Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode konten analisis atau analisis isi yang menemukan, mendeskripsikan, menganalisis, dan mendapatkan data secara empiris dalam novel-novel karya Salman Faris. Objek penelitian ini adalah novel Perempuan Rusuk Dua, Guru Onyeh dan Guru Dane. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumenter yaitu dengan cara melihat atau mengamati, melakukan pencatatan yang sistematis, dan mencari sumber atau referensi. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Wujud budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris terdiri dari delapan aspek, yaitu: 1) agama dan sistem kepercayaan masyarakat suku Sasak, 2) bahasa masyarakat suku Sasak, 3) sistem pengetahuan masyarakat suku Sasak, 4) sistem peralatan dan teknologi masyarakat suku Sasak, 5) sistem organisasi masyarakat suku Sasak, 6) sistem mata pencaharian hidup masyarakat suku Sasak, 7) tradisi/adat-istiadat masyarakat suku Sasak, dan 8) kesenian masyarakat suku Sasak. Realization cultural of Sasak people in Salman Faris’ novels Abstract: This study aims to describe the cultural of Sasak people in Salman Faris’ novels. This research is a qualitative study using content analysis that locates, describes, analyzes, and obtains empirical data in the novels by Salman Faris. The objects of  this study were novel Perempuan Rusuk Dua, Guru Onyeh, and Guru Dane. Data in this study were collected using documentation by seeing or observing, doing the systematic recording, and looking for a source or reference. The results of this study are as follows. The form of Sasak cultures in the to novels by Salman Faris consists of eight: (1) religion and belief system of Sasak society, (2) the language of Sasak society, (3) Sasak community knowledge systems, (4) systems of equipment and technology of Sasak community, (5) Sasak community organization systems, (6) livelihood systems of Sasak’s life, (7) traditions/customs of Sasak society, and (8) Sasak community arts.
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: Perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwujudan budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode konten analisis atau analisis isi yang menemukan, mendeskripsikan, menganalisis, dan mendapatkan data secara empiris dalam novel-novel karya Salman Faris.
Objek penelitian ini adalah novel Perempuan Rusuk Dua, Guru Onyeh dan Guru Dane.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumenter yaitu dengan cara melihat atau mengamati, melakukan pencatatan yang sistematis, dan mencari sumber atau referensi.
Hasil penelitian ini sebagai berikut.
Wujud budaya masyarakat Sasak dalam novel-novel karya Salman Faris terdiri dari delapan aspek, yaitu: 1) agama dan sistem kepercayaan masyarakat suku Sasak, 2) bahasa masyarakat suku Sasak, 3) sistem pengetahuan masyarakat suku Sasak, 4) sistem peralatan dan teknologi masyarakat suku Sasak, 5) sistem organisasi masyarakat suku Sasak, 6) sistem mata pencaharian hidup masyarakat suku Sasak, 7) tradisi/adat-istiadat masyarakat suku Sasak, dan 8) kesenian masyarakat suku Sasak.
 Realization cultural of Sasak people in Salman Faris’ novels Abstract: This study aims to describe the cultural of Sasak people in Salman Faris’ novels.
This research is a qualitative study using content analysis that locates, describes, analyzes, and obtains empirical data in the novels by Salman Faris.
The objects of  this study were novel Perempuan Rusuk Dua, Guru Onyeh, and Guru Dane.
Data in this study were collected using documentation by seeing or observing, doing the systematic recording, and looking for a source or reference.
The results of this study are as follows.
The form of Sasak cultures in the to novels by Salman Faris consists of eight: (1) religion and belief system of Sasak society, (2) the language of Sasak society, (3) Sasak community knowledge systems, (4) systems of equipment and technology of Sasak community, (5) Sasak community organization systems, (6) livelihood systems of Sasak’s life, (7) traditions/customs of Sasak society, and (8) Sasak community arts.

Related Results

REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
REDUPLIKASI BAHASA SASAK DIALEK A-A
AbstrakArtikel ini akan membahas reduplikasi bahasa Sasak di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur dengan teori reduplikasi terdistribusi dari Framton. Dengan teori ini, penulis berh...
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
PILIHAN BAHASA REMAJA SASAK KOTA MATARAM
ABSTRAK Aspek kebahasaan dan konteks sosial diluar kebahasaan memiliki keterkaitan yang mempengaruhi situasi kebahasaan suatu kelompok masyarakat. Proses pemilihan bahasa khususny...
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
DEMENSI BUDAYA LOKAL DALAM TRADISI HAUL DAN MAULIDAN BAGI KOMUNITAS SEKARBELA MATARAM
<p>Penelitian ini dilakukan di Kotamadya<br />Mataram Nusa Tenggara Barat. Sasaran<br />penelitian adalah suatu masyarakat lokal yang<br />menamakan dirinya...
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno
Rokhmawan,Tristan. 2011. Pandangan Dunia Pengarang Terhadap Masyarakat Kota Pasuruan Dalam Novel Membeli Cahaya Bulan Karya Kaji Karno. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas...
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik. Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku ...
Adventure of Jayangrana Pewayangan Sasak Sebagai Ide Perancangan Karakter Tokoh Visual Game Platfrom
Adventure of Jayangrana Pewayangan Sasak Sebagai Ide Perancangan Karakter Tokoh Visual Game Platfrom
The Sasak puppet character as the idea for designing a visual platform game entitled Adventure Of Jayangrana is based on the desire to introduce the Sasak wayang art in the form of...
Nilai-Nilai Pendidikan Perkawinan Adat Masyarakat Sasak
Nilai-Nilai Pendidikan Perkawinan Adat Masyarakat Sasak
Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui nilai pendidikan kawin adat sasak di desa Gelogor Kecamatan Kediri  Kabupaten Lombok Barat Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode...
MOTIVASI TINDAKAN SALMAN FARIS DALAM MEMBANGUN DISKURSUS KARISMA TUAN GURU DI DALAM NOVEL TUAN GURU
MOTIVASI TINDAKAN SALMAN FARIS DALAM MEMBANGUN DISKURSUS KARISMA TUAN GURU DI DALAM NOVEL TUAN GURU
<p>Artikel ini bertujuan untuk membongkar motivasi tindakan Salman Faris dalam membangun diskursus karisma Tuan Guru di dalam novel <em>Tuan Guru</em>. Data yang ...

Back to Top