Javascript must be enabled to continue!
Perbedaan gender dan kepribadian dalam estimasi diri mengenai inteligensi
View through CrossRef
Estimasi diri mengenai inteligensi (self-estimated intelligence) merupakan topik penelitian yang masih sedikit diminati oleh peneliti Indonesia. Padahal, estimasi diri mengenai inteligensi ini penting karena menggambarkan proses metakognitif individu dan berperan dalam kesuksesan akademik dan karier. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui estimasi diri mengenai inteligensi ditinjau dari gender dan kepribadian lima faktor (big five). Penelitian dilaksanakan dengan metode survei kuantitatif terhadap 265 mahasiswa (Musia = 19.40; SD = .98). Instrumen yang digunakan adalah Skala Estimasi Diri mengenai Inteligensi dan IPIP-BFM-25 untuk mengukur kepribadian big five. Hasil analisis menunjukkan bahwa laki-laki memiliki estimasi diri mengenai inteligensi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa peningkatan skor terhadap tiga prediktor, yaitu agreeableness (keramahan), conscientiousness (kehati-hatian), dan intellect (intelek) memprediksi peningkatan estimasi diri mengenai inteligensi. Conscientiousness merupakan prediktor yang memiliki pengaruh paling kuat, disusul oleh agreeableness dan intellect.
Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara
Title: Perbedaan gender dan kepribadian dalam estimasi diri mengenai inteligensi
Description:
Estimasi diri mengenai inteligensi (self-estimated intelligence) merupakan topik penelitian yang masih sedikit diminati oleh peneliti Indonesia.
Padahal, estimasi diri mengenai inteligensi ini penting karena menggambarkan proses metakognitif individu dan berperan dalam kesuksesan akademik dan karier.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui estimasi diri mengenai inteligensi ditinjau dari gender dan kepribadian lima faktor (big five).
Penelitian dilaksanakan dengan metode survei kuantitatif terhadap 265 mahasiswa (Musia = 19.
40; SD = .
98).
Instrumen yang digunakan adalah Skala Estimasi Diri mengenai Inteligensi dan IPIP-BFM-25 untuk mengukur kepribadian big five.
Hasil analisis menunjukkan bahwa laki-laki memiliki estimasi diri mengenai inteligensi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.
Analisis regresi berganda menunjukkan bahwa peningkatan skor terhadap tiga prediktor, yaitu agreeableness (keramahan), conscientiousness (kehati-hatian), dan intellect (intelek) memprediksi peningkatan estimasi diri mengenai inteligensi.
Conscientiousness merupakan prediktor yang memiliki pengaruh paling kuat, disusul oleh agreeableness dan intellect.
Related Results
Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
Kepribadian Tokoh Ayah dan Anak dalam Novel Ayah dan Sebelas Patriot Karya Andrea Hirata Kajian (Psikologi Carl Gustav Jung)
ABSTRAK Kata-kata kunci: Kepribadian, Struktur kepribadian, dinamika kepribadian, perkembangan kepribadian. Penelitian ini bertujuan menganalisis novel Ayah dan Sebelas ...
PENGARUH POTENSI DIRI, LINGKUNGAN SOSIAL DAN KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP KEPRIBADIAN GENERASI MUDA BUDDHIS DI KABUPATEN JEPARA
PENGARUH POTENSI DIRI, LINGKUNGAN SOSIAL DAN KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP KEPRIBADIAN GENERASI MUDA BUDDHIS DI KABUPATEN JEPARA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung potensi diri terhadap keaktifan berorganisasi, pengaruh langsung lingkungan sosial terhadap keaktifan berorganisasi, pen...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Psikoanalisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Allya Karya Ana Yuliana
Psikoanalisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Allya Karya Ana Yuliana
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tipe kepribadian menurut teori Gerard Heymans pada tokoh utama dalam novel Allya karya Ana Yuliana, (2) faktor- faktor yang memp...
Penguatan Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Pai Melalui Pendidikan Qur’ani Dan Relevansinya Dengan Teori Kepribadian Neo Freud (Sosial Dan Psikologi)
Penguatan Kompetensi Kepribadian Tenaga Pendidik Pai Melalui Pendidikan Qur’ani Dan Relevansinya Dengan Teori Kepribadian Neo Freud (Sosial Dan Psikologi)
Seorang pendidik tidak hanya berkewajiban memberi dan menyampaikan pengetahuan (ilmu) kepada anak didiknya. Lebih dari itu, pendidik memiliki tugas yang sangat mulia yakni membimbi...
Asesmen Potensi Inteligensi Pada Anak Usia Dini
Asesmen Potensi Inteligensi Pada Anak Usia Dini
Pengembangan pembelajaran berdasarkan potensi inteligensi anak usia dini sangat terbatas Riset ini memiliki tujuan supaya bisa memahami deskripsi potensi inteligensi anak usia dini...
KONSEP DIRI DAN KEPEMIMPINAN DALAM PROSES PENGEMBANGAN DIRI
KONSEP DIRI DAN KEPEMIMPINAN DALAM PROSES PENGEMBANGAN DIRI
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan konsep diri dan kepemimpinan yang sangat berpengaruh terhadap proses perkembangan diri seseorang. Apakah dalam proses perk...
Are We Different?, Tinjauan Kepribadian secara Lintas Budaya dalam Implikasinya terhadap Kehidupan Manusia
Are We Different?, Tinjauan Kepribadian secara Lintas Budaya dalam Implikasinya terhadap Kehidupan Manusia
This article aims to find out personality with cross-cultural views and its various implications for human life. The process of compiling this article uses a qualitative approach i...

