Javascript must be enabled to continue!
Samson + Delilah: Pembacaan Ulang Karya Rubens Dalam Konteks Liminalitas Melalui Pendekatan Fenomenologis
View through CrossRef
Dalam dunia senirupa kita sering tak dapat membedakan antara zaman Renaisans dengan zaman Barok. Banyak pecinta seni yang terlalu berfokus hanya pada Michelangelo dan Leonardo da Vinci. Padahal di ujung dari periode Renaisans, yaitu di abad 17, telah muncul suatu angkatan pelukis yang mengembangkan gaya lukisnya sendiri dengan didasarkan pada pencapaian seniman di awal abad Renaisans. Salah satunya adalah pelukis Johannes Vermeer (1632-1675) dan Peter Paul Rubens (1577-1640). Karya-karya Rubens merepresentasikan kondisi transendensi antara realitas dan mitos dalam konteks liminalitas dalam seni. Artikel ini bertujuan membahas tentang karya-karya Paul Rubens dan pada bagian akhir akan membahas secara detail lukisan “Samson dan Delilah” dari Rubens dalam konteks liminalitas seni melalui pendekatan fenomenologi. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kwalitatif dengan perspektif historiografi dan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukan penggalan-pengalan penting kesejarahan karya Rubens yang berjudul Samson da Delilah menegaskan kembali berbagai kisah tersembunyi yang hidup dalam konteks waktu dan sejumlah kisah cinta yang dihayati. Munculnya penegasan mitos kesearahan lukisan Rubens ini diungkap dengan pendekatan fenomenologis sehingga terurai dengan detail melalui pembacaan tanda visual dan ekspresi visual yang hidup dalam medan kreatif yang menggambarkan fase liminalitas.
Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta
Title: Samson + Delilah: Pembacaan Ulang Karya Rubens Dalam Konteks Liminalitas Melalui Pendekatan Fenomenologis
Description:
Dalam dunia senirupa kita sering tak dapat membedakan antara zaman Renaisans dengan zaman Barok.
Banyak pecinta seni yang terlalu berfokus hanya pada Michelangelo dan Leonardo da Vinci.
Padahal di ujung dari periode Renaisans, yaitu di abad 17, telah muncul suatu angkatan pelukis yang mengembangkan gaya lukisnya sendiri dengan didasarkan pada pencapaian seniman di awal abad Renaisans.
Salah satunya adalah pelukis Johannes Vermeer (1632-1675) dan Peter Paul Rubens (1577-1640).
Karya-karya Rubens merepresentasikan kondisi transendensi antara realitas dan mitos dalam konteks liminalitas dalam seni.
Artikel ini bertujuan membahas tentang karya-karya Paul Rubens dan pada bagian akhir akan membahas secara detail lukisan “Samson dan Delilah” dari Rubens dalam konteks liminalitas seni melalui pendekatan fenomenologi.
Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kwalitatif dengan perspektif historiografi dan pendekatan fenomenologis.
Hasil penelitian ini menunjukan penggalan-pengalan penting kesejarahan karya Rubens yang berjudul Samson da Delilah menegaskan kembali berbagai kisah tersembunyi yang hidup dalam konteks waktu dan sejumlah kisah cinta yang dihayati.
Munculnya penegasan mitos kesearahan lukisan Rubens ini diungkap dengan pendekatan fenomenologis sehingga terurai dengan detail melalui pembacaan tanda visual dan ekspresi visual yang hidup dalam medan kreatif yang menggambarkan fase liminalitas.
Related Results
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
Reclaiming the Wasteland: Samson and Delilah and the Historical Perception and Construction of Indigenous Knowledges in Australian Cinema
It was always based on a teenage love story between the two kids. One is a sniffer and one is not. It was designed for Central Australia because we do write these kids off there. N...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
Adaptasi Metafora dalam menyampaikan makna melalui Kajian Visual bagi Karya Seni Kontemporari terpilih oleh Jalaini Abu Hassan Siri Pameran ‘Re-Found Object’ dalam Konteks Sosiobudaya
Adaptasi Metafora dalam menyampaikan makna melalui Kajian Visual bagi Karya Seni Kontemporari terpilih oleh Jalaini Abu Hassan Siri Pameran ‘Re-Found Object’ dalam Konteks Sosiobudaya
Objektif utama kajian penyelidikan ini adalah untuk mengkaji serta menganalisis karya terpilih Jalaini Abu Hassan dalam siri pameran “Re-Found Object” untuk membuat interpretasi ma...
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
AbstrakPertunjukan panggung yang dialihmediakan menjadi video, merupakan contoh fenomena adaptasi dalam penciptaan karya seni. Begitupula yang terjadi dalam karya tari Colohok, cip...
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA
NILAI MORAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA
Abstrak Kata Kunci: Nilai Moral Baik dan Buruk, NovelOrang-Orang Biasa. Nilai-nilai Moral adalah ajaran baik atau buruk perbuatan atau kelakuan, akhlak, kewajiban, budi pekerti...
Apreasasi karya nasionalisme seni moden Malaysia dalam Pameran Seni Negaraku 2017, Balai Seni Visual Negara, Kuala Lumpur
Apreasasi karya nasionalisme seni moden Malaysia dalam Pameran Seni Negaraku 2017, Balai Seni Visual Negara, Kuala Lumpur
Kajian ini dibuat sempena pameran Negaraku 2017 di Balai Seni Visual Negara, Kuala Lumpur. Karya yang dipilih dalam pameran ini berbentuk nasionalisme mengupas tentang apreasasi ka...
INTENSITASインテンシティーDILIHAT DARI KONTEKS EMOTIF DAN TUJUAN KOMUNIKASI DALAM TINDAK KOMUNIKASI PADA DRAMA GREAT TEACHER ONIZUKA REMAKE KARYA IMAI KAZUHISA
INTENSITASインテンシティーDILIHAT DARI KONTEKS EMOTIF DAN TUJUAN KOMUNIKASI DALAM TINDAK KOMUNIKASI PADA DRAMA GREAT TEACHER ONIZUKA REMAKE KARYA IMAI KAZUHISA
Intensitas atau penekanan ujaran sering digunakan manusia dalam tindak komunikasi, tetapi hal itu sering tidak disadari. Intensitas biasa digunakan untuk lebih menarik perhatian l...


