Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

RELEVANSI PALPASI DALAM PEMERIKSAAN RADIOGRAFI

View through CrossRef
Dalam menentukan batas-batas pemeriksaan dan titik pusat (CP) pada pemeriksaanradiografi abdomen, BNO, Vertebrae Lumbo Sacral dan radiografi sacrum,radiographer harus melakukan palpasi terhadap organ-organ tertentu, hal inidisebabkan organ yang ditentukan sebagai batas ternyata tertutup oleh bajupemeriksaan pengganti baju pasien ketika dilakukan pemeriksaan radiografi, salahsatu kegiatan palpasi dalam pemeriksaan radiologi yang dilakukan oleh radiographersangat mungkin bisa terkena pasal 335 KUHP tentang perbuatan orang lain yangtidak menyenangkan apalagi bila radiographer tidak memiliki SOP tentang palpasidalam melakukan pemeriksaan radiografi. Dengan menggunakan metoda penelitiankualitatif penulis menulis artikel ilmiah ini dengan tujuan menjelaskan caramelakukan penentuan batas batas dalam pemeriksaan radiografi tanpa melakukanpalpasi dan melakukan peninjauan relevansi kegiatan palpasi dalam pemeriksaanradiologi.Hasil penelitian menyebutkan cara ra diographer melakukan pemeriksaanradiografi tanpa melakukan palpasi dengan cara meminta pasien dengan tutur katayang baik dan sopan untuk menunjukan dan menekan sendiri daerah atau bagiantubuh yang radiographer inginkan untuk ditunjuk dan ditekan dengan jari telunjukserta jari tengahnya, serta Relevansi kegiatan palpasi tidak bisa ditinggalkan dalampemeriksaan radiologi pada pasien yang tidak kooperatif atau tidak sadar, untukpasien yang kooperatif sebaiknya kegiatan palpasi tertulis dengan jelas dalamStandar Operasional Prosedur (SOP).
Jurnal Teras Kesehatan, Politeknik Al Islam Bandung
Title: RELEVANSI PALPASI DALAM PEMERIKSAAN RADIOGRAFI
Description:
Dalam menentukan batas-batas pemeriksaan dan titik pusat (CP) pada pemeriksaanradiografi abdomen, BNO, Vertebrae Lumbo Sacral dan radiografi sacrum,radiographer harus melakukan palpasi terhadap organ-organ tertentu, hal inidisebabkan organ yang ditentukan sebagai batas ternyata tertutup oleh bajupemeriksaan pengganti baju pasien ketika dilakukan pemeriksaan radiografi, salahsatu kegiatan palpasi dalam pemeriksaan radiologi yang dilakukan oleh radiographersangat mungkin bisa terkena pasal 335 KUHP tentang perbuatan orang lain yangtidak menyenangkan apalagi bila radiographer tidak memiliki SOP tentang palpasidalam melakukan pemeriksaan radiografi.
Dengan menggunakan metoda penelitiankualitatif penulis menulis artikel ilmiah ini dengan tujuan menjelaskan caramelakukan penentuan batas batas dalam pemeriksaan radiografi tanpa melakukanpalpasi dan melakukan peninjauan relevansi kegiatan palpasi dalam pemeriksaanradiologi.
Hasil penelitian menyebutkan cara ra diographer melakukan pemeriksaanradiografi tanpa melakukan palpasi dengan cara meminta pasien dengan tutur katayang baik dan sopan untuk menunjukan dan menekan sendiri daerah atau bagiantubuh yang radiographer inginkan untuk ditunjuk dan ditekan dengan jari telunjukserta jari tengahnya, serta Relevansi kegiatan palpasi tidak bisa ditinggalkan dalampemeriksaan radiologi pada pasien yang tidak kooperatif atau tidak sadar, untukpasien yang kooperatif sebaiknya kegiatan palpasi tertulis dengan jelas dalamStandar Operasional Prosedur (SOP).

Related Results

RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS
RADIOGRAFI SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS
RADIOGRAFI  SINAR-X INTERMITEN DAN KONSTAN PADA LAS. Pengaplikasian radio-grafi  sinar-X sudah berkembang dan sudah banyak dimanfaatkan pada bahan metal las. Radiografi ini menggun...
Kuantifikasi opasitas hasil radiografi mesin radiografi analog
Kuantifikasi opasitas hasil radiografi mesin radiografi analog
Citra radiografi suatu objek yang diperoleh dari mesin x-ray analog adalah berupa film yang telah tercetak sebagai suatu gambar dengan gradasi warna hitam, abu dan putih yang diseb...
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG PADA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG PADA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
ABSTRACT: Customs clearance activities carried out by the Directorate General of Customs and Excise (DJBC) is closely related to the competitiveness of national economy indicators ...
Efektivitas Pemeriksaan Serologis Sifilis
Efektivitas Pemeriksaan Serologis Sifilis
Abstract: High prevalence of syphilis can be reduced by doing screening. Tests used for screening and diagnosis of syphilis are serological tests of syphilis consisting of nontrepo...
Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok Jawa Barat
Pemeriksaan Kaki Diabetes di Wisma Caring Sejahtera Depok Jawa Barat
ABSTRAK Hiperglekemia, atau peningkatan kadar glukosa darah yang melebihi normal, dikenal sebagai diabetes mellitus. Kadar glukosa darah harus lebih dari 200 mg/dl saat puasa, lebi...
Pemeriksaan Postmortem Hewan Qurban dan Peningkatan Literasi Zoonosis Masyarakat Bukittinggi
Pemeriksaan Postmortem Hewan Qurban dan Peningkatan Literasi Zoonosis Masyarakat Bukittinggi
Pemeriksaan postmortem (setelah pemotongan) adalah bagian penting dalam proses penyembelihan hewan qurban yang sering kali luput dari perhatian masyarakat Tujuan kegiatan ini adala...
Rapat Permusyawaratan, Pemeriksaan Persiapan Di Pengadilan Tata Usaha Negara
Rapat Permusyawaratan, Pemeriksaan Persiapan Di Pengadilan Tata Usaha Negara
Rapat Permusyawaratan merupakan prosedur pendahuluan dalam Peradilan Tata Usaha Negara yang memberikan kewenangan kepada Ketua Pengadilan untuk menyatakan gugatan ditolak atau tida...

Back to Top