Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kampanye Public Relations Aksi Cepat Tanggap Cabang Bandung pada Program Warteg Keliling

View through CrossRef
Abstract. Public relations campaign is a very important activity in growing the image of an organization, company or institution for either promotion or publicity purposes. Programming activities carried out for PR campaigns cannot be separated from the current situation of society. For example, the Aksi Cepat Tanggap (ACT) Social and Humanitarian Institution Foundation has created a program of activities to help people who are experiencing food difficulties. So that ACT Bandung branch created a Warteg Keliling program in a campaign to share food with the community. The purpose of this study was to determine the process of Warteg Keliling program activities and the background of ACT Bandung making Warteg Keliling program as part of a public relations campaign. The author uses a descriptive method with a quantitative approach. This research also uses data collection techniques through observation first, after that the researchers conducted in-depth interviews with the Bandung branch of ACT team. The results of this study indicate that 1). The process of defining the problem by means of an assessment in the field through a situation analysis of what social problems are happening in the community and how this Mobile Warteg can be formed. 2). The planning process starts from analysis, setting goals, determining resources starting from the implementation team (HR), budget, and transportation, then the next planning stage is implementation tactics that begins with action before donations and final planning using media as activity reporting. campaigns and mediators in inviting donations to the public or partners. 3). The process of implementing the Bandung branch of the ACT program is based on Action-Communication-Trust. 4). The evaluation process is carried out by monitoring the successes and failures during the campaign program. Abstrak. Kampanye public relations adalah aktivitas yang sangat penting dalam menumbuhkan citra organisasi, perusahaan atau Lembaga baik untuk keperluan promosi ataupun publisitas. Pembuatan program kegiatan yang dilakukan untuk kampanye PR tidak terlepas dari situasi masyarakat saat ini. Seperti salah satunya Yayasan Lembaga sosial dan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat program kegiatan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan pangan. Sehingga ACT cabang Bandung membuat program Warteg Keliling dalam kampanye berbagi makanan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini guna mengetahui proses kegiatan program Warteg Keliling dan latar belakang ACT Bandung membuat program Warteg Keliling sebagai bagian kampanye public relations. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini pun menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi terlebih dahulu, setelah itu peneliti melakukan wawancara mendalam kepada tim ACT cabang Bandung. kampanye berjalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Proses mendefinisikan masalah dengan cara assessment dilapangan melalui analisis situasi permasalahan sosial apa yang terjadi di masyarakat dan bagaiamana Warteg Keliling ini bisa terbentuk. 2). Proses perencanaan yaitu dimulai dari Analisis, menentukan sasaran, menentukan Resource (sumber Daya) mulai dari tim pelaksana (SDM), anggaran, dan transportasi kemudian tahapan perencanaan selanjutnya taktik pelaksanaan yang diawali dengan aksi terlebih dahulu sebelum donasi dan perencanaan terakhir memanfaatkan media sebagai reporting kegiatan kampanye dan mediator dalam mengajak berdonasi kepada publik atau mitra. 3). Proses pelaksanaan program ACT cabang Bandung berlandaskan pada Aksi-Komunikasi-Trust. 4). Proses mengevaluasi dilakukan dengan cara monitoring keberhasilan dan kegagalan selama program kampanye berjalan.
Title: Kampanye Public Relations Aksi Cepat Tanggap Cabang Bandung pada Program Warteg Keliling
Description:
Abstract.
 Public relations campaign is a very important activity in growing the image of an organization, company or institution for either promotion or publicity purposes.
Programming activities carried out for PR campaigns cannot be separated from the current situation of society.
For example, the Aksi Cepat Tanggap (ACT) Social and Humanitarian Institution Foundation has created a program of activities to help people who are experiencing food difficulties.
So that ACT Bandung branch created a Warteg Keliling program in a campaign to share food with the community.
The purpose of this study was to determine the process of Warteg Keliling program activities and the background of ACT Bandung making Warteg Keliling program as part of a public relations campaign.
The author uses a descriptive method with a quantitative approach.
This research also uses data collection techniques through observation first, after that the researchers conducted in-depth interviews with the Bandung branch of ACT team.
The results of this study indicate that 1).
The process of defining the problem by means of an assessment in the field through a situation analysis of what social problems are happening in the community and how this Mobile Warteg can be formed.
2).
The planning process starts from analysis, setting goals, determining resources starting from the implementation team (HR), budget, and transportation, then the next planning stage is implementation tactics that begins with action before donations and final planning using media as activity reporting.
campaigns and mediators in inviting donations to the public or partners.
3).
The process of implementing the Bandung branch of the ACT program is based on Action-Communication-Trust.
4).
The evaluation process is carried out by monitoring the successes and failures during the campaign program.
Abstrak.
Kampanye public relations adalah aktivitas yang sangat penting dalam menumbuhkan citra organisasi, perusahaan atau Lembaga baik untuk keperluan promosi ataupun publisitas.
Pembuatan program kegiatan yang dilakukan untuk kampanye PR tidak terlepas dari situasi masyarakat saat ini.
Seperti salah satunya Yayasan Lembaga sosial dan kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuat program kegiatan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan pangan.
Sehingga ACT cabang Bandung membuat program Warteg Keliling dalam kampanye berbagi makanan kepada masyarakat.
Tujuan penelitian ini guna mengetahui proses kegiatan program Warteg Keliling dan latar belakang ACT Bandung membuat program Warteg Keliling sebagai bagian kampanye public relations.
Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Penelitian ini pun menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi terlebih dahulu, setelah itu peneliti melakukan wawancara mendalam kepada tim ACT cabang Bandung.
kampanye berjalan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1).
Proses mendefinisikan masalah dengan cara assessment dilapangan melalui analisis situasi permasalahan sosial apa yang terjadi di masyarakat dan bagaiamana Warteg Keliling ini bisa terbentuk.
2).
Proses perencanaan yaitu dimulai dari Analisis, menentukan sasaran, menentukan Resource (sumber Daya) mulai dari tim pelaksana (SDM), anggaran, dan transportasi kemudian tahapan perencanaan selanjutnya taktik pelaksanaan yang diawali dengan aksi terlebih dahulu sebelum donasi dan perencanaan terakhir memanfaatkan media sebagai reporting kegiatan kampanye dan mediator dalam mengajak berdonasi kepada publik atau mitra.
3).
Proses pelaksanaan program ACT cabang Bandung berlandaskan pada Aksi-Komunikasi-Trust.
4).
Proses mengevaluasi dilakukan dengan cara monitoring keberhasilan dan kegagalan selama program kampanye berjalan.

Related Results

Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Seni Pertunjukan Kabaret sebagai Media Kampanye
Abstract. Kabaret Bandung is a modern art performance that is popular among young people, especially in West Java. The hallmark of Bandung Cabaret is the use of audio playback, whi...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Public Relations Strategy Komuji Creative Local Musician in Bandung
Public Relations Strategy Komuji Creative Local Musician in Bandung
Abstract. Strategi public relations Komuji, in creating the theme against covid-19, recvolution music “beda itu nada”. Difference From the musician bandung (Komuji) helped local mu...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
The Public Relations In Handling The Complaints
The Public Relations In Handling The Complaints
Abstract. The role of public relations in handling the complaints to rising water rate PDAM aims to build the emotional and build a proper relationship with the community kabupaten...
PROBLEMATIKA PELAPORAN DANA KAMPANYE PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019
PROBLEMATIKA PELAPORAN DANA KAMPANYE PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2019
Pendanaan kampanye adalah salah satu faktor penentu kemenangan pada kompetisi  Pemilu 2019. Tranparansi dan akuntabilitas laporan dana kampanye sangat  menentukan integritas Pemilu...
Strategi Public Relations Politik pada Pilkada Kabupaten Bandung
Strategi Public Relations Politik pada Pilkada Kabupaten Bandung
Abstrak. Era reformasi yang berlangsung hingga saat ini melahirkan berbagai kebijakan, salah satunya adalah pemilihan kepala daerah secara langsung atau yang biasa disingkat dengan...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...

Back to Top