Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Independent – Interdependent Self Construal pada Mahasiswa Kota Bandung

View through CrossRef
Abstract. This study aims to comprehensively explore Self-Construal among university students in Bandung, considering their ethnic and cultural backgrounds. Comparisons of students' self-construal can influence whether they behave according to personal desires or follow academic demands. This study employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy (quantitative-qualitative-interpretation of both findings). The measuring instrument used is the Self-Construal Scale (SCS) (n = 24) which measures two dimensions, namely independent (0.88) and interdependent self-construal (0.89), as well as semi-structured questions. There were 276 respondents in the quantitative study and 10 subjects in the qualitative study, representing cultural variations including Sundanese, Makassarese, Javanese, and Betawi. Two main conclusions were drawn. First, Self-Construal among students showed significant differences regardless of ethnicity for each student. Second, when viewed by ethnicity, there were no significant differences among students. The qualitative findings indicate that most students follow the majority cultural group in the expectations of the academic environment, but have different values in viewing themselves and interpersonal dependence based on various situations. Cultural differences can influence students' self-perception of the diverse academic environment, affecting their social and intercultural skills. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Self Construal secara komprehensif pada mahasiswa Kota Bandung dengan memperhatikan latar belakang etnis budaya. Perbandingan self-construal mahasiswa dapat memengaruhi apakah mereka berprilaku sesuai keinginan pribadi atau mengikuti tuntutan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix metode dengan model sequential explanatory strategy (kuantitatif-kualitatif-inteprestasi kedua temuan). Alat ukur yang digunakan adalah Self-construal Scale (SCS)  (n = 24) yang mengukur dua dimensi, yaitu independent (0,88) dan interdependent self-construal (0,89), serta pertanyaan semi-terstruktur. Terdapat 276 responden dalam studi kuantitatif dan 10 subjek dalam studi kualitatif, mewakili variasi budaya termasuk suku Sunda, Makasar, Jawa, dan Betawi. Menghasilkan dua kesimpulan utama. Pertama, Self Construal pada mahasiswa menunjukan perbedaan signifikan tanpa melihat kesukuannya pada setiap mahasiswa. Kedua, melihat pada kesukuannya menunjukan tidak ada perbedaan signifikan pada setiap mahasiswa. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengikuti suku budaya mayoritas dalam harapan lingkungan perkuliahan, namun memiliki nilai yang berbeda dalam melihat diri dan ketergantungan interpersonal berdasarkan situasi yang beragam. Perbedaan budaya dapat memengaruhi pandangan diri mahasiswa terhadap lingkungan perkuliahan yang beragam, memengaruhi keterampilan sosial dan interkultural mereka.  
Title: Independent – Interdependent Self Construal pada Mahasiswa Kota Bandung
Description:
Abstract.
This study aims to comprehensively explore Self-Construal among university students in Bandung, considering their ethnic and cultural backgrounds.
Comparisons of students' self-construal can influence whether they behave according to personal desires or follow academic demands.
This study employs a mixed-methods approach with a sequential explanatory strategy (quantitative-qualitative-interpretation of both findings).
The measuring instrument used is the Self-Construal Scale (SCS) (n = 24) which measures two dimensions, namely independent (0.
88) and interdependent self-construal (0.
89), as well as semi-structured questions.
There were 276 respondents in the quantitative study and 10 subjects in the qualitative study, representing cultural variations including Sundanese, Makassarese, Javanese, and Betawi.
Two main conclusions were drawn.
First, Self-Construal among students showed significant differences regardless of ethnicity for each student.
Second, when viewed by ethnicity, there were no significant differences among students.
The qualitative findings indicate that most students follow the majority cultural group in the expectations of the academic environment, but have different values in viewing themselves and interpersonal dependence based on various situations.
Cultural differences can influence students' self-perception of the diverse academic environment, affecting their social and intercultural skills.
Abstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Self Construal secara komprehensif pada mahasiswa Kota Bandung dengan memperhatikan latar belakang etnis budaya.
Perbandingan self-construal mahasiswa dapat memengaruhi apakah mereka berprilaku sesuai keinginan pribadi atau mengikuti tuntutan akademik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mix metode dengan model sequential explanatory strategy (kuantitatif-kualitatif-inteprestasi kedua temuan).
Alat ukur yang digunakan adalah Self-construal Scale (SCS)  (n = 24) yang mengukur dua dimensi, yaitu independent (0,88) dan interdependent self-construal (0,89), serta pertanyaan semi-terstruktur.
Terdapat 276 responden dalam studi kuantitatif dan 10 subjek dalam studi kualitatif, mewakili variasi budaya termasuk suku Sunda, Makasar, Jawa, dan Betawi.
Menghasilkan dua kesimpulan utama.
Pertama, Self Construal pada mahasiswa menunjukan perbedaan signifikan tanpa melihat kesukuannya pada setiap mahasiswa.
Kedua, melihat pada kesukuannya menunjukan tidak ada perbedaan signifikan pada setiap mahasiswa.
Temuan kualitatif menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengikuti suku budaya mayoritas dalam harapan lingkungan perkuliahan, namun memiliki nilai yang berbeda dalam melihat diri dan ketergantungan interpersonal berdasarkan situasi yang beragam.
Perbedaan budaya dapat memengaruhi pandangan diri mahasiswa terhadap lingkungan perkuliahan yang beragam, memengaruhi keterampilan sosial dan interkultural mereka.
 .

Related Results

Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
ANALISIS KINERJA TERMINAL LEUWIPANJANG
Sebagai pusat pelayanan dan pemerintahan,  Kota Bandung berperan terhadap  Kota- Kota di sekitarnya. Untuk mendukung pergerakan tersebut, Terminal Leuwipanjang menyediakan jasa pel...
Dampak Kemacetan di Kota Bandung bagi Pengguna Jalan
Dampak Kemacetan di Kota Bandung bagi Pengguna Jalan
Abstract The city of Bandung is a destination for tourists who want to enjoy a vacation, the cold weather and friendly people make the city of Bandung always a tourist destination ...
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung
Abstract. The existence of Green Open Spaces in the City of Bandung is decreasing from year to year, namely in the period 1996-2020. Where the amount of green open space that shoul...
Interdependent Self-Construal Masyarakat Kolektif dalam Novel “Laskar Pelangi” Karya Andrea Hirata (Kajian Psikologi Komunitas)
Interdependent Self-Construal Masyarakat Kolektif dalam Novel “Laskar Pelangi” Karya Andrea Hirata (Kajian Psikologi Komunitas)
This article examines the concept of collectivism in Andrea Hirata's “Laskar Pelangi” novel by focusing on Interdependent Self-Construal. This study uses a qualitative method with ...
Faktor-Faktor yang Menentukan Konsumen dalam Memilih Café di Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung
Faktor-Faktor yang Menentukan Konsumen dalam Memilih Café di Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung
Abstract. The development of the times has shifted the culture among the people, one of which is the way of consuming coffee drinks. Today, coffee has become a lifestyle for all. T...

Back to Top