Javascript must be enabled to continue!
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
View through CrossRef
<p class="05Abstrak">Tarjîh dalam penafsiran dihasilkan dari adanya berbagai perbedaan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Tujuannya adalah mengetahui pendapat yang paling sahih dan paling layak diterima dalam penafsiran al-Qur’an untuk dapat diamalkan sesuai bidangnya. Tujuan lain, peniadakan kitab-kitab tafsir dari pendapat-pendapat yang janggal dan lemah atau pendapat yang rancu yang disusupkan oleh keyakian mazhab tertentu. Di antara mufassir yang memberi perhatian pada aspek tarjîh dalam penafsirannya adalah Imam al-Shawkânî. Dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, ia tidak cukup hanya menyuguhkan pendapat-pendapat mufassir sebelumnya, melainkan juga melakukan tarjîh terhadap penafsiran-penafsiran itu. Dalam hal ini ia menetapkan seperangkat kriteria dan metode tertentu dalam proses pentarjîh}an terhadap berbagai pendapat yang dikemukakan para ulama. Hasil penelitian ini menemukan bahwa al-Shawkânî dalam mentarjîh perbedaan penafsiran menggunakan metode yang meliputi 1) sîghat (redaksi yang tertentu yang digunakan dalam mentarjîh), 2) teknik tarjîh yang dilakukan al-Shawkânî sendiri dan tarjîh yang diambil dari pendapat ulama’ lain), dan 3) bentuk (tarjîh) dengan naz}âiral-Qur’ân, dengan sunnah, dengan qirâ’ât dan lainnya). Di akhir, makalah ini juga mengeksplorasikan aplikasi dan contoh tarjîh dari metode al-Shawkânî tersebut, dengan tujuan dapat memudahkan bagi pembaca agar lebih jelas memahami metode tarjîhnya.</p>
Title: PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN
Description:
<p class="05Abstrak">Tarjîh dalam penafsiran dihasilkan dari adanya berbagai perbedaan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an.
Tujuannya adalah mengetahui pendapat yang paling sahih dan paling layak diterima dalam penafsiran al-Qur’an untuk dapat diamalkan sesuai bidangnya.
Tujuan lain, peniadakan kitab-kitab tafsir dari pendapat-pendapat yang janggal dan lemah atau pendapat yang rancu yang disusupkan oleh keyakian mazhab tertentu.
Di antara mufassir yang memberi perhatian pada aspek tarjîh dalam penafsirannya adalah Imam al-Shawkânî.
Dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, ia tidak cukup hanya menyuguhkan pendapat-pendapat mufassir sebelumnya, melainkan juga melakukan tarjîh terhadap penafsiran-penafsiran itu.
Dalam hal ini ia menetapkan seperangkat kriteria dan metode tertentu dalam proses pentarjîh}an terhadap berbagai pendapat yang dikemukakan para ulama.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa al-Shawkânî dalam mentarjîh perbedaan penafsiran menggunakan metode yang meliputi 1) sîghat (redaksi yang tertentu yang digunakan dalam mentarjîh), 2) teknik tarjîh yang dilakukan al-Shawkânî sendiri dan tarjîh yang diambil dari pendapat ulama’ lain), dan 3) bentuk (tarjîh) dengan naz}âiral-Qur’ân, dengan sunnah, dengan qirâ’ât dan lainnya).
Di akhir, makalah ini juga mengeksplorasikan aplikasi dan contoh tarjîh dari metode al-Shawkânî tersebut, dengan tujuan dapat memudahkan bagi pembaca agar lebih jelas memahami metode tarjîhnya.
</p>.
Related Results
Teologi Toleransi Agama Khonghucu di Klenteng Boen Bio Surabaya
Teologi Toleransi Agama Khonghucu di Klenteng Boen Bio Surabaya
Saling menghargai dan saling menghormati adalah suatu sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk terwujudnya suatu toleransi. Toleransi merupakan aspek terpenting dalam hidu...
Corak dan Gaya Penafsiran
Corak dan Gaya Penafsiran
Abstrak ini membahas tentang corak dan gaya penafsiran Al-Qur'an yang telah berkembang dari periode klasik hingga kontemporer. Penafsiran Al-Qur'an melibatkan berbagai pendekatan, ...
Pluralisme Agama Perspektif Penafsiran Nurcholis Madjid
Pluralisme Agama Perspektif Penafsiran Nurcholis Madjid
Pluralisme agama telah menjadi salah satu isu penting dalam masyarakat multikultural. Nurcholish Madjid, sebagai salah satu pemikir Islam terkemuka di Indonesia, menawarkan perspek...
Konsep Damai Dalam Surat Al-Anfal Ayat 61
Konsep Damai Dalam Surat Al-Anfal Ayat 61
Perdamaian merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam dan kehidupan manusia. al-Qur'an, khususnya Surat al-Anfal ayat 61, memberikan panduan penting mengenai bagaimana menyikap...
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Spirit of Purification in Indonesian Tafsir: T.M. Hasbi As-Siddieqy and His Interpretation of Verses on Tawasul in Tafsir An-Nur
The Tafsir An-Nur by T.M. Hasbi As-Siddieqy (d. 1975) is one of the popular tafsir works in Indonesia. When interpreting the meaning of "wasilah" in Q.S. Al-Maidah [5]: 35, Hasbi t...
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Studi Perbandingan Hukum Perkawinan Islam di Indonesia dan Thailand
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memahami bagaimana sistem perkawinan nasional di Indonesia dan Thailand, (2) Latar belakang pemberlakuan hukum perkawinan Islam di Indonesia dan ...
Perbedaan Paradigma Tafsir Nabi Adam Di Media Sosial : Telaah Kritis Gus BahaDan Ustaz Adi Hidayat
Perbedaan Paradigma Tafsir Nabi Adam Di Media Sosial : Telaah Kritis Gus BahaDan Ustaz Adi Hidayat
Perbedaan mengenai alasan dibalik pengusiran Adam dan Hawa telah ditanggapi secara berbeda oleh para ulama Islam. Penelitian ini mengkaji perbedaan penafsiran yang disampaikan oleh...
Pendidikan Multikultural: Sebuah Perspektif Global
Pendidikan Multikultural: Sebuah Perspektif Global
Pendidikan multikultural merupakan pendekatan belajar mengajar yang berlandaskan nilai-nilai demokrasi yang menegaskan pluralisme budaya dalam masyarakat yang beragam. Saat ini ada...

