Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Ritual Adat Korban dalam Adat Masyarakat Ubian

View through CrossRef
Suku kaum Ubian adalah salah satu subsuku daripada masyarakat Bajau Laut. Suku ini merupakan antara masyarakat awal yang diketahui mendiami pesisir daerah Pulau Banggi, Kudat, Sandakan dan Semporna, Sabah. Masyarakat ini masih mengamalkan kehidupan secara tradisi dan memiliki adat serta kepercayaan tradisinya yang sangat kuat. Kajian ini memfokuskan ritual korban, iaitu salah satu daripada amalan adat yang masih kukuh dilaksanakan. Adat korban masyarakat Ubian yang unik bercampur dengan kepercayaan tradisi dan agama Islam. Adat istiadat korban dalam masyarakat Bajau Ubian ini adalah menjadi kewajipan untuk dilaksanakan. Jika tidak, mereka percaya arwah idak akan dapat pergi ke Padang Masyhar kerana tunggangannya tiada, yakni binatang sembelihan korban itu. Malah, mereka percaya adalah lebih baik jika binatang sembelihan itu seekor kambing supaya arwah selesa menunggangnya berseorangan berbanding seekor lembu atau kerbau yang terpaksa dikongsi bertujuh. Kepercayaan ini terus dipelihara oleh generasi tua. Generasi baharu yang sudah memahami secara mendalam mengenai fahaman agama Islam sudah mula meninggalkan adat istiadat korban dalam masyarakat suku kaum Bajau Ubian ini. Walaupun khazanah budaya ini unik, tetapi ia membebankan terutamana bagi keluarga yang tidak berkemampuan. Mereka sanggup berhutang demi melaksanakan adat istiadat korban masyarakat Bajau Ubian ini.
Universiti Malaysia Sabah (UMS)
Title: Ritual Adat Korban dalam Adat Masyarakat Ubian
Description:
Suku kaum Ubian adalah salah satu subsuku daripada masyarakat Bajau Laut.
Suku ini merupakan antara masyarakat awal yang diketahui mendiami pesisir daerah Pulau Banggi, Kudat, Sandakan dan Semporna, Sabah.
Masyarakat ini masih mengamalkan kehidupan secara tradisi dan memiliki adat serta kepercayaan tradisinya yang sangat kuat.
Kajian ini memfokuskan ritual korban, iaitu salah satu daripada amalan adat yang masih kukuh dilaksanakan.
Adat korban masyarakat Ubian yang unik bercampur dengan kepercayaan tradisi dan agama Islam.
Adat istiadat korban dalam masyarakat Bajau Ubian ini adalah menjadi kewajipan untuk dilaksanakan.
Jika tidak, mereka percaya arwah idak akan dapat pergi ke Padang Masyhar kerana tunggangannya tiada, yakni binatang sembelihan korban itu.
Malah, mereka percaya adalah lebih baik jika binatang sembelihan itu seekor kambing supaya arwah selesa menunggangnya berseorangan berbanding seekor lembu atau kerbau yang terpaksa dikongsi bertujuh.
Kepercayaan ini terus dipelihara oleh generasi tua.
Generasi baharu yang sudah memahami secara mendalam mengenai fahaman agama Islam sudah mula meninggalkan adat istiadat korban dalam masyarakat suku kaum Bajau Ubian ini.
Walaupun khazanah budaya ini unik, tetapi ia membebankan terutamana bagi keluarga yang tidak berkemampuan.
Mereka sanggup berhutang demi melaksanakan adat istiadat korban masyarakat Bajau Ubian ini.

Related Results

Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
Pendekatan Positivistik dalam Studi Hukum Adat
AbstractAdat Positive Legal Science was initiated to simplify Western People (officer, legal enforcer, scholar) to understand adat or adat law. There are two important process to p...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
POLA KOMUNIKASI DALAM SANGKEPAN DESA ADAT PENGLIPURAN KECAMATAN BANGLI KABUPATEN BANGLI
Pemimpin desa adat dalam hal ini kelian desa merupakan pemegang otoritas utama dalam kepemerintahan desa adat di desa adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten ...
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
Posisi Hukum Adat dalam Hukum Kontrak Nasional Indonesia
<p align="center"><strong><em>Abstract</em></strong></p><p><em>Sooner or later Indonesia will have its own law of contract. Reasons ...
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
Juridical Review of the Indigenous Peoples Bill and the Recognition of Indigenous Peoples
Juridical Review of the Indigenous Peoples Bill and the Recognition of Indigenous Peoples
This study aims to find out how the regulation regarding the recognition of indigenous peoples in the draft law on indigenous peoples. This research uses normative juridical resear...
Analisis Karakteristik Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru
Analisis Karakteristik Kecelakaan Lalu Lintas pada Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru
Peningkatan jumlah penduduk di kota Pekanbaru menyebabkan peningkatan jumlah pergerakan dengan menggunakan kendaraan, Masalah arus lalu lintas yang sering terjadi menyebabkan macet...
Tradisi Mupupantunu dan Korban Penebus Salah dalam Kitab Imamat
Tradisi Mupupantunu dan Korban Penebus Salah dalam Kitab Imamat
AbstractThe purpose of this article is to examine one of the traditions in Seko and to be juxtaposed with victims of wrongdoing in Imamat. Traditions or customs within a certain co...

Back to Top