Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Refleks Vasovagal selama Anestesi Spinal pada Seksio Sesarea

View through CrossRef
Refleks vasovagal, atau sinkop neurokardiogenik, dapat menyebabkan perubahan hemodinamik yang signifikan, seperti bradikardia dan hipotensi, yang menjadi tantangan dalam manajemen anestesi spinal, terutama pada prosedur obstetri seperti seksio sesarea. Laporan kasus ini ini membahas seorang pasien hamil dengan plasenta previa totalis yang menjalani seksio sesarea dengan anestesi spinal. Setelah insisi, pasien mengeluhkan nyeri epigastrium, diikuti oleh kejang spastik, penurunan kesadaran, dan penurunan hemodinamik yang signifikan, dengan tekanan darah 57/21 mmHg dan nadi 38 kali per menit. Tindakan medis segera dilakukan, termasuk pemberian oksigen, ephedrine, atropine, dan intubasi endotrakeal, serta transfusi darah untuk menggantikan volume darah yang hilang. Pasien kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk pemantauan intensif, di mana kondisi hemodinamiknya membaik, namun pemeriksaan CT scan menunjukkan adanya infark kortikal. Selama di ICU, pasien menunjukkan pemulihan yang stabil, dan tidak ada gejala neurologis yang bermakna setelah 24 jam pascaoperasi. Kasus ini menyoroti pentingnya pemahaman terhadap patofisiologi refleks vasovagal, khususnya yang dipicu oleh anestesi spinal, yang dapat menyebabkan kejang, bradikardia, hipotensi, dan sinkop. Pengelolaan multidisipliner dan pelatihan simulasi adalah langkah penting untuk meminimalkan risiko dan memastikan stabilitas hemodinamik pasien serta keselamatan ibu dan janin selama operasi caesar.
Title: Refleks Vasovagal selama Anestesi Spinal pada Seksio Sesarea
Description:
Refleks vasovagal, atau sinkop neurokardiogenik, dapat menyebabkan perubahan hemodinamik yang signifikan, seperti bradikardia dan hipotensi, yang menjadi tantangan dalam manajemen anestesi spinal, terutama pada prosedur obstetri seperti seksio sesarea.
Laporan kasus ini ini membahas seorang pasien hamil dengan plasenta previa totalis yang menjalani seksio sesarea dengan anestesi spinal.
Setelah insisi, pasien mengeluhkan nyeri epigastrium, diikuti oleh kejang spastik, penurunan kesadaran, dan penurunan hemodinamik yang signifikan, dengan tekanan darah 57/21 mmHg dan nadi 38 kali per menit.
Tindakan medis segera dilakukan, termasuk pemberian oksigen, ephedrine, atropine, dan intubasi endotrakeal, serta transfusi darah untuk menggantikan volume darah yang hilang.
Pasien kemudian dipindahkan ke ruang ICU untuk pemantauan intensif, di mana kondisi hemodinamiknya membaik, namun pemeriksaan CT scan menunjukkan adanya infark kortikal.
Selama di ICU, pasien menunjukkan pemulihan yang stabil, dan tidak ada gejala neurologis yang bermakna setelah 24 jam pascaoperasi.
Kasus ini menyoroti pentingnya pemahaman terhadap patofisiologi refleks vasovagal, khususnya yang dipicu oleh anestesi spinal, yang dapat menyebabkan kejang, bradikardia, hipotensi, dan sinkop.
Pengelolaan multidisipliner dan pelatihan simulasi adalah langkah penting untuk meminimalkan risiko dan memastikan stabilitas hemodinamik pasien serta keselamatan ibu dan janin selama operasi caesar.

Related Results

Anestesi Spinal untuk Seksio Sesarea Pasien dengan Tinggi Badan Ekstrim Pendek
Anestesi Spinal untuk Seksio Sesarea Pasien dengan Tinggi Badan Ekstrim Pendek
Anestesi untuk seksio sesarea dapat dilakukan dengan anestesi spinal, epidural, combined spinal-epidural atau anestesi umum. Akan tetapi, pilihan utama anestesi untuk seksio sesare...
Pengelolaan Perioperatif Pasien Obesitas yang dilakukan Seksio Sesarea dengan Anestesi Umum
Pengelolaan Perioperatif Pasien Obesitas yang dilakukan Seksio Sesarea dengan Anestesi Umum
Obesitas saat ini merupakan ancaman kesehatan yang paling umum di seluruh dunia dan pengaruhnya terhadap kesehatan secara umum meningkat dengan cepat. Obesitas memiliki dampak dram...
Monitoring End-Tidal CO2 pada Wanita Hamil: Fokus pada Keselamatan Pasien
Monitoring End-Tidal CO2 pada Wanita Hamil: Fokus pada Keselamatan Pasien
Pada seksio sesarea, keselamatan pasien adalah menjaga keselamatan ibu dan bayi. Anestesi untuk seksio sesarea dapat dilakukan dengan anestesi umum, anestesi neuraxial atau gabunga...
EFEK PERMEN KARET, MADU, DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS DAN WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA
EFEK PERMEN KARET, MADU, DAN MOBILISASI DINI TERHADAP PEMULIHAN PERISTALTIK USUS DAN WAKTU FLATUS PADA PASIEN POST SEKSIO SESAREA
Seksio sesarea menjadi salah satu operasi besar pada abdomen yang berhubungan langsung dengan perubahan post operatif dalam sistem saraf otonom yang menyebabkan penurunan pergeraka...
Pengaruh Pemberian Ketamin Dosis Rendah terhadap Penambahan Uterotonika pada Pasien Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal
Pengaruh Pemberian Ketamin Dosis Rendah terhadap Penambahan Uterotonika pada Pasien Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal
Latar Belakang: Meningkatnya angka kejadian seksio sesarea dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan atonia uteri uterus menjadi penyebab tersering dar...
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
HUBUNGAN HEMODINAMIK TERHADAP KEJADIAN INTRA OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING (IONV) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI RSUD BENDAN
Spinal anestesi adalah teknik melakukan anestesi blok neuroaksial dengan menyuntikkan anestesi lokal atau obat adjuvan ke dalam ruang subaraknoid. Tindakan spinal anestesi memiliki...
Emboli Udara Vena saat Seksio Sesarea
Emboli Udara Vena saat Seksio Sesarea
Seksio sesarea telah dikaitkan dengan emboli udara vena (venous air embolism/VAE). Sinus uterus rentan sebagai pintu masuk udara, terutama dengan adanya plasenta previa.  Insiden V...

Back to Top