Javascript must be enabled to continue!
Kajian Risiko Bencana Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Di Nusa Tenggara Timur
View through CrossRef
Indonesia adalah negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk gempa bumi, banjir, dan kekeringan, yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara risiko bencana dan kualitas hidup masyarakat di NTT. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan survei terhadap 20 responden yang tinggal di kawasan rawan bencana selama lebih dari lima tahun. Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan indeks kesiapsiagaan dan kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden tidak memiliki kesiapsiagaan memadai terhadap bencana. Meskipun demikian, 70% responden mengategorikan kualitas hidup mereka sebagai "cukup baik". Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, perbaikan sistem mitigasi, dan penguatan rencana tanggap darurat. Saran yang diberikan mencakup peningkatan pelatihan bencana, pengembangan infrastruktur tahan bencana, dan pemberdayaan masyarakat lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami risiko bencana di NTT dan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah rawan bencana. Kata kunci : Bencana, Kajian Risiko, Kualitas Hidup
Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin
Title: Kajian Risiko Bencana Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Di Nusa Tenggara Timur
Description:
Indonesia adalah negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk gempa bumi, banjir, dan kekeringan, yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara risiko bencana dan kualitas hidup masyarakat di NTT.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan survei terhadap 20 responden yang tinggal di kawasan rawan bencana selama lebih dari lima tahun.
Data dikumpulkan melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan indeks kesiapsiagaan dan kualitas hidup.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden tidak memiliki kesiapsiagaan memadai terhadap bencana.
Meskipun demikian, 70% responden mengategorikan kualitas hidup mereka sebagai "cukup baik".
Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, perbaikan sistem mitigasi, dan penguatan rencana tanggap darurat.
Saran yang diberikan mencakup peningkatan pelatihan bencana, pengembangan infrastruktur tahan bencana, dan pemberdayaan masyarakat lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap bencana.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami risiko bencana di NTT dan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah rawan bencana.
Kata kunci : Bencana, Kajian Risiko, Kualitas Hidup.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
Ketahanan Masyarakat untuk Manajemen Risiko Bencana: Studi Kasus di Tiga Desa Wisata Rawan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketahanan Masyarakat untuk Manajemen Risiko Bencana: Studi Kasus di Tiga Desa Wisata Rawan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta, destinasi wisata nasional terkemuka, sangat rentan terhadap beragam bencana alam. Pembangunan berkelanjutan desa pariwisata di daerah rawan bencana ini ...
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
HUBUNGAN KECEMASAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 DENGAN KUALITAS HIDUP
Latar belakang : jumlah kasus Covid-19 dan/atau jumlah kematian semakin meningkat, hal ini berdampak pada aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan, serta kes...
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan relawan kebencanaan sebagai salah satu program kerja KKN Desa Tanjung Luar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana terlaksana dengan baik berkat kerjasam...
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR TERHADAP PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR
Rencana Tata Ruang Kabupaten Bogor tahun 2016-2036 memiliki 22 (duapuluh dua) Kecamatan yang di tetapkan sebagai kawasan rawan bencana longsor salah satunya Kecamatan Sukamakmur. T...
TANTANGAN MANAJEMEN RISIKO BENCANA DI RUMAH SAKIT AMAN BENCANA (RSAB)
TANTANGAN MANAJEMEN RISIKO BENCANA DI RUMAH SAKIT AMAN BENCANA (RSAB)
Studi ini bertujuan untuk mengetahui tantangan manajemen risiko bencana di Rumah Sakit Aman Bencana (RSAB). Hasil studi menyatakan bahwa Manajemen Risiko Bencana adalah rangkaian t...
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
KAJIAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DAN GEMPA BUMI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG
Potensi bencana pada daerah Kabupaten Pringsewu berdasarkan RTRW daerah tersebut diantaranya tanah longsor dan gempa bumi, sehingga diperlukannya Kajian Risiko Bencana terhadap dua...

