Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Eugenika dalam Pandangan Agama Sebuah Tantangan Etis dalam Islam

View through CrossRef
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendalami penemuan genom manusia tahun 1998 yang membuka wawasan mendalam terhadap kodifikasi genetik, memicu perdebatan antara pengetahuan ilmiah dan keyakinan agama, khususnya dalam Islam. Dalam artikel ini dieksplorasi pandangan Islam terhadap Eugenika, terutama dalam menghadapi perkembangan konsep eugenika dan isu-isu etis yang terkait. Sejarah Eugenika dari Yunani kuno hingga implementasi tragis oleh rezim Nazi Jerman menciptakan konteks yang kompleks. Pandangan agama Islam, berfokus pada larangan membunuh anak-anak dan kompleksitas etika pengguguran janin. Al-Quran menegaskan bahwa ketakutan akan kemiskinan bukan alasan sah untuk mengakhiri kehidupan. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan dengan memanfaatkan perbandingan, perbedaan, dan titik korvengensi potensial dalam pemikiran merka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dibahas perbedaan pandangan ulama terkait etika dan kontroversi seputar Eugenika dalam rangka rekayasa genetika. Terdapat perbedaan dalam memberikan kebolehan tergantung usia janin, menciptakan landasan diskusi yang kompleks dalam kerangka hukum Islam. Pandangan Islam terhadap Eugenika mencerminkan keragaman interpretasi ulama. Sebagian besar menyatakan keharaman, mencocokkan prinsip syariah dengan ketidakpastian dampak genetik. Sementara ada yang memberikan kebolehan, pandangan ini masih memerlukan pertimbangan etis yang mendalam. Penulisan artikel bertujuan untuk menggambarkan kompleksitas integrasi pengetahuan genetika dan nilai-nilai agama dalam menghadapi tantangan genetika kontemporer. Kata Kunci Eugenika; Islam; Etika; Perspektif;
Title: Eugenika dalam Pandangan Agama Sebuah Tantangan Etis dalam Islam
Description:
Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mendalami penemuan genom manusia tahun 1998 yang membuka wawasan mendalam terhadap kodifikasi genetik, memicu perdebatan antara pengetahuan ilmiah dan keyakinan agama, khususnya dalam Islam.
Dalam artikel ini dieksplorasi pandangan Islam terhadap Eugenika, terutama dalam menghadapi perkembangan konsep eugenika dan isu-isu etis yang terkait.
Sejarah Eugenika dari Yunani kuno hingga implementasi tragis oleh rezim Nazi Jerman menciptakan konteks yang kompleks.
Pandangan agama Islam, berfokus pada larangan membunuh anak-anak dan kompleksitas etika pengguguran janin.
Al-Quran menegaskan bahwa ketakutan akan kemiskinan bukan alasan sah untuk mengakhiri kehidupan.
Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan dengan memanfaatkan perbandingan, perbedaan, dan titik korvengensi potensial dalam pemikiran merka.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa dibahas perbedaan pandangan ulama terkait etika dan kontroversi seputar Eugenika dalam rangka rekayasa genetika.
Terdapat perbedaan dalam memberikan kebolehan tergantung usia janin, menciptakan landasan diskusi yang kompleks dalam kerangka hukum Islam.
Pandangan Islam terhadap Eugenika mencerminkan keragaman interpretasi ulama.
Sebagian besar menyatakan keharaman, mencocokkan prinsip syariah dengan ketidakpastian dampak genetik.
Sementara ada yang memberikan kebolehan, pandangan ini masih memerlukan pertimbangan etis yang mendalam.
Penulisan artikel bertujuan untuk menggambarkan kompleksitas integrasi pengetahuan genetika dan nilai-nilai agama dalam menghadapi tantangan genetika kontemporer.
Kata Kunci Eugenika; Islam; Etika; Perspektif;.

Related Results

Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ISLAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ISLAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI
Latar Belakang : Dalam era modernisasi yang pesat, pendidikan agama Islam menghadapi tantangan signifikan untuk tetap relevan dan efektif dalam membentuk karakter dan keimanan gene...
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
SOSIALISASI AGAMA DI LINGKUNGAN KELUARGA MUSLIM
Dalam proses pembangunan manusia Indonesia, agama memiliki kedudukan penting dan utama dalam upaya membentuk kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri. Melalui pembangu...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Formulasi Konsep Moderasi Islam M Mucharom Syifa
Abstract: The religious phenomenon of Islam in post-reform Indonesia is thought to have experienced extremism and radicalism. The explosion of terrorism in the name of Islam ...
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peran Guru Rupaka Dalam Menanamkan Ajaran Agama Hindu
Peranan Guru Rupaka sangat diperlukan dalam proses pembelajaran agama. Selain sebagai pendorong bagi anak dan pemuda dalam pembelajaran agama Hindu, Guru Rupaka merupakan suri tula...
Kepemimpinan Etis dalam Organisasi Dakwah: Studi Kepemimpinan Nabi dalam Pembagian Ghanimah Perang Hunain
Kepemimpinan Etis dalam Organisasi Dakwah: Studi Kepemimpinan Nabi dalam Pembagian Ghanimah Perang Hunain
Karakter kepemimpinan etis sangat diperlukan oleh pemimpin dalam menggerakkan SDM dalam mencapai tujuan organisasi. Penerapan kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari dimensi moral ...

Back to Top