Javascript must be enabled to continue!
NANOENKAPSULASI MINYAK BIJI KELOR
View through CrossRef
Minyak biji kelor merupakan golongan edible oil berasal dari biji tanaman kelor yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiaging, emolient, perawatan rambut dan pencerah kulit. Nanoenkapsulasi adalah proses melapisi suatu zat sebagai bahan inti dalam suatu membran polimer yang berukuran 1-1000 nm. Penelitian ini bertujuan mengembangkan nanokapsul minyak biji kelor dan mendapatkan formula terbaik berdasarkan derajat ukuran partikel dan stabilitas sistem nanokapsul. Nanoenkapsulasi minyak biji kelor dilakukan dengan metode emulsifikasi-evaporasi menggunakan polimer polivinil alkohol (PVA), asam polilaktat (PLA) dan Na alginat dan surfaktan polisorbat 80. Karakterisasi nanokapsul meliputi kejernihan, ukuran partikel, zeta potensial, morfologi partikel dan stabilitas nanokapsul. Selanjutnya dipilih formula dengan ukuran partikel nanometer dan yang paling stabil. Formula I dengan polimer PVA-polisorbat 80 merupakan formula terpilih dengan ukuran partikel 187 nm ± 13,05, polidispersitas indeks 0,210 ± 0.11 dan zeta potensial -36,7 ± 4,99 mV, homogen dan stabil secara fisik. Minyak biji kelor berhasil dikembangkan menjadi nanokapsul dengan metode emulsi- evaporasi. Nanokapsul minyak biji kelor dengan jenis polimer PVA dan surfaktan 80 menghasilkan sistem nanokapsul paling stabil selama penyimpanan pada suhu kamar selama 8 minggu.
Title: NANOENKAPSULASI MINYAK BIJI KELOR
Description:
Minyak biji kelor merupakan golongan edible oil berasal dari biji tanaman kelor yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antiaging, emolient, perawatan rambut dan pencerah kulit.
Nanoenkapsulasi adalah proses melapisi suatu zat sebagai bahan inti dalam suatu membran polimer yang berukuran 1-1000 nm.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan nanokapsul minyak biji kelor dan mendapatkan formula terbaik berdasarkan derajat ukuran partikel dan stabilitas sistem nanokapsul.
Nanoenkapsulasi minyak biji kelor dilakukan dengan metode emulsifikasi-evaporasi menggunakan polimer polivinil alkohol (PVA), asam polilaktat (PLA) dan Na alginat dan surfaktan polisorbat 80.
Karakterisasi nanokapsul meliputi kejernihan, ukuran partikel, zeta potensial, morfologi partikel dan stabilitas nanokapsul.
Selanjutnya dipilih formula dengan ukuran partikel nanometer dan yang paling stabil.
Formula I dengan polimer PVA-polisorbat 80 merupakan formula terpilih dengan ukuran partikel 187 nm ± 13,05, polidispersitas indeks 0,210 ± 0.
11 dan zeta potensial -36,7 ± 4,99 mV, homogen dan stabil secara fisik.
Minyak biji kelor berhasil dikembangkan menjadi nanokapsul dengan metode emulsi- evaporasi.
Nanokapsul minyak biji kelor dengan jenis polimer PVA dan surfaktan 80 menghasilkan sistem nanokapsul paling stabil selama penyimpanan pada suhu kamar selama 8 minggu.
Related Results
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
DISERTASI (FERMENTASI BIJI KAKAO KERING TERKENDALI MENGGUNAKAN INOKULUM MIKROBIA)
Biji kakao kering ditingkat petani sebagian besar dihasilkan tanpa fermentasiyang mempunyai beberapa kelemahan diantaranya tidak menghasilkan prekursorflavour khas kakao. Upaya unt...
Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat
Masker Daun Kelor (Moringa Oleifera) Untuk Mengatasi Wajah Berjerawat
Kondisi kulit wajah berpengaruh besar terhadap kepercayaan diri seseorang. Adapun permasalahan yang dapat terjadi pada kulit wajah salah satunya jerawat. Dalam sistem pengobatan ta...
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang
Sosialisasi Pasca Panen Daun Kelor Dan Pelatihan Teh Herbal Susu Daun Kelor Bagi Siswa Smk Ibu Kartini Kota Semarang
<p>Pemanfaatan <em>Moringa oleifera</em> atau dikenal dengan tanaman kelor kurang maksimal. Padahal daun kelor mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk kese...
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
EFEK PENGOLAHAN KONVENSIONAL PADA KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BIJI KABAU (ARCHIDENDRON BUBALINUM)
Biji kabau merupakan polong-polongan asli Indonesia yang memiliki kandungan protein tinggi. Namun, biji kabau juga memiliki kandungan anti gizi yang tinggi. Oleh karenanya, proses ...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...
Studi Karakterisasi Komponen Kimia Biji Pepaya dengan Metode Padat-Cair (Leaching)
Studi Karakterisasi Komponen Kimia Biji Pepaya dengan Metode Padat-Cair (Leaching)
Pepaya merupakan salah satu tanaman buah yang sangat penting dalam pemenuhankalsium dan sumber vitamin dan biji dari buah papaya memiliki kandungan minyak danprotein yang cukup tin...
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR TOTAL FENOLIK DALAM MINYAK ATSIRI BIJI PALA
Pala merupakan rempah dengan berbagai macam manfaat yang digunakan oleh masyarakat dan bernilai ekonomi tinggi. Biji pala mengandung berbagai macam senyawa, salah satunya adalah fe...
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Kajian Literatur Kelor (Moringa oleifera) sebagai Antibakteri Penyebab Infeksi Saluran Cerna
Abstract. Infectious diseases remain a global health problem. In Indonesia, one of the most common infections is gastrointestinal such as diarrhea, which are caused by bacteria. In...

