly how a product of creativity is able to answer problems by using various ways. Thus, growing creativity can done by using the idea of "‹"‹niteni, nirokke and nambahi as a procedure.
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Title: CREATIVITY DEVELOPMENT BASED ON THE IDEAS OF KI HAJAR DEWANTARA
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kreativitas dengan menggunakan gagasan Ki Hajar Dewantara yaitu niteni, nirokke dan nambahi yang dikenal dengan istilah Tri-N.
Metode yang dipilih adalah deskriptif kualitatif dengan studi literatur.
Data dihimpun dengan menggunakan literasi yang sudah ada, baik dari sumber primer maupun sekunder, kemudian dianalisis dan disajikan secara deskiptif.
Hasil kajian menunjukkan bahwa Konsep niteni, nirokke dan nambahi merupakan sebuah proses yang di dalamnya terkandung pembentukan kreativitas.
Niteni adalah awal dari munculnya gagasan atau ide yang kemudian disusul dengan aktivitas nirokke atau menirukan sebagai wahana mengasah keterampilan dengan menambahkan makna pada contoh-contoh yang sudah tersedia, dan nambahi merupakan muara proses yang padanya terlihat jelas bagaimana sebuah produk dari kreativitas mampu menjawab permasalahan dengan menggunakan berbagai macam cara.
Menumbuhkan kreativitas, dengan demikian dapat dilakukan dengan menggunakan gagasan niteni, nirokke dan nambahi yang dilakukan secara prosedural.
Ki Hajar Dewantara has many ideas and have been applied in the Indonesian education.
One of his most well-known ideas is the concept of niteni, nirokke and nambahi as known as Tri-N.
Translated into Indonesian the three words mean pay attention, imitate, and add.
These three elements have characteristics that are very compatible with the development of creativity.
Referring to this, this study was conducted with the aim to find out the development of creativity by using the idea of "‹"‹Ki Hajar Dewantara namely niteni, nirokke and nambahi.
Using descriptive qualitative study of literature, data was collected by using existing literacy from both primary and secondary sources and then analyzed and presented descriptively.
The results of the study showed that the concept of niteni, nirokke and nambahi is a process which contains the formation of creativity.
Niteni is the beginning of the emergence of ideas, followed by nirokke, activities or imitating as an effort to improve skills by adding meaning to the existing examples, and adding is the ultimate process that show clearly how a product of creativity is able to answer problems by using various ways.
Thus, growing creativity can done by using the idea of "‹"‹niteni, nirokke and nambahi as a procedure.
Related Results
Peran Kepemimpinan Transformatif Ki Hajar Dewantara Dalam Pengembangan Madrasah Unggul: Sebuah Kajian Literatur
Peran Kepemimpinan Transformatif Ki Hajar Dewantara Dalam Pengembangan Madrasah Unggul: Sebuah Kajian Literatur
Abstract
Transformative leadership is considered an approach that is able to change organizational culture and create a dynamic learning environment. This research aims to anal...
Tentang Kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro
Tentang Kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro
Ki Hajar Dewantoro was born at Yogyakarta on 2 May 1819, he is the father of Indonesian education and an Indonesian hero. Ki Hajar Dewantoro was born with the name Raden Mas Suward...
Sekolah Alam vs. Ki Hajar Dewantara: A Progressive Humanism Study
Sekolah Alam vs. Ki Hajar Dewantara: A Progressive Humanism Study
This study aimed to examine the parallels and distinctions between the Sekolah Alam methodology and Ki Hajar Dewantara's perspectives within the framework of progressive humanism. ...
Pendidikan yang Membebaskan dalam Bingkai Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Pancasila
Pendidikan yang Membebaskan dalam Bingkai Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Pancasila
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan yang membebaskan dalam bingkai filosofi Ki Hajar Dewantara dan nilai-nilai Pancasila serta relevansinya dalam memb...
PERAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
PERAN PEMIKIRAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Pendidikan merupakan factor penting dalam ketercapaian kemerdekaan Indonesia. Perkembangan Pendidikan Indonesia tidak lepas dari peran tokoh besar pahlawan Indonesia yaitu Ki Hadja...
SISTEM AMONG KI HAJAR DEWANTARA DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
SISTEM AMONG KI HAJAR DEWANTARA DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan penggunaan komputer dengan sistem jaringan internet. Kemajuan ini memberikan kemudahan dalam segala aspek kehidupan manusia. Terkait dalam dun...
Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students
Role of Ki Hajar Dewantara in Instilling Character Education in Students
Penelitian ini membahas tentang peranan Ki Hajar Dewantara dalam menanamkan pendidikan karakter siswa yang terdapat dalam puisi Teratai karya Sanusi Pane. Kajian yang digunakan pad...
Implementasi Prinsip Trikon Ki Hajar Dewantara sebagai Perwujudan School Well-Being di SMPN 12 Surabaya
Implementasi Prinsip Trikon Ki Hajar Dewantara sebagai Perwujudan School Well-Being di SMPN 12 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Prinsip Trikon Ki Hajar Dewantara sebagai perwujudan school well-being di SMPN 12 Surabaya. Metode yang digunakan dalam ...

