Javascript must be enabled to continue!
Pola Komunikasi antar Budaya Masyarakat Multietnis di Kota Singkawang sebagai Kota Tertoleran
View through CrossRef
Abstract. Singkawang City is a city that is a harmonious city, harmonious with a high level of tolerance between religions, races and ethnicities. With the dominating majority being ethnic Chinese, Dayak and Malay, better known as Tidayu. The Tidayu people live side by side with mutual respect in the big celebrations of each religion/tribe as well as in their daily lives so that Singkawang City has repeatedly won as the tolerant city in Indonesia. This study aims to find out and describe intercultural communication patterns of multi-ethnic communities in Singkawang City as a tolerant city. This research uses qualitative methods with a case study approach and uses a purposive sampling technique. Data collection by way of observation, interviews, and documentation. The results of this study explain that the process of intercultural communication in the Tidayu community occurs anywhere and anytime, such as in organizations, cultural events, neighbors, work environment, friendship markets and education which are circular communication patterns because there is feedback between communicants and communicators with positions have the same opportunity to be the recipient and sender of the message. And forming an overall or star communication pattern, intercultural communication in the Tidayu community can be carried out by the whole community between one ethnic group and another directly without any intermediaries or structures to be passed through.
Abstrak. Kota Singkawang adalah kota yang merupakan salah satu kota yang harmonis, rukun dengan tingkat toleransi yang tinggi antar umat beragama, ras maupun suku. Dengan mayoritas yang mendominasi adalah suku Tionghoa, Dayak dan Melayu yang lebih dikenal dengan Tidayu. Masyarakat Tidayu hidup berdampingan dengan saling menghargai dalam kegiatan perayaan besar tiap agama/suku maupun dalam kehidupan sehari-hari hingga Kota Singkawang berkali-kali menang sebagai kota tertoleran se-Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan tentang pola komunikasi antar budaya masyarakat multietnis di Kota Singkawang sebagai kota tertoleran, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa proses komunikasi antar budaya masyarakat Tidayu terjadi dimana saja dan kapan saja, seperti dalam organisasi, event budaya, bertetangga, lingkungan pekerjaan, pasar pertemanan dan Pendidikan yang merupakan pola komunikasi sirkuler karena terdapat adanya feedback antar komunikan dan komunikator dengan kedudukan yang sama yaitu memiliki kesempatan menjadi penerima dan pengirim pesan. Dan membentuk pola komunikasi menyeluruh atau bintang, komunikasi antarbudaya pada masyarakat Tidayu dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat antara etnis satu kepada etnis lainnya secara langsung tanpa adanya perantara atau struktur yang dilewati.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Pola Komunikasi antar Budaya Masyarakat Multietnis di Kota Singkawang sebagai Kota Tertoleran
Description:
Abstract.
Singkawang City is a city that is a harmonious city, harmonious with a high level of tolerance between religions, races and ethnicities.
With the dominating majority being ethnic Chinese, Dayak and Malay, better known as Tidayu.
The Tidayu people live side by side with mutual respect in the big celebrations of each religion/tribe as well as in their daily lives so that Singkawang City has repeatedly won as the tolerant city in Indonesia.
This study aims to find out and describe intercultural communication patterns of multi-ethnic communities in Singkawang City as a tolerant city.
This research uses qualitative methods with a case study approach and uses a purposive sampling technique.
Data collection by way of observation, interviews, and documentation.
The results of this study explain that the process of intercultural communication in the Tidayu community occurs anywhere and anytime, such as in organizations, cultural events, neighbors, work environment, friendship markets and education which are circular communication patterns because there is feedback between communicants and communicators with positions have the same opportunity to be the recipient and sender of the message.
And forming an overall or star communication pattern, intercultural communication in the Tidayu community can be carried out by the whole community between one ethnic group and another directly without any intermediaries or structures to be passed through.
Abstrak.
Kota Singkawang adalah kota yang merupakan salah satu kota yang harmonis, rukun dengan tingkat toleransi yang tinggi antar umat beragama, ras maupun suku.
Dengan mayoritas yang mendominasi adalah suku Tionghoa, Dayak dan Melayu yang lebih dikenal dengan Tidayu.
Masyarakat Tidayu hidup berdampingan dengan saling menghargai dalam kegiatan perayaan besar tiap agama/suku maupun dalam kehidupan sehari-hari hingga Kota Singkawang berkali-kali menang sebagai kota tertoleran se-Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan tentang pola komunikasi antar budaya masyarakat multietnis di Kota Singkawang sebagai kota tertoleran, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan Teknik purposive sampling.
Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa proses komunikasi antar budaya masyarakat Tidayu terjadi dimana saja dan kapan saja, seperti dalam organisasi, event budaya, bertetangga, lingkungan pekerjaan, pasar pertemanan dan Pendidikan yang merupakan pola komunikasi sirkuler karena terdapat adanya feedback antar komunikan dan komunikator dengan kedudukan yang sama yaitu memiliki kesempatan menjadi penerima dan pengirim pesan.
Dan membentuk pola komunikasi menyeluruh atau bintang, komunikasi antarbudaya pada masyarakat Tidayu dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat antara etnis satu kepada etnis lainnya secara langsung tanpa adanya perantara atau struktur yang dilewati.
Related Results
COASTAL DYNAMICS OF SINGKAWANG, WEST KALIMANTAN
COASTAL DYNAMICS OF SINGKAWANG, WEST KALIMANTAN
Morphologically, Singkawang and adjacent area consist of zones beaches, undulating hills, and steep hills. Granitic rocks and alluvium as a based rock of Singkawang coasts. General...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Kajian Potensi dan Tantangan Pariwisata di Kota Singkawang
Kajian Potensi dan Tantangan Pariwisata di Kota Singkawang
This study aims to determine the challenges and opportunities of tourism in Singakawang, West Kalimantan. The method used in this research is using descriptive qualitative. Further...
POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DENGAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD INPRES MANGGALA KOTA MAKASSAR
POLA KOMUNIKASI ANTARA ORANG TUA DENGAN GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD INPRES MANGGALA KOTA MAKASSAR
Latar belakang penelitian tentang pola komunikasi yang dilakukan antara orang tua dengan guru terhadap motivasi belajar siswa siswa kelas V SD Inpres Manggala Kota Makasar. Orang ...
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan
Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan ...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA KOMUNITAS ARON DI BERASTAGI
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA KOMUNITAS ARON DI BERASTAGI
<p>Peneliti melihat bagaimana pola komunikasi antarbudaya dalam komunitas aron di Berastagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses komunikasi dan menganalisi...


